Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Melepas Rindu


__ADS_3

Keadaan Alettha kian hari kian membaik dan dia pun sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Aurora, sebenarnya Andre ingin bertanya tentang kejadian jatuh nya Alettha tapi dia urungkan terlebih dulu.


"Bagaimana keadaan sekarang apa jauh lebih baik? " Tanya Andre.


"Aku baik baik saja, aku harus sembuh ada Aurora yang menunggu ku dirumah. " Balas Alettha.


"Sekarang kita sudah punya rumah sendiri, Aurora pun sudah ada yang menjaga jadi kamu tidak perlu khawatir. " Ucap Andre.


"Benarkah itu, jadi kita sudah punya rumah sendiri dan tidak bersama Sandra dan mama? " Ucap Alettha senang.


"Iyaaa maaaf kan aku, maaf kan mama juga Alettha. " Balas Andre.


"Gak kok semua ini bukan salah kamu atau pun mama, yang penting sekarang kita sudah bisa bahagia bersama keluarga kecil kita. " Ucap Alettha.


Andre mencium Alettha dengan penuh kerinduan, saad mereka sedang bercumbu tiba-tiba Boby dan Nafisah masuk ke dalam ruangan Alettha.


"Wah maaf maaf, kita gak lihat apa apa. " Ucap Boby.


Boby dan Nafisah membalikkan badan mereka menghadap pintu, Andre langsung menjauh dari Alettha dengan rasa malu.


"Makanya masuk tuh ketuk pintu dulu, mengganggu saja. " Celetuk Andre.


Mereka tertawa bersama pancaran kebahagiaan begitu terlihat di mata Boby dan Nafisah saad tahu Alettha sudah sadarkan diri.

__ADS_1


"Alhamdulillah Alettha akhirnya kamu sadar, kasih Aurora dia pasti merindukan kamu. " Ucap Nafisah.


"Iyaa Nafisah Terima kasih, oh iya kok kayak ada yang beda sih dari kamu. " Ucap Alettha.


Alettha menatap Nafisah dengan intens mencari sesuatu yang membuat nya berpikir Nafisah sedang menyembunyikan sesuatu.


"Alettha berhenti menatap ku seperti itu, iya iya aku mengaku. " Ucap Nafisah tersenyum.


"Mengaku apa cepat katakan pada ku, aku sudah cukup sehat untuk mendengar semua nya" Ucap Alettha.


Nafisah nampak melihat Boby sekilas dan tersenyum.


"Sedang mengandung sekarang Alettha, dan dua sudah menginjak bulan ketujuh. Aku ingin memberi kabar bahagia ini tapi kamu sedang sakit. " Ucap Nafisah.


Alettha begitu bahagia dan kemudian mengulur tangan memeluk Nafisah, akhirnya sahabat nya bisa mengandung juga dan kini giliran Nafisah yang akan bahagia.


"Amin Alettha, cepat lah sembuh dan kembali pulang ke rumah baru mu. " Timpal Boby.


"Besok Alettha sudah boleh pulang kok, tadik dokter sudah memberi izin jika tidak terjadi apa apa pada Alettha maka besok diizinkan pulang. " Ucap Andre.


"Wah bagus dong, oh iya Alettha aku masih bingung bagimana bisa kamu jatuh. " Celetuk Nafisah.


"Nafisah ini bukan waktunya untuk menanyakan itu, maaf esok hari jika Alettha sudah benar-benar pulih dia pasti memberi tahu kita. " Timpal Andre

__ADS_1


"Iyaaa tak apa, lekas sembuh yaaa. " Ucap Nafisah mengelus tangan Alettha.


Di balik pintu terlihat seorang wanita sedang menatap Alettha dengan rasa cemas, dia adalah Sandra. Dia merasa cemas bagaimana jika sampai Alettha memberi tahu bahwa dia yang sudah mendorong nya.


"Bagaimana ini aku harus melakukan sesuatu, agar wanita itu tidak membuka mulutnya. Bagaimana jika sampai Andre tahu yang sebenarnya bisa gawat ini. " Gumam Sandra gelisah.


Sandra pergi dari rumah sakit itu untuk bertemu dengan Bu Rosa, ingin menyampaikan bahwa Alettha kini sudah siuman dan rencana mereka terancam rusak.


"Ahhh bagaimana bisa wanita itu sadar, hampir saja aku bisa melenyapkan wanita sial lah itu. " Teriak Sandra sembari memukul Stang mobilnya.


Sandra berkendara dengan kecepatan tinggi menuju rumah bu Rosa, terlihat halu lalang pengendara lain yang terlihat sangat ramai namun Sandra sama sekali tidak melambatkan mobilnya.


"Aku harus melakukan sesuatu, iyaa harus. " Gumam Sandra.


Dia menghentikan mobilnya tepat di depan rumah lama Andre, rumah megah dengan interiornya yang mahal selalu terlihat sangat sepi.


Sandra melangkah kakinya memasuki rumah itu dengan angkuh nya.


"Sandra, ada apa kamu kemari tak menelpon dulu? " Ucap Bu Rosa.


"Alettha sudah sadar tante, kini rencana kita benar-benar bisa gagal. " Ucap Sandra.


Bu Rosa sendiri belum tahu bahwa yang membuat dirinya kehilangan cucu pertama nya adalah Sandra, wanita yang akan dia jadikan menantu idaman nya itu.

__ADS_1


"Apa bagaimana mungkin dia sadar Sandra, lantas kita harus apa sekarang? " Ucap Bu Rosa.


Mereka nampak begitu gelisah dengan pemikiran mereka yang berbeda, entah apa lagi yang akan mereka rencana untuk membuat Alettha meninggalkan Andre.


__ADS_2