Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Selamat Tinggal Selamat Jalan


__ADS_3

Alettha dan Boby berjalan terburu buru di lorong rumah sakit, saad mendapatkan telepon dari rumah sakit jiwa membuat Boby segera menemui Alettha untuk segera ke rumah sakit.


"Ayo cepat aku rasa bayinya sudah lahir Alettha. " Ucap Boby.


Mereka berhenti di ruangan bersalin dan sudah ada dokter yang menunggu mereka.


"Maaf dok kami terlambat, apa ibu dan bayinya selamat? Tidak terjadi apa apa kan pada mereka. " Ucap Alettha.


"Ibu dan bapak tidak usah khawatir, ibu dan bayi selamat. Bayinya berjenis kelamin Perempuan silakan bapak dan ibu masuk sudah ada suster yang menjaga nya. " Balas Dokter paru baya itu.


Alettha dan Boby segera masuk kedalam ruangan bersalin, terlihat Gisel yang masih tertidur dan ditemani dua orang suster.


"Suster, boleh saya melihat bayi itu? " Ucap Alettha.


Sang suster tersenyum memandang Alettha, Alettha lantas mendekati box bayi berwarna putih itu memandang gadis mungil yang sedang tertidur.


"Cantik sekali gadis ini, ya ampun gemes deh. Lihat lah Boby. " Pekik Alettha.


Boby menghampiri Alettha yang sedang tersenyum, menatap bayi itu yang terlihat cantik dengan pipi yang cuby.


"Maaf Pak siapa diantara kalian yang akan mengurus bayi ini, karena ibu nya tidak bisa merawat dirinya. " Ucap suster itu.


Alettha dan Boby saling pandang, sejujurnya mereka pun sama bingung nya dengan suster tidak mungkin jika Gisel yang seorang pasien RSJ merawat seorang bayi.


"Maaf suster bisa beri kami waktu sebentar, kami akan berbicara dahulu baiknya bayi ini bagaimana. " Ucap Alettha.


Alettha dan Boby memutuskan keluar dari ruangan bersalin itu, saling bertatapan dan bingung tidak mungkin jika mereka merawat bayi itu sendiri.

__ADS_1


"Apa kau ada ide? Tak mungkin jika kita merawat gadis kecil itu. Kita juga tidak mungkin membiarkan anak itu ditaruk dipanti Boby. " Ucap Alettha.


"Aku pun tidak bisa berkata apa apa Alettha, mau bagaimana lagi tidak mungkin kita merawat seorang bayi kan. " Balas Boby.


Akhirnya Alettha dan Boby memutuskan untuk menyerah kan bayi itu kepada pihak Panti Asuhan.


Gadis cantik dan malang itu mereka beri nama Gresia Anastasya gadis kecil yang Malang yang terlahir dari ibu yang tidak bisa merawat nya.


"Maafin tante Gresia, tante tidak bisa merawat mu. Kamu jangan khawatir kita akan selalu menjenguk mu di sanah. " Ucap Alettha.


Alettha mengecup kening bayi yang baru saja lahir itu, memberikan bayi itu kepada seorang suster yang terlihat sudah berkepala 4.


"Kami permisi pak buk, semoga bayi ini bisa di adopsi oleh kedua orang tua yang baik. " Ucap suster itu.


Alettha dan Boby melepas kepergian Gresia dengan sedih, hati nya terasa sakit saat mengingat kelak anak itu tidak akan mengenal siapa ayah dan ibunya.


"Percaya lah Alettha, kelak dia akan jadi anak yang sukses. Ayo pergi kita harus melihat keadaan Gisel dahulu. " Balas Boby.


Alettha menganguk lantas berjalan beriringan dengan Boby menuju rumah sakit dimana Gisel dirawat.


Saad tiba dirumah sakit Alettha dan Boby sudah ditunggu oleh seorang dokter yang membantu persalinan Gisel tadik.


"Maaf Pak buk, bisa ikut dengan saya sekarang? " Ucap sang dokter.


Alettha dan Boby menganguk mengekori sang dokter yang berjalan dengan cepat, terlihat Gisel yang sedang menangis kesakitan.


"Gisel... Dokter apa yang terjadi pada nya kenapa dia kesakitan? " Guamam Alettha.

__ADS_1


"Pasien Gisel mengalami Pendarahan hebat dan kami sudah tidak bisa membantu lagi, dia ingin bertemu dengan kalian. " Ucap dokter.


Alettha dan Boby lantas masuk dan mendekati Gisel, Alettha begitu terpukul melihat sahabat baiknya tergeletak tak berdaya.


"Maaf kaan aku Alettha... Aku bayak salah sama kamu. " Ucap Gisel.


"Sttttttt siapa yang bilang seperti itu? Kita tetap lah seorang sahabat baik. " Ucap Alettha tersenyum.


Alettha menghapus air matanya yang terus saja mengalir deras.


"Aku titip anakku padamu, Aku tahu kamu orang baik Alettha jadi kamu pasti mau merawat bayiku seperti anak mu. " Ucap Gisel.


"Kamu bisa apa, cepat lah sembuh Gisel kita akan merawat nya bersama. " Balas Alettha.


Gisel mengengam tangan Boby erat, dia menatap pria yang sangat dia cintai itu dengan pedihan dimata sendu nya.


"Maaf kan aku Gisel, aku tidak bisa menepati janji ku untuk selalu ada bersama mu. " Ucap Boby berderai air mata.


"Aku titipkan Bayiku pada kalian.... " Ucapan terakhir Gisel.


Mata tertutup perlahan pen gangan tangan nya mulai meregang dan terhempas ke udara, hal itu lantas membuat Alettha terjatuh ke lantai rumah sakit yang dingin.


Kini sahabat nya sudah tidak merasakan sakit atau pun depresi lagi dia akan tenang didunia barunya.


"Selamat tinggal selamat jalan sahabat ku. " Gumam Alettha kehilangan kesadaran nya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA TELAN FAVORIT JUGA NYA TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2