
"Ok Aletta semangat, sekarang kamu harus bisa melakukan semua nya sendiri. " gumam Aletta.
Setelah selesai merapi kan pakaian Aletta bergegas keluar menuju dapur, dan disana sudah ada wanita paru baya sedang memasak.
"maaf saya Aletta pembantu baru disini.. "
Wanita paru baya itu menghentikan aktivitas nya, menoleh ke arah Aletta, dengan senyuman dia menyapa Aletta ramah.
"oh kamu pembantu baru ya, cantik sekali... saya mbok Ayu, pembantu kepercayaan keluarga Wijaya. Pangil aja mbok nak, semoga kamu betah disini ya. "
"iya mbok.. Biar saya bantu yaa, saya suka sekali kalau disuruh masak.. "
"eh eh nanti dulu nak, kamu mau masak dengan rambut mu yang panjang... "
"ah iyaa lupa, biar ku ikat dulu rambut ku mbok... "
Aletta mengikat rambutnya asal, dan memperlihatkan wajahnya yang cantik.
"kamu itu cantik loo, kok malah jadi pembantu.. "
"gak papa modal cantik saja tak bikin perut kenyang mbok, hari ini masak apa mbok... "
mbok Ayu terkekeh pelan mendengar tutur kata Aletta yang lembut.
"masak sayur sop kesukaan den Alex dan Rayen.. "
"mereka itu pengusaha ya mbkk... "
Ucap Aletta sembari membersihkan sayuran.
"iyaa, mereka menerus kan usaha leluhur nya, sedang kan den rayen lebih suka bermain main dari pada mempermaju usaha mereka. "
"apa pak Alex belum menikah mbok, kok rumah ini begitu besar dan sepi.. "
"Den Alex tipe orang yang susah memiliki wanita, dia hanya suka bersenang-senang tanpa mau terikat. "
Mereka masak dengan bayak bercerita tentang majikannya,bercanda seprti ibu dan anak.
Alex masuk kedalam rumah dan tak sengaja pandang nya tertuju pada Aletta, dengan kulit putih bersih nya wajahnya yang cantik dan rambut panjangnya membuat Alex terpanah.
"Cantik sekali gadis itu, aku tak yakin dia dari kelangan bawah. " batin Alex
Alex lantas membuang mukanya saad Aletta menatapnya, Alex berjalan ke lantai atas ruang kerja nya.
"kenapa dia menatap ku lalu pergi.. " batin Aletta.
Aletta melanjutkan masakan nya dan sesekali bercerita dengan mbok Ayu.
Mbok Ayu sendiri sudah lama mengabdikan dirinya dikeluarkan Wijaya, wanita berusia 55 tahu itu dengan tubuh nya yang agak gemuk dan cara bicara nya yang lembut membuat Aletta nyaman.
" sudah selesai kamu susun di meja makan, sebentar lagi malam malam... "
Aletta menganguk tanda mengerti, dengan sigap Aletta meletakan semua makanan diatas meja.
Menara nya dengan rapi.
Tibaa tiba Rayen datang dan melepaskan ikat rambut Aletta, membuat Aletta terkejut dan rambut nyaa turun sampai ke pinggang nya.
"Astaga..... "
Rayen nampak terdiam sesaat, melihat Aletta dengan rambut tergerai panjang membuat dada nya berdesis.
"Kenapa nie dada gue... " batin Rayen.
"Astaga kau ini kenapa, kalau rambutku masuk kedalam makanan gimana... "
Aletta nampak kesal dengan tingkat Rayen, sedangkan Rayen tak henti menatap Aletta.
"Sudah sudah den Rayen jangan menggangu Aletta, dia sedang bekerja... "
"Emm gak sengaja, gitu doang sewot amat hidup loh.. " ucap Rayen berlalu pergi.
"astaga kekanak-kanakan banget si mbok dia itu, menyebal kan mana iket rambut ku dibawak... "
__ADS_1
Aletta nampak kesal dan mengikat rambutnya asal asalan.
Mbko Ayu hanya tertawa melihat tinggi majikan dan pembantu baru itu.
"Den Rayen memang begitu, kamu harus terbiasa dengan keusilan dan terkadang kejahilan yang tak bisa ditoleransi Aletta.. "
Aletta terus saja mengomel sembari menatap piring dan sendok di meja makan.
"sudah jangan ngomel terus, cepat kamu naik keatas dan panggil den rayen dan den Alex.. "
"di lantai atas ya mbok, mbok aja ah aku takut sama pak Alex.. "
"loh kok takut, udah sana biar kamu hapal juga rumah ini.. "
Aletta menurut lalu berjalan menuju lantai atas, ada 4 kamar di lantai atas. Dan setiap kamar bertulis kan pemiliknya.
