Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Coklat


__ADS_3

Gresia cukup sibuk samapai sore hari karena akan diadakan pertemuan besar bersama beberapa kolagen kerja Bagas dari beberapa negara, Gresia meregangkan otot-otot nya yang lelah seharian bekerja keras.


"Gresia apa kau masih sibuk? " Ucap Bunga teman kantor Gresia di sana.


"Ah Bunga samapai kaget aku kira siapa, baru saja selesai ada apa? " Gumam Bunga.


"Tidak ada aku hanya mau minta bantuan mu jika kau berkenan menolong ku" Balas Bunga.


"Baiklah duduk dan katakanlah padaku, jika aku bisa aku akan menolong mu. " Balas Gresia sembari menyuruh Bunga untuk duduk.


"Begini Gresia bisa tidak kau berikan ini pada pak Bagas, please Gresia... " Ucap Bunga memohon pada Gresia dengan tersenyum lebar.


Gresia terkejut dengan permintaan dari Bunga yang menyuruh dirinya untuk meberikan coklat pada Bagas, jantung nya saja belum berdetak dengan baik dan sekarang dia harus menolong temannya memberikan hadiah pada Bagas membuat Gresia tersenyum kecut.


"Tidak bisa kah kau menyuruh ku untuk melakukan hal lain, lagian ngapain sih pak Bagas kana bayak noh laki-laki dikantor yang gak kalah ganteng nya. " Ucap Gresia sewot.


"Ihh Gresia kamu kan sekertaris pak Bagas nah ketemu juga pasti setiap detik dan menit, apa salahnya coba nolongin aku nanti aku teraktir makan deh.. " Ucap Bunga mengerucutkan bibir nya.

__ADS_1


Bunga menyerah kan coklat itu pada Gresia dengan tersenyum lebar lalu berlari keluar dari ruangan Gresia tanpa dosa.


"Makasih." Teriak Bunga.


"Astaga nogee apa apaan sih, hadeh.. " Gumam Gresia sebal.


Gresia meletakkan coklat itu diatas mejanya dia bingung harus memberikan coklat itu atau tidak, dia merasa ragu dan juga takut jika nanti Bagas mengira itu dari dirinya.


"Jika ku bilang pun dia tidak akan percaya jika coklat ini dari Bunga, tapi kalau gak aku kasih gimana sama bunga... " Ucap Gresia mengacam rambutnya asal.


Ting


(Please bantuin gue, soalnya gue dah lama banget suka sama pk Bagas tapi malu.)


Bunyi pesan dari bunga yang membuat Gresia merasa geli.


"Laki-laki mesum galak dingin dan juga palayboy kayak gitu bayak amat sih penggemar nya. " Gumam Gresia membuka leptop nya.

__ADS_1


Ting


(Awas gak lo kasih gue ngambek.)


Bunyi pesan dari bunga dengan ancaman untuk Gresia.


Gresia hanya melihat sekilas lalu mengelengkan kepalanya melihat isi pesan masuk dari Bunga, Gresia melanjutkan pekerjaannya tanpa membalas pesan dari Bunga.


Gresia menguap beberapa kali dia melihat jam pada pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 16.30 wib sore, Gresia segera mematikan laptop miliknya dan merapikan meja kerja beranjak akan pergi.


Aleska menjatuhkan coklat yang bunga titipkan padanya dan Gresia menepuk keningnya dengan kesal, hampir saja dia melupakan coklat titipan Bunga untuk Bagas.


"Ampun pokoknya kerja ku tambah berat saja. " Gumam Gresia.


Gresia mengintip dari jendela ruangan melihat meja kerja Bagas yang nampak tidak ada penghuni nya, Gresia tersenyum kemudian berjalan perlahan memasuki ruangan Bagas dengan perlahan.


"Aman dah gua tarok sini aja, lagi bodoamat... " Gumam Gresia meletakkan coklat pada meja Bagas dan pergi berlalu.

__ADS_1


Gresia kembali keruangan nya kemudian mengambil tas dan ponsel nya yang masih didalam ruang itu, dengan buru buru Gresia segera berlalu dari ruangan itu menuju lift untuk segera pulang. Suasana kantor itu masih nampak begitu ramai oleh para karyawan yang masih bekerja.


__ADS_2