Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Permintaan


__ADS_3

Saad tiba di rumah Alettha segera kekamar membersihkan dirinya lalu turun membuat segelas coklat panas, dia belum melihat keberadaan Boby sejak dia kembali kekamar nya.


"Boby... Aku buatkan coklat panas untuk mu. " Teriak Alettha.


Boby turun setelah mendengar Alettha memanggilnya, turun perlahan sembari membawa sebuah bingkisan untuk Alettha.


"Ini untuk dirimu, ku rasa kau akan senang. " Ucap Boby duduk di sebelah Alettha dan meletakkan bingkisan didepan nya.


"Apa ini Boby, kayak ya aku gak ulang tahun deh. " Ucap Alettha.


Alettha membuka bingkisan itu dengan perlahan, nampak lah sebuah IPhone keluaran terbaru 2022 didalam bingkisan dari Boby. Alettha begitu senang berdiri memeluk Boby.


"Terima kasih Boby, ini pasti mahal banget. " Pekik Alettha senang.


"Ha ha ha tak apa asalkan kau bahagia, pakai lah jika aku tak berasa disini kau bisa menghubungi ku atau kau juga tak kesepian. " Ucap Boby.


Alettha begitu bahagia dengan perlakuan manis dan hangat dari Boby, membuat perasaan nya semakin nyaman.


"Alettha apa kau masih mencintai Alex? " Ucap Boby.


Seketika Alettha nampak terdiam senyuman diwajah nya seketika hilang Saad Boby menyebut nama Alex.


Boby lantas merasa bersalah sudah menyebutkan nama Alex, seketika senyum bahagia Alettha sirna dari pandangan matanya.


"Maaf aku tak bermaksud begitu. Kau tak perlu menjawab aku hanya salah bicara saja. "Ucap Boby mengalihkan pembicaraan.


" Aku sedang berusaha melupakan dirinya, kumohon jangan pernah bahas dirinya lagi. Aku tak mau membuka luka lama. "Ucap Alettha.


" Maaf aku tak bermaksud begitu, bagaimana ponsel nya apa kau suka? "Tanya Boby.


" Aku suka sekali, ini sangat lah bagus dan ku rasa aku akan berpoto besok di didekat sungai. "Ucap Alettha.


" Terserah kau saja, mana kau bahagia lakukanlah. "Jawab Boby.

__ADS_1


Boby kembali kekamar nya meninggal Alettha yang sibuk dengan ponselnya, Boby membuka laptopnya mengerjakan semua file file perusahaan Alex yang tak tersentuh oleh Alex.


" Kepala ku terasa nyeri jika begini terus, mana mungkin aku mengerjakan semua ini dengan cepat bisa stes aku ini. "Pekik Boby frustasi.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk, tertera nama si penelepon di ponselnya.


SANDRA


"Kenapa dia menghubungi ku, apa terjadi sesuatu pada Alex. "Gumam Boby.


Boby mengangkat pangilan dari SANDRA.


" Haloo Sandra ada apa kau menghubungi ku? "Tanya Boby.


" Boby perusahaan mengalami masalah serius, sedangkan Alex dia hanya sibuk ke Barat dan minum saja. Aku tidak bisa menghandel semua ini. "Ucap Sandra frustasi.


"Kau jaga Alex saja, biar perusahaan aku yang memghandelnya. Aku akan menyelesaikan semua file file lama dulu setelah itu aku akan menemui mu. " Balas Boby.


"Sebaiknya aku menyuruh Rayen untuk menangani perusahaan Alex sebagian, mana bisa aku memghandel perusahaan besar seorang diri. " Ucap Boby.


TOK TOK TOK


"Masuk lah Alettha. " Ucap Boby.


Alettha masuk kedalam kamar Boby dem segelas kopi panas untuk Boby, dia melihat Boby begitu lelah dan nampaknya dia bayak pikiran.


"Aku membuat kan segelas kopi untuk mu, apa kau butuh bantuan ku. Kau nampak begitu lelah Boby. " Ucap Alettha duduk di kasur Boby.


