
Gresia kini sedang duduk bersandar pada bahu bidang Leo yang terlihat begitu nyaman baginya, kini mereka sudah terlihat biasa saja tidak terasa cangung atau pun bersikap dingin. Leo mengecup kening Gresia dengan lembut..
Setelah ciuman nya dengan Leo usai Gresia mejadi diam dia merasa malu kenapa dia bisa berciuman dengan orang yang jelas jelas besar bersama nya dan berada dipelukan yang sama dengan ibunya walaupun mereka tidak sedarah.
"Kenapa kau diam saja? "Gumam Leo heran melihat Gresia hanya terdiam.
"Tidak aku hanya sedang berpikir bagaimana bisa kita berciuman seperti tadi. "Gumam Gresia singat.
"Memang nya kenapa kita sudah dewasa Gresia lagi pula kita juga tak ada ikatan atu malah kau sudah teringat oleh pemuda lain? "Seru Leo terlihat kesal.
Gresia teringat ciuman pertama nya saat bersama dengan Bagas entah lah tiba tiba gadis itu teringat pernyataan cinta Bagas padanya tempo hari, Leo mengecup pipi Gresia singat kemudian berdiri dan mengangkat teleponnya.
"Baiklah aku segera kesana. "Gumam Leo mematikan Teleponnya.
"Aku pergi dulu ada pertemuan dengan perusahaan Bagas."Ucap Leo menatap Gresia.
"Bagas? Ada pertemuan apa dengan nya? "Tanya Gresia pada Leo.
__ADS_1
"Tidak hanya Bagas ada Willi dan juga Arjuna disana, apa kau mau ikut? "Gumam Leo menyambar jas hitam nya.
"Eh tidak aku di kantor saja, hati hati.. "Seru Gresia.
Leo mengecup kening Gresia kemudian pergi berlalu, sedangkan Gresia masih sibuk dengan pikiranya yang masih bingung hatinya milik siapa diantara dua laki laki itu.
Di cafe Bagas sedang berbicara serius dengan seorang wanita bersama Willi, kemudian Leo menyapa keduanya yang nampak sangat serius saat berbincang.
"Selamat siang.. "Sapa Leo pada Willi dan Bagas.
"Ah pak Leo silakan duduk pak."Ucap Willi menyapa Leo dan mempersilakan nya untuk duduk.
Bagas nampak tersenyum kemudian menyapa Leo yang sudah memesan minum untuk dirinya.
"Maaf pak Leo terganggu sebentar.. "Gumam Bagas.
"Tak masalah pak Bagas,saya rasa anda sedang bahagia.. "ucap Leo.
__ADS_1
"Ah iyaa saya ingin melamar seorang gadis.."Gumam Bagas bahagia.
Dia memang berencana untuk berhenti menjadi playboy dan sudah cukup mapan untuk memiliki seorang istri, usianya sudah cukup matang untuk menikah dan dia memilih Gresia untuk bersama nya hingga nanti.
"Ok mari kita bahas tentang meeting kita tempo hari yang tertunda.. "Gumam Willi.
Leo nampak tidak fokus saat berbicara bersama mereka pikirannya terbang jauh memikirkan jika gadis yang dimaksud oleh Bagas adalah Gresia gadis yang dia sukai sedari kecil.
"Apa dia dan Gresia memiliki hubungan, kenapa aku berpikir jika Bagas akan melamar Gresia. Ah mungkin saja bukan Gresia dia terkenal akan pemuja wanita bisa saja diantara wanita wanita itu yang dia pilih. "Batin Leo.
"Ok saya rasa semua sudah sama dengan kesepakatan kita jadi tinggal tanda tangan saja, kemungkinan besok atau lusa. "Ucap Bagas menutup pertemuan mereka.
"Iyaa saya harap kita bisa menjadi rekan bisnis yang baik."Ucap Leo meyalami keduanya.
"Iyaa senang bisa bekerja sama dengan anda pak Leo, kami sudah mendegar tentang kinerja perusahaan bapak di Malaysia dan itu tidak bisa diragukan. "Puji Willi pada Bagas.
"Terima kasih kalau begitu saya permisi."Ucap Leo singkat berpamitan pergi dari keduanya.
__ADS_1
Meninggalkan tanda tanya tentang siapa gadis yang akan dilamar olehnya, hal itu membuat Leo menjadi takut jika benar gadis itu adalah Gresia. Bagaimana jika mereka memiliki hubungan jauh sebelum Leo kembali hadir dihidup Gresia.