Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Pesta Berujung Kebencian


__ADS_3

"Wah cantik sekali anak bunda ini, apa kamu juga akan pergi ke rumah Savanya Ayumna? " Ucap Alettha memandang Ayumna.


"Iyaaa." Sahut Ayumna singkat tanpa menoleh pada ibunya.


"Ayumna bisakah kamu pergi bersama Aurora dia tidak punya teman untuk berangkat, lagi pula kamu kan bisa naik mobil sedang Aurora tidak bisa. " Ucap Alettha.


Alettha sedikit kecewa saad berbicara dengan Ayumna, kini gadis itu benar benar tidak menganggap keberadaan dirinya. Alettha menyesal telah berbuat seperti itu sampai kini dirinya kehilangan perhatian dari putri kandung nya sendiri.


"Aku tidak bisa bun, aku sudah ada janji bersama teman ku Aku pergi. " Ucap Ayumna sembari menyambar tasnya dan pergi dari hadapan Alettha.


Alettha nampak menghembus nafas nya, dia bingung harus berbuat bagaimana lagi agar anaknya bisa memaafkan dirinya.


Ayumna keluar dari rumahnya dan melihat Andriansya sudah berada didepan pintu gerbang nya, Ayumna tersenyum menatap Andriansya yang membawa mobil dan menunggu dirinya.


Ayumna masuk kedalam mobil Andriansya tak sengaja matanya menatap Aurora yang melihat dirinya dari atas balkon kamarnya, Ayumna tidak memperdulikan keberadaan Aurora kemudian masuk dan melanjutkan perjalanan.


"Kau cantik Ayumna... " Gumam Andriansya tersenyum.


"Terima kasih, lagi pula masih ada yang jauh lebih cantik dari ku. " Ucap Ayumna tersipu malu.


Andriansya hanya terkekeh mendegar ucapan Ayumna, Andriansya berencana akan menyatakan cinta nya pada Ayumna saad tiba di pesta ulang tahun Savanya.


"Biarkan saja Ayumna lagi pula kau sudah berusaha menolong nya tapi lihat apa balasan dari semua itu. " Batin Ayumna saat melihat Aurora yang menatap nya sendu.


Mereka tiba di kediaman Savanya yang sudah terlihat sangat ramai dekorasi yang megah Tersugguh didepan mata, Ayumna dan Andriansya turun mengikuti para teman teman mereka yang mulai masuk kedalam.


"Ayumna... Aku pikir kamu datang sama Aurora ternyata... " Goda Savanya pada Ayumna yang nampak malu.


"Apa sih, ni buat lo selamat ulang tahun buat sahabat ku yang paling cantik. " Sahut Ayumna menyerah kado berbentuk kecil pada Savanya.


"Doa kan saja semoga Ayumna menjadi pacarku.. " Ucap Andriansya pada Savanya sembari memberi kado yang cukup besar padanya.


"Ha ha ha aku doa kan semoga kalian berjodoh.. " Balas Savanya.

__ADS_1


Ayumna tersipu malu mendegar godaan dari para teman nya dan juga Andriansya, Ayumna pergi menuju teman teman nya yang lain sedang Andriansya berkumpul bersama dengan teman nya.


"Ciee ada yang lagi jatuh cinta nie, eh eh.. " Goda teman Ayumna.


"Sttt udah lah mereka tuh pipinya wkwkwk. " Balas Yang lain.


Ayumna hanya diam sembari tersenyum mendegar setiap ucapan dari para sahabat nya itu, Ayumna menatap Andriansya yang sedang bergurau dengan teman nya.


"Ahhh kek nya gue beneran jatuh cinta deh... " Batin Ayumna tersenyum.


Pesta itu dimulai dengan sangat meriah ditambah semburan dari kembang api yang sangat indah, pemotongan kue pun disambung meria oleh mereka semua.


"Duh beruntung amat jadi Savanya udah anak tunggal semua serba mewah lagi... " Ucap Citra pada Ayumna.


"Iyaa kek nya enak benar jadi anak tunggal, gak capek berbagai dan semua hal. " Sahut Ayumna.


Mereka menikmati semua suguhan bintang lima itu dengan senang gembira, Ayumna mengambil jus jeruk yang sudah di siapkan duduk sendiri sembari melihat teman teman nya menari bersama.


