Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Aku Sudah Memilih Nya


__ADS_3

Bagas menghubungi Gresia beberapa kali namun tidak ada jawab dari gadis itu dia merasa bersalah telah berkata kasar pada gadis itu, Bagas tidak tahu apa yang sedang dirasakan Gresia hingga dia hanya mementingkan egonya sendiri.


"Angkat Gresia kamu dimana, apa kau marah padaku? " Ucap Bagas terus saja menghubungi Gresia.


Siaran televisi nampak sedang membicarakan tentang kematian Ayumna yang di bunuh oleh saudara angkat nya sendiri, semua berita terus saja menayangkan semua permasalahan itu.


Sedangkan rumah Gresia di malam hari begitu ramai oleh para wartawan yang datang untuk mencari informasi tentang kebenarannya, Leo berada di luar meminta agar para satpam untuk tidak memperbolehkan mereka masuk.


"*Den Leo bagaimana ini den? " Ucap satpam rumah Gresia.


"Jangan sampai ada diantara mereka yang masuk kedalam rumah pak, saya akan menghubungi polisi untuk berjaga di luar gerbang. " Seru Leo menghubungi Willi agar membawa polisi ke rumah Gresia.


"Gresia bagaimana ini semua wartawan terus saja memaksa masuk, aku harap ayah tidak terganggu dengan semua ini. " Ucap Zahra panik.


"Kamu tenang saja Zahra, ada Leo diluar dia pasti bisa membuat wartawan itu pergi. " Gumam Gresia mencari keberadaan ponselnya.


"Dimana ponsel ku.. Astaga. " Ucap Gresia sebal.

__ADS_1


"Berada di meja makan. " Seru Leo yang baru saja masuk kedalam.


"Ah iya... " Gumam Gresia berjalan menuju ruang makan dan menemukan ponselnya.


"Bagas menghubungi ku berkali kali dia pasti ingin bertanya tentang perihal semua ini. " Timpal Gresia yang segera menghubungi Bagas*.


Leo yang ingin menghampiri Gresia segera menghentikan langkah nya saat tahu Gresia sedang menghubungi Bagas.


"*Hemz aku baik baik saja, maaf karena aku sudah marah padamu. " Gumam Gresia.


"Tidak dirumah banyak wartawan yang ingin mencari informasi tentang masalah ini, aku tidak ingin merepotkan mu. " Seru Gresia.


"Tidak masalah sayang, aku akan ke sana. Sampai nanti. " Ucap Bagas mematikan hubungan ponselnya*.


Gresia berbalik dan menatap melihat Leo yang sedang bersandar di dinding rumah nya dengan santai, Gresia berjalan ingin menemui Zahra di ruang tengah yang sedang sendiri. Namun dengan cepat Leo mencekal lengan Gresia dan membuat gadis itu berada dipelukan nya.


"*Aww Leo lepaskan aku.. " Ucap Gresia mendorong dada bindang Leo.

__ADS_1


"Entah lah kenpa aku ingin marah padamu.. " Ucap Leo tegas.


"Kenapa? Aku tidak merasa bersalah padamu.. Ayo lah Leo lepaskan aku, aku ingin bertemu dengan Zahra tak enak jika ayah melihat kita seperti ini. " Seru Gresia berusaha melepaskan diri dari Leo*.


Namun tenaga Leo jauh lebih besar dibandingkan dengan tenaga Gresia walaupun gadis itu memberontak tetap saja tidak membuat Leo melepaskan nya, Leo mendekati wajah Gresia yang yang terlihat semakin kesal.


Leo menatap tajam mata hitam Gresia yang membuat dirinya terpesona sejak kecil, mendekati wajahnya cantik natural itu dengan perlahan menatap bibir merah muda yang mengoda nya sedari tadi.


Namun saat Leo hendak mencium bibir itu Gresia segera memalingkan wajahnya dia teringat bahwa dia dan Bagas sudah memiliki ikatan,Zahra pun memperingati dirinya untuk tidak membuat harapan lebih pada Leo.


"*Kenapa kau menolak ku? " Ucap Leo.


"Lepaskan aku Leo, aku tidak bisa membiarkan orang lain menyentuh ku seenaknya. Aku sudah memilih Bagas sebagai calon suami ku jadi aku harap kamu bisa membuat jauh perasaan mu itu. " Ucap Gresia tegas.


"Apa semudah itu kamu melupakan ku, aku mencintaimu mu Gresia memendam rasa selama 20 tahun dan ini balasan mu.. " Seru Leo melepaskan tubuh Gresia dengan kasar*.


Gresia nampak tersentak dengan apa yang dilakukan oleh Leo padanya, dia tidak mengira jika Leo akan berlaku kasar padanya. Hatinya sakit terasa teriris begitu tajam menatap punggung kokoh itu yang pergi dari hadapan nya.

__ADS_1


__ADS_2