
1 Bulan kemudian Gresia mendapat undangan ulang tahun Bagas bersama dengan teman temannya yang lain termasuk Leo dan Zahra.
"Zahra kamu mau kasih kado apa?"
Seru Gresia mendatangi gadis bercadar hitam yang tengah membaca buku itu, Zahra nampak meletakan bukunya dan memandang saudaranya itu.
"Apaa parfum pakaian atau sepatu? Aku tidak pernah memberikan hadia pada lawan jenis ku, kau paham kan.. "
"Lalu apa kita tidak membawa apa pun, kek kurang lengkap deh.. " Seru Gresia nampak Bingung.
"Permisi non Gresia, ada paket untuk non.. "Ucap pembantu Gresia.
"Dari siapa bik?"
Gresia mengambil paket itu kemudan mencari nama sang pengirim.
"Dari Pak Bagas non.. "Ucap pembantu Gresia sembari pergi berlalu.
"Ciee yang kasih hadia sama ayang... "Sindir Zahra membuat Gresia memerah.
"Apa sih.."Sahut Gresia sebal.
Gadis itu membuka bungkusan berbentuk kotak pemberian Bagas yang di tata dengan rapi, Gresia mentap dres berwarna hitam dengan potongan yang indah.
__ADS_1
"Cantik sekali baju ini.. "Seru Gresia tersenyum.
"Iyaa cantik kayak yang dikasih,yaa berarti kamu dateng ke ulang tahun Bagas pakai itu saja tak usah bawak kado toh dia mau lihat kamu pakai baju itu."Ucap Zahra sembari berdiri menatap saudara nya itu.
"Hemzz ok. "Sahut Gresia.
"Gres, boleh aku bertanya sesuatu padamu? "Gumam Zahra menatap Gresia.
"Boleh lah memenag mau bertanya apa, sini duduk lah kek serius banget sih hemz.. "Seru Gresia menarik Zahra agar duduk disamping nya.
"Siapa yang akan kau pilih? Bagas atau kak Leo, kau tahu mereka menaruk hati padamu.. "Gumam Zahra memegang tangan Gresia yang terdiam.
Gresia terdiam menatap Zahra yang menunggu jawaban darinya, dia sendiri masih bingung dengan perasaan nya sendiri. Entah Bagas atau Leo yang akan menjadi pendapingnya.
"Aku pun bingung Zahra siapa diantara mereka yang benar benar aku cintai, disisi lain Leo adalah cinta pertama ku dan dia berjanji akan menikahi ku. Tapi disisi lain aku pun memiliki perasaan pada Bagas... Tuhan aku harus bagaimana sekarang? "Gumam Gresia mengacak rambutnya.
Hari sudah mulai senja Gresia sudah bersiap dan berdanda untuk datang ke acarah ulang tahun Bagas, gadis itu terlihat begitu cantik dengan balutan dres hitam yang membungkus tubuh nya dengan sempuran.
Wajah nya yang cantik tak perlu di rias terlalu tebal dia tetap terlihat cantik, Gresia memakai sepatu hill hitam yang senada dengan gaunnya malam itu semabri menatap pantulan dirinya di cermin.
"Aku berasa seperti seorang putri saja, walaupun Bagas menyebalkan tapi dia selalu bersikap romantis padaku.. "Gumam Gresia tersipu malu.
TOK TOK TOK
__ADS_1
"Masuk saja tidak dikunci... "Pekik Gresia menyuruh seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
Seorang pria dengan stelana jas putih dengan celana hitam menatap Gresia tak berkedip, mata tajamnya menatap lurus wanita yang sangat dia cintai itu. Senyuman manis terlukis indah di bibir merah nya itu.
"Kau begitu cantik..."
Gresia terkejut mendegar suara berat yang memuji nya tersebut gadis itu berbalik dan menatap Leo sedang bersandar di pintu kamarnya.
"Kak Leooo... "Seru Gresia.
"Iya kenapa kau begitu terkejut, kau cantik dengan dres itu.. "Puji Leo pada Gresia sembari memeluk gadis itu dari belakang.
Gresia menatap mata teduh Leo yang menatapnya di cermin dia terpesona menatap ketampanan pemuda 29 tahun itu, tapi perasaannya masih tidak menentu antara dua orang yang sangat dekatnya.
"Kau tahu aku Gresia aku ingin menikahi mu, membawa mu jauh hidup bersama ku menjali kehidupan kita yang bahagia mempunyai anak anak yang lucu.. Semua itu adalah impian ku dari kecil bersama mu,aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika semua itu pupus ditengah jalan. "Gumam Leo mencium pundak terbuka Gresia.
"Kenapa kau bermimpi ingin hidup bersama ku Leo, kau tahu itu hanya masa kecil kita saja.. "Gumam Gresia pelan takut jika Leo akan tersinggung dengan ucapannya.
"Aku tahu tapi aku sangat mencintai mu Gresia sedari kecil atau pun sampai sekarang semua tidak lah berubah sedikit pun tidak berubah... "Seru Leo menatap mata Gresia dari pantulan Cermin didepan meraka.
"Aku takut kamu kecewa... "Gumam Gresia.
Mereka hanya saling tatap lewat pantulan dari cermin yang terlihat kegelisaan diantara mereka berdua, debaran jantung Gresia membuat nya semakin tidak menetu.
__ADS_1