Ekor mata Ayumna menangkap keberadaan Aurora yang baru saja datang, gadis itu memakai gaun berwarna hitam dan menyangul rambutnya. Dia terlihat cantik dengan make-up sederhana itu.


"Apa yang sedang mereka lakukan, apa yang sedang dia bicara kan aku harus tahu... " Gumam Ayumna mengikuti mereka.


Aurora berjalan ke taman bunga di rumah Savanya diikuti oleh Andriansya dibelakang nya, Ayumna berdiri dibalik pohon mangga yang cukup besar memperhatikan mereka yang sedang duduk berdua di kursi taman.


"Apa yang sedang kau lakukan Aurora.. " Gumam Ayumna menatap Aurora yang sedang memegang tangan Andriansya.


"Andri aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tahu kemarin aku salah paham sama kamu. Aku... " Ucap Aurora terputus dengan ucapan Andriansya.


"Maaf Aurora tapi aku mencintai Ayumna bukan dirimu, lagi pula jika bukan Ayumna yang meminta aku tidak akan mau Aurora. " Balas Andriansya.


Raut kekecewaan begitu kentara di mata dan ekpresi Aurora mendengar ucapan Andriansya yang sangat menyakitkan hatinya.


"Tapi kita kan belum putus, aku tidak bisa melihat mu bersama Ayumna Andriansya. Aku mo,beri Aurora kesempatan kedua.. " Ucap Aurora menangis.

__ADS_1


Andriansya menghapus air mata Aurora dirinya tidak bisa melihat seorang wanita menangis di hadapan nya.


"Jangan buang air matamu hanya untuk orang yang tidak baik untuk mu Aurora, kau tidak akan bahagia bila bersama ku aku mencintai gadis lain. "Ucap Andriansya memegang bahu Aurora.


Ayumna yang mendegar ucapan Andriansya menyesal telah membuat laki-laki itu pernah berhubungan dengan Aurora, dia tidak menyangka kalau cinta nya pada dirinya begitu besar.


" Aku juga mencintaimu Andriansya, maafkan kau sudah menyuruh mu membohongi perasaan mu sendiri. "Gumam Ayumna.


Aurora memeluk Andriansya dia benar-benar mencintai laki-laki itu sepenuh hatinya, tapi cinta nya bertemu sebelah tangan dengan saudara perempuan nya sendiri.


" Semoga kau bisa temukan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku. "Balas Andriansya.


Aurora hanya terdiam memandang Andriansya, Ayumna mendekati mereka berdua.


" Sudah lah Aurora Andriansya tidak menyukai mu jangan paksa seseorang untuk mencintai diri kita, cari lah saja cinta yang jauh lebih baik. "Sahut Ayumna.


Andriansya dan Aurora menatap Ayumna yang hadir dari balik pohon mangga.


" Apa kau menguping ku haa, kau tidak punya sopan santun Ayumna. "Bentak Aurora.


" Kenapa kau juga sudah merebut ibu ku dari ku, jadi sekarang nikmat saja semua balasan ini. "Gumam Ayumna.


" Oh kau ingat balas dendam padaku, baik lah lanjutkan daja semua nya... "Bentak Aurora mendorong Ayumna hingga jatuh lalu pergi dari hadapan mereka.


" Ayumna... "Pekik Andriansya.


Andriansya mendekati Ayumna dan menolong nya untuk berdiri, Ayumna kebersihan gunanya yang terlihat sedikit kotor.


" Aku tidak apa Andri, itu pantas dia dapatkan karena dia bunda sampai menamparku. "Ucap Ayumna.


" Menampar mu? karena prihatin tempo hari. "Sahut Andriansya.


Ayumna menganggukkan kepala nya, Andriansya terkejut bagaimana bisa Aurora memberi tahu ibunya prihal masalah sepele dan pribadi seperti itu.

__ADS_1


" Maafkan Aku Ayumna ini semua salah ku. "Ucap Andriansya menyesal.


" Sudahlah tidak penting aku sudah tidak mempedulikan semua itu, aku kita kembali ke pesta. "Ajak Ayumna pada Andriansya.


__ADS_2