
Ayumna berangkat kuliah bersama dengan Andriansya dan hal itu membuat Aurora menjadi cemburu.
"Bukan kah dia yang sendiri yang bilang kau dia tidak menyukai Andrian, tapi kenapa sekarang mereka terlihat bersama. " Gumam Aurora melihat Ayumna yang sedang bersama dengan Andriansya yang sedang bermain basket.
Ayumna merasa nyaman saat bersama dengan Andriansya dirinya merasa mendapatkan orang yang tepat untuk dirinya, Ayumna tersenyum melihat Andriansya yang sedang bermain bersama teman-teman nya.
"Ada apa dengan ku kenapa sekarang rasanya berbeda saad bersama nya, lagi pula gak papa juga kalau ada sama Andriansya. " Batin Ayumna tersipu.
Dari kejauhan Aurora pun melihat Andriansya dengan senyuman tipis, walaupun tempo hari dirinya marah pada laki-laki itu tapi dia tetap tidak bisa melupakan Andriansya.
Ayumna melihat Aurora yang sedang menonton Andriansya kemudian senyuman manis dibibirnya hilang dengan munculnya Aurora, Ayumna berdengung sebal saat melihat saudara perempuannya itu.
"Untuk apa dia kesini, dasar sok segalanya. " Gumam Ayumna pelan.
Andriansya menghampiri Ayumna yang nampak sedang kesal.
"Hey ada apa? " Ucap Andriansya.
Ayumna terkejut saad Andriansya sudah berada di dekat dirinya, Aurora pun menatap tidak suka pada mereka yang nampak seperti sepasang kekasih.
__ADS_1
"Tidak.. tidak ada apa kok, ngapain kesini? " Ucap Ayumna gugup.
"Dah selesai kali neng, mau ngapain juga dilapangan lama lama. " Ucap Andriansya.
Ayumna melihat lapangan yang sudah mulai sepi ternyata dirinya tidak fokus karena melihat Aurora berada di lapangan yang sama dengan dirinya, Ayumna menatap Aurora yang mematung menatap mereka.
Sangat jelas bahwa Aurora begitu cemburu pada Ayumna yang sangat dekat dengan laki-laki yang sangat dia dambakan itu, yang sudah mencuri hatinya dengan senyuman manis.
"Ayo makan aku lapar sekali.. " Gumam Andriansya.
Ayumna kemudian mengikuti Andriansya sembari menatap Aurora yang nampak sedih, hatinya sebener nya tidak ingin melukai saudara nya namum Ayumna sudah terlalu sakit hati karena tamparan dari ibunya.
"Ya ampun sampek lupa gue kalau lo ultah ntar malam. " Ucap Ayumna terkejut.
"Gak papa santai aja, bawal Andrian sekali yaaa.... " Goda Savanya.
"Apa sih ih dah ah... " Balas Ayumna tersipu.
Savanya meninggalkan Ayumna yang nampak malu malu dengan godaan teman nya itu, Ayumna kemudian menyusul Andriansya yang sudah duduk dan memesan bakso untuk mereka.
__ADS_1
"Duduk lah makan, aku sudah lapar sekali.. " Gumam Andriansya.
"Lo dapat juga undangan dari Savanya? " Ucap Ayumna melihat undangan yang sama seperti dirinya.
"Iyaaa nanti malam aku jemput kerumah mu.. " Balas Andriansya.
"Apaaa... " Ucap Ayumna kaget.
Namun Andriansya malah menyuap kan bakso ke mulut Ayumna yang terbuka dan menambah keterkejutan gadis berambut pirang itu.
"Emmmm apaan sih, kalau tersedak gimana. " Protes Ayumna.
Andriansya hanya tertawa meliat gadis itu yang berusaha untuk memakan bakso nya.
"Maaf maaf udah kunyah dulu nanti keselek dah.. " Gumam Andriansya.
"Harusnya aku yang disana bukan Ayumna. " Gumam Aurora dari kejauhan.
Andriansya melirik sekilas Aurora yang menatap mereka dari kejauhan, namun Andriansya tidak terlalu memperdulikan tatapan Aurora yang berbeda saat melihat mereka sedang bersama.
__ADS_1
Aurora meninggalkan kantin itu untuk kembali ke kelasnya dengan hati yang sedih dan kacau, Aurora pun mendapatkan undangan dari Savanya namun dia membuangnya.