Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Lembaran Baru


__ADS_3

Alettha sudah terbangun sejak jam 04.40WIB, dia bergegas mandi lalu memasak untuk sarapan dirinya dan Boby.


Alettha menatap Boby yang belum bangun dari tidur nya, dia nampaknya sudah mulai sehat karna segera diberikan obat oleh Alettha.


"Dia mungkin sudah lebih baik, akan ku buatan sup saja. " Gumam Alettha.


Alettha kembali ke dapur dan membuat kan semangkuk sup hangat untuk Boby, dia segera kembali ke kamar Boby.


"Boby, Bob.. bangun. Aku sudah buatkan semangkuk sup hangat untuk mu. " Ucap Alettha mengoyangkan bahu Boby.


Boby nampak terganggu dengan kegiatan Alettha membangunkan dirinya, dia membuka mata perlahan melihat Alettha yang tersenyum padanya.


"Huaaaaaa, badan ku terasa ringan sekarang. Terima kasih sudah mau merawat ku. " Ucap Boby tersenyum.


"Merawat mu apa nya? Aku Hanya memberikan mu obat dan paginya kau sudah sembuh. " Ucap Alettha meletakkan sup di meja kamar Boby.


"Yaaa jika kau tidak ada, mungkin aku belum sembuh sekarang. "


"Iyaaa terserah kau saja, makan lah sup itu setelah itu mandi lah. Aku akan berkeliling sejenak di Paviliun mu. "


Boby menatap tubuh Alettha yang mulai menghilang dari pandangan nya, dia lantas memakan sup dan nasi yang sudah disiapkan oleh Alettha.

__ADS_1


"Terasa enak atau aku yang baperan... "


Boby tersenyum mengingat hubungan nya dengan Alettha kini kian melekat, yaa walaupun hanya sebatas kakak dan adiknya.


Alettha berjalan keluar dari paviliun Boby, berjalan menikmati udara pagi yang sejuk ditemani suara burung yang berkicauan.


Matahari nampak mengintip di sela sela pohon yang menjulang tinggi, Alettha menghirup dalam udara pagi itu. Dia berjalan menyusuri jalanan yang sepi dan hanya ditemani oleh pepohonan.


"Ahhh sejuk sekali disini, aku rasa aku akan betah disini. " Gumam Alettha merentang kan tangan nya.


"Sebaiknya aku mulai berpikir apa yang akan ku lakukan sekarang, tak mungkin aku terus merepotkan Boby. " Ucap Alettha sembari berjalan.


"Alettha hey tunggu aku, haa haa haa capeknya. " Ucap Boby tersengal sengal mengejar Alettha.


"Iyaaa gak ngomong kalau mau joging, aku mencari mu sekeliling Paviliun tapi gak nemu. " Ucap Boby menyesuaikan kan jalannya dengan Alettha.


"Aku mencari udara pagi, lagian emang udah sembuh beneran apa. " Balas Alettha menatap Boby.


"Sudah tentu saja, apa kau tak takut berjalan sendiri ditengah hutan seperti itu. " ucap Boby.


"Gak lah ngapain takut, hidup ku jauh lebih mengerikan. " Balas Alettha.

__ADS_1


Boby hanya tertawa dengan ucapan Alettha yang menurutnya sangat lucu.


" Boby boleh aku bekerja di perusahaan mu, atau di mana pun. Aku bosan dan mana mungkin aku merepotkan mu terus. "Ucap Alettha serius.


" Kerja apa yang kau maksud, lagi pula aku tak merasakan kau merepotkan mu. Jika kau mau bekerja di perusahaan ku boleh saja, hanya saja kau akan sering bertemu Alex. "Ucap Boby.


" Jika tidak kau rawat saja lah Paviliun ini, setiap bulan aku akan membayar mu bagaimana? "Timpal Boby.


" Ah kau benar Bob, sebaiknya memang begitu. Biak lah mulai sekarang aku akan menjadi asisten mu. "Ucap Alettha semangat.


" Terserah kau saja, lagi pula Paviliun ini juga tidak ada yang menempati. Jadi suka suka hatimu saja lah. "Ucap Boby tersenyum.


Mereka berjalan kembali ke Paviliun, meneguk beberapa gelas air yang dibawa Alettha dari dapur. Alettha jauh lebih baik jika bersama Boby, mungkin dia pun akan jauh lebih bahagia bila bersama Boby.


Alettha sudah tidak pernah mengingat Alex atau segala sesuatu tentang dirinya dan Alex. Bahkan Alettha pun sudah terbiasa dengan Boby, mereka sering menghabiskan waktu bersama Boby pun lebih sering di Paviliun bersama Alettha.


"Sudah berapa hari aku disini, rasanya seperti di surga melihat bayak ke alamian disini. " Ucap Alettha.


Alettha sedang bermain air di sungai, dia melepas alas kakinya an memasukkan nya kedalam air sungai yang sangat jernih.


Boby sedang memancing disungai itu, mencari peruntungan sembari menghilang kebosanan menatap pepohonan. Dia sesekali menatap Alettha yang selalu tersenyum dengan bahagia.

__ADS_1


"Semoga senyuman itu tak akan pudar, meskipun kau tak bersama Alex. " Batin Boby.


__ADS_2