
Ayumna baru saja sampai rumah nya dengan perasaan yang kurang baik, Ayumna memasuki rumah dan terkejut saat melihat Alettha ibunya terlihat sangat marah padanya.
"Selamat sore bun... " Ucap Ayumna terpotong.
Satu tamparan mendarat mulus pada pipinya Alettha yang setiap saat selalu berlaku lemah lembut dan menyayangi dirinya, kini entah kenapa menampar dirinya dengan begitu kuat.
Terasa panas terasa begitu pada Pipi Ayumna, Ia nampak memegang pipinya yang memerah dan panas karena tamparan ibunya. Ayumna menatap Aurora yang terdiam menatap dirinya.
"Bunda aku salaah apa sama bunda, aku merasa aku tidak tidak berbuat salah bun.. " Ucap Ayumna bergetar.
"Tidak bersalah kamu bilang, Ayumna apa bunda mengajar kan pada mu untuk berbuat buruk pada saudara mu haaa... " Bentak Alettha.
"Bunda sudah tahu semua nya dari Aurora, bahkan kamu dan teman lelaki mu itu sudah membuat Aurora malu dan sakit hati Ayumna. Apa maksud dari semua ini nak. " Timpal Alettha.
Ayumna menatap Aurora dengan kemarahan yang besar pada masa.
"Aku tidak melakukan apa pun bunda, aku hanya menolong dirinya untuk mendapatkan laki-laki yang sangat dia impikan itu saja. Aku hanya ingin saudara ku bahagia. " Ucap Ayumna sembari menagis.
"Tapi cara kamu itu salah Ayumna, harus kah kamu ikut campur dengan hubungan atau urusan saudara mu. " Bentak Alettha.
__ADS_1
"Terserah bunda aku capek, aku benci kamu Aurora. " Teriak Ayumna.
Ayumna berlari dari hadapan Alettha dan Aurora menuju kamarnya, dirinya begitu terpukul dengan perlakuan kasar Alettha padanya.
"Ada apa dengan Ayumna ku, kenapa dia kini tumbuh dengan tidak baik. " Gumam Alettha.
Aurora berdiri dan mendekati Alettha yang menangis, Aurora sebenarnya juga kaget saat Alettha memberikan sebuah tamparan untuk Ayumna.
"Maafin Aurora bunda, gara-gara aku Ayumna marah pada bunda. " Gumam Aurora.
Alettha hanya terdiam dan memeluk Aurora dengan sayang, kemudian meninggalkan dirinya sendiri untuk menuju kamarnya menenangkan pikiran nya yang sedang memburuk.
Didalam kamar Ayumna begitu kecewa dia melampiaskan dengan menghancurkan semua barang barang nya, Ayumna kecewa pada Aurora maksud hati ingin menolong malah dirinya kini dapat masalah dengan ibunya.
Ayumna menangis dengan keadaan kamar yang sangat berantakan, terdengar suara pintu kamar nya diketuk oleh seseorang. Namun Ayumna tidak menghiraukan semua itu.
"Ayumna aku mintak maaf, aku tidak mengira jika bunda sampai menampar mu. " Ucap Aurora dibalik pintu.
"Pergi lah aku tidak ingin bertemu dengan mu apa lagi berhubungan dengan mu, lakukanlah semua dengan sesuka hati mu aku tak peduli. " Teriak Ayumna marah.
__ADS_1
Aurora benar-benar menyesal telah mengadukan semua ini pada Alettha dia tidak menyangka jika akan jadi serumit ini, dia hanya ingin Ayumna mengerti namun malah semakin membuat mereka tidak sejalan lagi.
"Aku mintak maaf Ayumna, aku mohon maafkan aku. " Gumam Aurora.
Aurora meninggalkan kamar Ayumna dengan deraian air mata, kini rumah yang semula penuh dengan pertengkaran dan kecerian dari kedua anak itu menjadi sangat sepi.
Pagi itu Alettha menyiapkan sarapan seperti biasa dirinya mengira kejadian sore itu hanya akan terjadi sesat dan Ayumna tidak akan melakukan hal yang salah lagi.
"Selamat pagi bun.. " Sapa Gresia.
"Pagi kak, jadi meeting ke Bandung hari ini? " Ucap Alettha sembari menyiapkan susu hangat.
"Jadi bun nanti berangkat bersama pak Billy. " Jawab Gresia sembari meneguk susunya.
Alettha kembali menyiapkan susu hangat untuk Ayumna dan Aurora yang belum turun, kejadian sore itu Gresia sama sekali tidak mengetahui nya Alettha pun tidak ingin memberi tahu anak tetuanya itu.
Ayumna turun dari lantai atas disusul Aurora dibelakang nya.
"Ayumna Aurora ayo makan nak,bunda sudah siapkan nasi goreng dan susu hangat. " Ucap Alettha.
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan sang ibu Ayumna melenggang pergi dari hadapan mereka semua, Gresia yang tidak tahu apa pun heran melihat adiknya berlaku seperti itu.
Aurora dengan lesu duduk dikursi, tidak ada percakapan lagi dimeja makan itu mereka semua disibukkan dengan pemikirannya masih masih.