"oh kamar itu punya laki laki idiot tadi {Rayen}
Itu kamar pak alex {Alexander}
itu ruang kerja ngapain ditulis {UANG}
ada ada aja mereka ini, dan itu kamar sandra.. sandra siapa, nanti ku tanya mbok ayu. "
Aletta menatap setiap kamar dilantai atas dan membaca setiap tulisan di depan pintu.
"sebaiknya aku ke kamar Rayen."
tok tok tok
"apaaaaaaaa...... "
Aletta sampai terkejut dengan teriakan Rayen didepan pintu.
"kau ini,, turun lah makanan sudah siap. "
Aletta benar-benar kesal dengan Rayen, saad ingin pergi Aletta teringat ikat rambut nya.
"kenapa kau masih disini, pergi sono ntar gue turun. "
"tunggu tunggu, balikin ikat rambut ku... "
"ikat rambut apaa, sudah ku buang noh di tong sampah... "
Ucap Rayen sembari menutup pintu kamarnya.
Aletta lantas mengelus dadanya, Aletta benar-benar sebal dengan anak itu.
Walaupun usia mereka seprti nya tak beda jauh tapi sifat kekanak-kanakan Rayen benar-benar menguji sabar.
Aletta lantas menuju kamar Alex.
Saad ingin mengetok pintu Aletta malah mendorong pintu terbuka, ternyata pintu kamar Alex tak dikunci.
"awwwwwwww.... "
Pekik Aletta, dia terjatuh ke atas lantai marmer dingin dikamar Alex.
"apa yang kau lakukan... " ucap Alex.
Aletta lantas segera berdiri dan menatap Alex, Aletta terkejut menatap Alex hanya di balut handuk di pinggangnya. Membuat Aletta segera berbalik badan, dia kini benar-benar malu.
"maaf maaf Pak, saya tadi berniat untuk mengetok pintu tapi pintunya tidak tertutup..
"
"pergii aku akan turun... eh tunggu, lain kali ikat rambut mu dengan benar atau aku akan memotongnya. "
Aletta lantas mengaguk tanpa menatap Alex, dan pergi berlalu dari kamar Alex.
"habis lah kau Aletta, baru kerja sehari udah bikin kesalahan... " rutuk aletta.
"kamu kenapa, kok berjalan sambil bergumam tak jelas... "
__ADS_1
"gak papa mbok ada kesalahan tadik, tapi gak papa. aku kekamar dulu ta mbok mau ngambil iket rambut. "
"iyaa.. pergi lah cepat setelah ini kita makan. "
Aletta menganguk dan pergi berlalu ke kamar nya.
"selamat malam den aAex, kok den Rayen belum turun. "
"malam mbok... duduk dan makan lah. Dimana Aletta.. "
"Aletta sedang mengambil ikat rambut nya den...."
"malam mbokkkkkmk... "
Teriak Rayen dari lantai atas mengenai diseluruh rumah.
"Berhenti lah bersikap seperti anak kecil Rayen.. " ucap Alex datar.
"sudah ayo duduk makan lah, biar tidur nyenyak.. "
"kemana pembantu baru itu... "
"nah itu diaaa.. "
Aletta baru saja keluar dari kamarnya, dan kaget saad mereka semua menatap nya.
"emz maaf... "
"duduk lah, makan bersama... "
Aletta terkejut mendengar perkataan Alex, bagaimana mungkin pembantu dan majikan berasa di atas meja yang sama.
"kau tuli atau apa... "
Aletta lantas buru buru bejalan dan duduk.
mbok Ayu nampaknya sudah biasa, Aletta lantas makan dengan biasa seperti mbok Ayu.
Mereka makan dalam diam, tak ada suara selain piring dan sendok beradu.
"mbok nanti antar kopi ke ruang kerja ku, aku bayak kerjaan.. "
"siap den.. "
"aku juga antara kan susu hangat mbok, tapi taman yaa... "
"siap den.. "
"apa kau liat liat.. "
Aletta menampilkan wajah kesal nya pada Rayen.
Mereka berdua berlalu sendiri sendiri, Aletta dan mbok Ayu membersihkan meja makan mencuci piring dan membuat pesannya tuan muda.
"ndok nanti kamu bawak ini ke ruangan den Alex ya... mbok anter ke taman buat den Rayen.. "
"oh ok mbok sekarang... "
"iyaaa ini kopinya.. "
Aletta berjalan menuju ruang kerja Alex, Aletta masih terbayang kejadian bebrapa jam lalu membuat nya malu.
tok tok tok
"maaf Pak Alex saya mengantarkan kopi anda.. "
"masuk lah tak dikunci... "
Aletta masuk kedalam ruang kerja aAex, ruangan itu begitu besar dengan bayak buku dan sofa menuju ke luar.
"ini kopinya, apa ada yang Anda butuh kan lagi.. "
"tidak ada Terima kasih.. "
__ADS_1
Aletta lantas pergi meninggalkan ruang kerja Alex.