
"Dengar Angela, dia adik ku dan ini sudah menjadi wasiat mami untuk membawa Aletta kembali. " ucap Arsya.
"iyaa dengan begitu kau tak menghargai ku sebagai istri mu. " ucap Angela
Angela nampak marah dengan keputusan Arsya membawa aletta kerumah nya.
"dengar Angela ini rumahku.. aku yang berhak menentukan siapa yang boleh dan tidak tinggal disini. " bentak Arsya
Angela merasa hancur karna arsya belum pernah membentak nya.
"apa kau masih mencintai nya... dan itu alasan kau membri nama aletta untuk anakku... " ucap Angela.
" dengar Angela aku tidak mencintai nya, aku sudah lama hilang rasa pada nya. untuk nama aletta aku hanya mau Aletta tetap berada dirumah ini walaupun itu bukan Aletta ku. " ucap Arsya.
Arsya menikah Angela karna permintaan dari alm ibunya. Bukan karna Arsya mencintai Angela tapi karna permintaan dari ibunya.
"sudah lah berjalan seperti dulu, jangan kau perlihatkan ketidak sukaan mu pada nya. " ucap Arsya.
Angela menitihkan air mata, dia tak menyangka bahwa Arsya lebih memilih Aletta dari pada dirinya.
"aku membenci mu Aletta... " batin Angela.
Aletta memasuki kamarnya, kamar dulu yang selalu menemani ya. Aletta menagis saad melihat begitu bayak kado dikamarnya, kado sejak 5 tahun lalu.
"Tante Kauren maaf aku tak bisa mengantarkan mu dipe istirahatan terakhir. " ucap Aletta.
Aletta menyusun semua kado dikamarnya, merapikan kamarnya yang terlihat berantakan dan berdebu.
__ADS_1
"Aletta.. maaf aku tak sempat membersihkan kamar mu. " ucap arsya.
"tak apa, aku bisa membersihkan nya sendiri... "
bayak kecangungan diantara mereka.
"aAletta.. apa kau besok ingin ke pemakaman mami..? " ucap Arsya
"apa besok kak arsya akan kesana.. " tanya Aletta.
"iyaa, jika kau ingin kau bisa ikut. " ucap Arsya.
Aletta mengangguk tanda ia ingin ikut, Aletta mengedarkan mata nya menatap kamar nya.
"tak perna berubah, dan tetap sama... " gumam Aletta.
ARsya duduk disofa melit aletta kecil menggambarkan.
"sayang kenapa kamu sendiri, dimana bunda.. " tanya Arsya.
"Aletta tidak tahu, dari tadik gak liat bunda. " ucap Aletta kecil.
Aletta kecil dari dulu memang senang menggambarkan, dan semua gambaranya dipanjangkan di ruang tamu.
"ayah, lihat lah gambar Aletta bagus kan, yang ini ayah bunda dan tante Letta.. " ucap Aletta kecil.
Arsya tersenyum gadis kecilnya sudah tumbuh besar.
__ADS_1
"kak Arsya.. dimana kak angela? " tanya Aletta.
"Entah lah mungkin dia istirahat dikamar. kau butuh sesuatu? " tanya Arsya.
"tidak ada, Aletta mengambar apaa liat dong. " ucap Aletta.
"gambar ayah bunda Aletta dan tante Letta. boleh kan aku manggil tante letta? " tanya aleytta kecil.
"boleh dong sayang... " jawab Aletta.
Tiba-tiba Angela datang dan membuat minuman dengan suara yang berisik. Seakan dia tak suka keberadaan Aletta bersama anak dan suaminya.
"mbk Angela.. aku bantu ya mbk.. "
Angela tak menjawab tawaran Aletta, membuat Arsya sedikit kesal.
"jika kau tak ikhlas tinggal kan saja... " ucap Arsya datar.
Aletta semakin bingung dengan situasi ini.
"apa mereka bertengkar karna aku. " batin Aletta.
"ini minuman untuk mu... " ucap Angela datar.
angela memberikan segelas teh hangat pada Aletta, lalu berajang pergi dari hadapan Alettha.
"makasih mbk, maaf merepotkan dirimu.Aku bisa membuat semdiri" ucap Aletta tersenyum.
__ADS_1