Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Melupakan Sejenak


__ADS_3

"Kau tahu Boby, aku sangat bahagia bersama mu. Terima kasih. " Ucap Alettha pada Boby.


"Syukur lah jika kau bahagia, Alettha surat dari pengadilan sudah dikirim ke kantor Alex. Sidang pertama akan di lakukan tanggal 20 Februari 2022 besok. " Ucap Alex.


"Bagus lah, lebih baik seperti itu. Toh dia akan tetap bersama Sandra. " Ucap Alettha.


Alettha kembali bermain air disungai, dia tak mau memikirkan hal yang dapat membuat nya tak bisa bahagia. Lebih baik sendiri dari pada bersama namun hati ya tak dimiliki.


"Kemari Boby, lihat bayak sekali ikam disana. " Pekik Alettha pada Boby.


Boby lantas turun mendekati Alettha, duduk di samping Alettha menikmati sore hari yang tenang. Mereka bermain tanpa terlihat sebuah beban di pikiran dan hati mereka.


"Ayo pulang hari sudah semakin senja, perutku terasa lapar. " Ucap Boby memegang perutnya.


"Ha ha ha Baik lah, ayo pulang. Aku juga sudah lelah bermain. " Ucap Alettha.


Mereka berjalan beriringan menuju Paviliun Boby, sembari menikmati senja sore dan angin yang menerpa tubuh basah mereka.


"Ayo cepat, siap yang lama datang dia akan memasakkan makan malam" Ucap Boby berlari.

__ADS_1


"Heyyy... kau curang, awas kau yah... " Pekik Alettha mengejar Boby.


"Kejarlah aku jika kau bisa, hari ini masakan makan untuk ku. " Ucap Boby tersenyum.


"Haaaa kau ini curang, aku kan belum siap. Astaga menyesal sekali kau ini. " Sungut Alettha.


"Sudah lah cepat masak, aku lapar. Eh tunggu sebaiknya kita mandi dulu, setelah itu kau masak lah. " Ucap Boby pada Alettha.


Alettha melangkah ke dalam kamarnya, mandi berendam air hangat di bathup dikamarnya. Sejenak dia tersenyum bahagia, karena dia bisa melupakan Alex sejenak.


Alettha memakai baju tidur berwarna biru muda, sebelum pergi Alettha dan Boby pergi ke sebuah mall membeli pakaian baru untuk Alettha.


"Baik lah mungkin aku kan memangkas rambut ku saja besok, biar Boby yang memangkas nya. " Ucap Alettha mengulung rambutnya asal.


"Seperti nya aku hanya sebentar mandinya, kok dia sudah membuat makanan dan teh hangat. " Batin Alettha duduk di meja makan.


"Ada apa kau memandang ku begitu ha, apa aku terlalu tampan sekarang. " Ucap Boby mengoda Alettha.


"Ah iya sungguh tampan, tak terduga.. " Ucap Alettha memutar bola matanya.

__ADS_1


"Kau ini, sudah makan lah itu aku buat khusus untuk mu. " Ucap Boby duduk di depan Alettha.


"Apa aku lama mandi nya, kok semua sudah siap? " Tanya Alettha.


"Sangat lama apa kau tidak tahu, perut ku terasa sakit menunggu mu selesai mandi. Jadi aku memasaknya sendiri saja. " Ucap Boby.


"Benarkah aku mintak maaf Boby, besok pagi aku akan memasak untuk mu. " Ucap Alettha menyesal.


"Iyaa kau harus bangun pagi, besok kau masak sarapan lalu olaraga pagi bersama ku. " Ucap Boby.


"Siap bos, ayo makan aku sudah lapar. " Ucap Alettha.


Mereka makan dengan hening hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring.


Setelah makan mereka memutuskan duduk di luar menikmati teh hangat dan cemilan ringan.


"Boby, apa Alex tak akan menemukan kita disini? " Ucap Alettha.


"Tidak akan pernah Alettha, hanya aku dan kau saja yang tahu paviliun ini. Alex tidak akan pernah bisa menemukanku bahkan jika dia mengerahkan semua anak buahnya. " Ucap Boby tersenyum.

__ADS_1


Alettha merasa lega mendengar ucapan Boby, dia menikmati teh hangat dan cemilan ringan dengan bayak bercerita dan bercanda gurau dengan Boby.


Hatinya kembali menghangat mendapatkan perlakuan manis dan hangat dari Boby. Sejenak dia bisa melupakan Alex dan persoalan tentang rumah tangga mereka kedepannya.


__ADS_2