"Ah Terima kasih Alettha, aku tak begitu lelah tidur lah aku menyelesaikan pekerjaan ku dahulu. " Ucap Boby yang masih pokus pada laptopnya.


"Apa perusahaan Alex sedang ada masalah? Kau bisa bercerita padaku mungkin aku bisa membantu mu. " Balas Alettha.


"Apa kau tak akan marah jika aku berbicara tentang Alex, aku tak ingin kau merasa risih saad aku membicarakan dirinya. " Ucap Boby menatap Alettha.

__ADS_1


"Tidak bicara lah, mungkin aku bisa membantu mu. Aku tak ingin kau memikul beban berat di pundak mu sendiri, ya walaupun aku tak bisa membantu dengan sepenuhnya setidaknya aku bisa memberikan sebuah saran. " Ucap Alettha


Boby menarik nafasnya berat, dia bercerita tentang semua keadaan Alex saad perpisahan itu sudah terjadi. Keadaan Alex begitu kacau dan perusahaan pun tak ada yang bisa menghandel dengan berat Boby mengambil alih perusahaan itu.


Boby berusaha agar perusahaan itu tidak bangkrut dan membuat perusahaan itu hancur. Bayak karyawan yang memilih hengkang dari perusahaan itu karena sudah sebulan perusahaan itu tak tersentuh oleh Alex.


"Separah itu kah luka yang ku tinggalkan pada nya, apa ini semua karena aku. " Ucap Alettha.


Alettha tak mengira kalau Alex akan sehancur ini saad berpisah dengan dirinya, tidak menghira kehidupan Alex akan lebih parah dari sebelumnya saad bersama Sandra.


"Ini semua bukan salah mu, Alex saja yang tidak bisa berdiri dengan satu pendirian. Dia belum bisa melupakan masa lalunya dan dia juga tidak bisa melepaskan dirimu. " Ucap Boby.


"Alex ingin bertemu dengan mu, jika kaau mau aku akan membawa mu padanya. " Timpal Boby.


Alettha terdiam mendengar semua ucap Boby, sungguh dia belum berani bertemu Alex dia takut jika perasaan nya akan semakin kuat jika kembali pada Alex.


"Aku tak bisa Boby, maaf aku tidak bisa bertemu dengan Alex lagi. " Ucap Alettha lirih.


"Dengar Alettha, jika dia bertemu dengan mu mungkin saja dia bbisa kembali lagi seperti dulu. " Ucap Boby.


"Perasaan ku tidak bisa ku bohongi Boby, aku tak ingin perasaan ku padanya semakin kuat bila ku bertemu dirinya. " Ucap Alettha.


Boby pun sebenarnya tidak ingin Alettha bertemu Alex, Boby pun takut jika mereka kembali bersama lagi. Tapi Boby juga harus memikirkan perusahaan dan kehidupan Alex dia berhutang budi pada Alex dan kedua orang tuanya, tidak mungkin Boby mengalah semua itu hanya karena perasaannya pada Alettha.


"Ku mohon pada mu Alettha, bertemu lah dengan Alex, bicaralah dengan nya mungkin dia bisa memahami yang kau ucap kan. Bukan karena dirinya bisa kah kau melakukan itu demi aku. " Ucap Boby menatap Alettha.


Alettha mentap mata coklat Boby dengan berkaca kaca, dia tak mungkin menolak permintaan Boby padanya. Dia bingung apa tak apa jika dia bertemu dengan Alex, mungkin ini akan yang terakhir kalinya.


Alettha mengangguk kepalanya, dia tersenyum dan berhamburan kepelukan Boby yang membuat nya begitu nyaman.


"Teri kasih Alettha, aku berhutang budi besar padamu. " Ucap Boby memeluk Alettha.


"Angap saja kita impas, kau menolong ku aku menolong mu. " Timpal Alettha.

__ADS_1


__ADS_2