
"Alettha tunggu kau mau kemana... Tidak Alettha Aletthaaaaaaaaaa. " Teriak Andre.
Dia bermimpi Alettha pergi ke sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata, kering membasahi tubuh nya Andre segera bangkit dari tidur dan berjalan menuju dapur.
Andre mengambil secangkir air dingin lalu meneguk sampai habis, kini pikiran ya tertuju pada Alettha.
"Apa terjadi sesuatu pada sayang, besok aku akan menjenguk mu. " Gumam Andre.
Pagi pagi sekali Andre sudah siap dengan setelah kerja nya, hari ini dia akan pergi ke rumah sakit terlebih dahulu untuk melihat perkembangan Alettha.
"Selamat pagi tuan, sarapan sudah siap. " Ucap Bik Sum
"Hari ini aku tidak sarapan, bibik dan Tania saja yang sarapan. Aku pergi dulu. " Ucap Andre.
Bik Sum menatap sang majikan dengan tatapan kasihan, sudah lebih dari dua bulan dia selalu melihat kesedihan dimata Andre.
"Semoga Nyonya lekas sembuh, kasihan tuan Andre dan non Aurora. " Gumam Nya.
Andre berkendara dengan cepat entah kenapa perasaannya begitu tidak enak akan Alettha, dia merasakan akan terjadi sesuatu pada Istrinya.
Setelah perjalanan lebih dari 1 jam Andre sampai di rumah sakit dan langsung bergegas menuju ruangan VIP Alettha di lantai tiga rumah sakit itu.
Dengan terburu buru dia menekankan tombol lift, setelah tombol terbuka Andre segera menuju ruangan Alettha.
Andre terkejut saad memasuki ruangan itu dan melihat Sandra dan ibunya sedang mendekap Alettha yang tidak sadarkan diri dengan bantal, mereka terkejut melihat kedatangan Andre.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan, apa kalian sudah gila. " Teriak Andre marah.
Dengan sigap Andre mengambil bantal yang dipegang oleh Sandra, kemudian satu tamparan mendarat mulus di pipi cantik nya.
PLAK
Sandra dan ibu terkejut dengan yang dilakukan Andre pada Sandra, Sandra memegang pipinya yang terasa panas.
"Kenapa kau menampar Sandra Andre? " Bentak Bu Rosa.
"Harus kah aku menjatuhkan dirinya dari jendela ini. " Balas Andre.
Andre menekan tombol darurat dan seorang dokter dan suster datang segera, mereka terburu buru lalu memeriksa Alettha.
"Kalian pergi dari hadapan ku, atau aku tidak akan menggunakan akal sehat ku untuk membuat kalian jauh lebih menderita dari Istri ku. " Ancam Andre.
Pergerakan mulai terlihat di ujung jari Alettha, dia merespon sentuh dokter pada tubuh nya.
"Dokter lihat lah dia bergerak, apa dia kan segera sadar? " Tanya Andre.
"InsyaAllah pak Andre, bapak harus sabar menunggu pasti ada keajaiban yang datang. " Ucap dokter itu.
Andre mengobrol sejenak bersama dokter itu, sedang Alettha sedikit sedikit membuat mata nya dan melihat Andre untuk pertama kalinya.
"Andre... " Gumam Alettha.
__ADS_1
Semua orang diruangan itu melihat ke asal suara dan terkejut saad Alettha membuka mata perlahan, Andre segera berlari menghampiri Alettha dengan air mata.
"Sayang kau sadar, bangun lah Alettha aku merindukan mu Sangat merindukan mu. " Ucap Andre memeluk Alettha dengan erat.
"Ini adalah sebuah keajaiban pak Andre, selamat atas kesadaran Istri anda. " Ucap Dokter.
"Jadi apa istri saya bisa kembali sembuh dokter? " Tanya Andre.
"Iyaa ibu Alettha dinyatakan sembuh secara total pak Andre, semua nya sudah berjalan dengan normal dan semestinya. " Ucap dokter tersenyum.
"Terima Kasih karena dokter sudah merawat Istri saya dengan baik. "Ucap Andre.
" Itu tugas kami pak dan Tuhan yang men rencakan. "Ucap Dokter.
Dokter itu pergi dari ruangan Alettha dengan senyuman di wajahnya, menatap pasien yang baru saja sadar itu.
" Heyyy kamu mau apa sayaang, katan? "Tanya Andre.
" Anak aku dimana Andre, apa dia selamat? "Ucap Alettha bergetar.
" I.. iyaaa, dia ada dirumah sekarang, cepat lah sembuh dia merindukan mu. "Ucap Andre.
Alettha tersenyum sembari memeluk Andre dengan hari, Andre bahagia melihat kesadaran Istri nya itu.
" Maaf kan aku Alettha aku tidak ingin membuat luka baru jika sampai kau tahu, anak kita sudah meninggal. "Batin Andre.
__ADS_1
Air mata menetes begitu saja dari pelupuk mata Andre, kini penantian nya akan kesadaran istri tercinta membuah kan hasil.