Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Menata Masa Depan


__ADS_3

Satu minggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahan yang cukup meriah dan megah kedua pengantin pun sudah mulai sibuk menyiapkan gaun dan juga dekor pernikahan mereka.


Raut wajah bahagia begitu terpancar di wajah Andre tak kalah kini kedua putri nya akan menjadi seorang istri dari pemuda yang sudah mereka pilih, melihat canda tawa Aurora dan Gresia yang sedang mencari gaun pengantin membuat nya teringat akan Alettha.


"Bunda kalian akan jauh lebih bahagia jika dia masih disini, ini adalah impian nya melihat kedua anak kesayangan nya berada dipelaminan dan memakai gaun pengantin yang indah. " Gumam Ande mengingat Alettha.


Gresia nampak tertawa saat gurauan Aurora pada Zahra yang membuat suasana ruang tamu itu lebih ramai, Andre mendekati mereka dan membuat mereka terdiam karena suara bising mereka menyita perhatian Andre.


"Strttt.. Ayah sejak kapan ayah disini? Apa kamu membuat ayah terganggu?, itu suara Gresia dan Aurora mereka terus saja mengejekku. " Sungut Zahra mendekati Andre.


"Kau ini.. " Ucap Gresia mendeliki.


"Sudah lah ayah tidak terganggu kok, ayah bahagia melihat kalian kembali bersama dan menyiapkan hari bahagia bersama. " Ucap Andre mengelus puncak kepala Zahra.


"Ya... tinggal menunggu Zahra saja.. " Gumam Andre yang membuat Zahra menjadi sebal.


"Nah betul itu yah, dari pada menunggu yang tidak pasti.. " Sahut Aurora dengan tawanya.

__ADS_1


Zahra nampak mengerucut kan bibir nya sebal tanpa ingin membalas ucapan kedua saudara nya yang terus menggoda nya itu, Andre menatap gambaran gaun pengantin yang sudah dipilih oleh anak anaknya.


"Gaun ini bagus Aurora, kamu pintar memilih warna yang sesuai dengan keperibadian mu.. "


"Tentu ayah Terima kasih. "


"Ayah bahagia dengan gaun yang aku pilih itu tidak kalah bagus dengan yang dipilih oleh Aurora, lihat lah.. " Ucap Gresia menyodorkan gambar gaun berwarna putih miliknya.


"Ini juga bagus semua nya bagus dan lebih bagus lagi jika kalian segera datang ke butik dan mengatakan sendiri pada desainer nya, lagi pula pernikahan kalian tinggal menghitung hari. Dirumah juga sudah ramai orang datang mendekorasi semua nya. "


"Iyaa aku juga akan mengubungi Bagas sebaiknya kita percepatan pernikahan tinggal 3 hari lagi, kita masih santai dan memilih semua ini.. "


Ande hanya tersenyum menatap kedua anaknya yang pergi berlalu dari hadapan nya dengan kesibukan mereka sendiri.


"Sebentar lagi rumah ini akan begitu sepi saat hari pernikahan mereka telah usai, anak anakku akan pergi bersama suaminya. " Batin Andre menatap panjangan poto besar di ruangan tamu itu.


"Ayah aku akan ikut bersama mereka, ayah baik baik dirumah nya.. " Ucap Zahra meninggal kan Andre yang hanya tersenyum.

__ADS_1


"Hey.. tunggu aku.. " Pekik nya menyusul kedua calon pengantin itu.


Mereka pergi meninggalkan rumah dengan bahagia dan canda tawa yang nantinya akan mereka rindukan saat nanti gelar baru sudah mereka sandang.


"Permisi pak Andre apa ada lagi yang harus kamu rubah pak? " Ucap seorang pria menghampiri Andre.


"Ada.. " Gumam nya menatap foto keluarga nya.


Andre menyuruh pria itu untuk menggantikan poto keluarga mereka beberapa tahun lalu dengan poto keluarga yang baru, hanya ada Andre Aurora Gresia Zahra dan juga Leo.


Kini Andre sudah bisa melupakan masa lalu nya bersama dengan Alettha dan juga Ayumna kepergian mereka sudah cukup lama dan dia berfikir jika lebih baik jika dia hanya menatap masa depan tanpa berbalik ke masa lalu.


Semua poto Alettha dan Ayumna dia simpan rapi di dalam kamar Ayumna yang sudah lama tidak berpenghuni, semua yang ada disana sama seperti saat pertama kali gadis itu meninggalkan rumah bahkan surat nya pun masih ada diatas meja.


"Kini saat nya kita menata masa depan anakku Ayumna dan istri tercintaku Alettha, sebentar lagi anak anak itu akan memilih kehidupan baru dan bahagia bersama pemuda yang mereka pilih. " Ucap Andre memeluk poto dirinya bersama Ayumna dan Alettha.


"Sudah sekian lama sejak kepergian mu aku tidak pernah bisa merasakan kebahagiaan dan kehangatan dan kini aku sudah mulai bisa melupakan mu dan merasakan kembali kebahagiaan itu sayang. " Timpal Andre.

__ADS_1


__ADS_2