Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Ngidam


__ADS_3

Alettha yang lelah bermain dengan Leo pun mulai terduduk lesu, moodnya tiba-tiba hilang dan mulut nya terasa pahit.


"Kok jadi pengen mangga muda nya.. " Gumam Alettha.


Alettha melihat mangga yang masih muda dan terlihat sangat cantik tanpa cacat di tubuh nya, Alettha menatap pohon itu dengan lesu betapa tidak pohon itu terlihat sangat tinggi dari tubuh nya.


"Tante sedang apa, kenapa melihat pohon mangga terus. " Celetuk Leo.


Leo mendekati Alettha yang sedang memandang buah mangga yang terlihat sangat lebat disertai didepan gerbang rumah.


"Aku mau makan mangga itu Leo, tapi tante tak bisa mengambil nya. " Balas Alettha lesu.


"Yaa sudah tante tunggu di sini, akan aku ambil kan mangga itu untuk mu. " Gumam Leo.


Alettha tekejut mendegar ucapan Leo, Alettha yang orang dewasa saja tak sampai lalu bagimana dengan anak berusia 8 tahun.


"Leo tunggu dulu sayang, tidak usah kamu ambil mangga itu buat tante. Nanti jika om Andre sudah pulang biarkan dia saja yaa. " Ucap Alettha.


"Gak papa tante aku sudah biasa memanjat pohon, jika menunggu om Andre nanti tante kelamaan. " Ucap Leo tersenyum.

__ADS_1


"Kau ini keras kepala sekali nak, yaa sudah ambil kan satu saja untuk ku. " Balas Alettha.


Leo naik ke atas pohon mangga itu dengan sangat lincah, dia mentai ranting buah mangga yang besar dan hijau. Menjatuhkan nya lalu turun, dengan sigap Alettha menangkap tubuh mungil Leo.


"Terima kasih tampan, kamu anak baik besok kalau anak tante perempuan tante akan jodoh kan dengan mu. " Ucap Alettha.


Leo mengambil mangga yang terlihat besar itu lalu mencuci nya, memberikan kepada Alettha dengan senyuman yang terus mengembangkan di pipi mungil nya.


"Ini tante untuk mu, makan lah aku mau istirahat dulu. " Ucap Leo.


"Iyaa tidur lah Terima kasih ya Leo, anak baik tante Alettha. " Balas Alettha.


Menyantap mangga muda itu tanpa teras linu sama sekali, tiba-tiba bu Rosa datang lalu menegur Alettha yang sedang memakan mangga nya.


"Alettha kamu sedang apa nak? " Tanya bu Rosa.


Alettha terkejut lantas berdiri dan mengahadap ke arah mertua nya yang sedang memandang dirinya.


"Masaa sampai kaget aku, lagi makan mangga muda ma. " Balas Alettha.

__ADS_1


"Mangga muda kamu dapat dari mana Alettha, jika kamu bilang kan mama bisa beli kan tadik. " Ucap BU Rosa.


"Ngambil di pohon depan rumah ma, tadik di bantu Leo yang ngambil in. " Balas Alettha.


"Leo kamu suruh manjat pohon mangga Alettha? " Ucap Bu Rosa terkejut.


"Gak maaaa, Leo sendiri yang mau ngambil nya buat Alettha. Sekarang dia lagi tidur katanya capek. " Balas Alettha.


"Yaaa sudah lag makan mangga mu, mama juga mau istirahat. Badan terasa lelah dan capek banget. " Ucap Bu Rosa tersenyum.


"Iyaa maaa istirahat lah, aku mau ngabisin mangga ku dulu. " Balas Alettha.


Bu Rosa pergi menuju kamarnya, sebenarnya bu Rosa belum menerima kehadiran Alettha sepenuh hatinya dia hanya mengharap anak yang sedang dikandung oleh Alettha.


"Menjijikkan sekali harus berpura-pura baik pada wanita itu, tunggu sampai kau melahirkan akan ku lempar kau keluar dari kehidupan anak ku. " Gumam bu Rosa sinis.


Alettha menyantap mangga muda nya dengan hati bahagia, suasana hatinya kian membaik dengan perubahan mertua nya yang mulia menyayangi dirinya.


"Seandainya ada bunda mungkin aku lebih bahagia, tapi gak papa sekarang ada mama Rosa yang sayang pada ku. " Gumam Alettha.

__ADS_1


__ADS_2