
Alettha terbangun dari tidurnya menatap jam dinding menujukan pukul 05.05WIB pagi, dia bergegas turun dari ranjang menatap Andre sekilas yang masih tertidur lalu berjalan menuju kamar mandi.
Hati nya sedang tidak baik baik saja melihat Andre saja emosi terasa tersulut kembali, Alettha keluar dari kamar mandi setelah 15 menit berenti air hangat.
Alettha mengunakan stelah baju santai berwarna merah muda, menyisir rambut tak lupa ia menaburkan bedak tipis pada wajah cantik nya.
Alettha menatap dirinya di depan cermin terlihat matanya nampak agak membengkak karena menangis, Alettha tersenyum agar terlihat lebih fresh lantas keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan.
Alettha berjalan perlahan rumah besar itu masih nampak sangat sepi, setiap pagi Alettha akan bangun dan membuat sarapan jika sudah jam 7 ada seorang pelayanan yang akan datang membersihkan rumah.
Alettha menuruni tangga perlahan nampak seorang anak laki-laki yang sedang duduk didepan meja makan didapur, terlihat anak itu adalah Leo anak Sandra.
"Leo sedang apa anak itu di dapur sepagi ini, apa dia lapar. " Gumam Alettha.
Alettha turun mendekati Leo yang sedang duduk sendiri di meja makan, memegang pundak anak itu lalu tersenyum menatap nya.
"Hey apa kau lapar nak? Kenapa kau di sini sendirian haaa... "Tanya Alettha.
" Aku lapar tante, tapi mami gak mau membuat kan makanan untuk ku. "Ucap Leo menunduk.
Alettha terkejut mendegar ucapan Leo, bagaimana bisa anak lapar tapi dia masih sibuk berkelana dialam mimpi.
" Ya sudah tante masak dulu yaa, kamu tunggu di sini akan tante buatan kan susu dulu ok. "Ucpa Alettha.
Leo menganguk menatap Alettha yang pergi dari hadapan nya, dia menunggu Alettha membawa segelas susu coklat panas untuk nya.
" Minum lah dulu, aku akan membuat nasi goreng dulu. "Balas Alettha meletakkan susu didepan Leo.
__ADS_1
Alettha pergi kedapur mencuci sayuran untuk campuran di nasi goreng yang akan dia masak, Alettha menatap Leo yang sedang meminum susu dari nya.
Alettha sibuk dengan perdapur nya menyiapkan nasi goreng yang bayak untuk keluarga nya dan juga tamu mereka, Leo mendekati Alettha yang sedang memasak.
"Bauknya benar-benar harum dan lezat, tante memang pandai memasak sama seperti yang papa Alex cerita padaku. " Ucap Leo.
Alettha terkejut saad anak laki-laki itu menyebutkan nama Alex didepan nya, membuat Alettha terdiam sejenak.
"Tante Alettha ada apa? " Tanya Leo melihat Alettha mematung.
Alettha tersadar kemudian tersenyum pada Leo dan melanjutkan masak nasi goreng nya, Alettha meletakkan nasi goreng pada bangkuk besar dan menyusunnya di meja makan.
Leo nampak duduk menunggu Alettha mengambil piring untuk dirinya, Alettha mengambil nasi goreng dan telur goreng untuk Leo.
"Makan lah kau pasti lapar kan. " Ucap Alettha.
Leo makan dengan diam, nampak pipinya bersemu merah dan memakan nasi goreng itu dengan lahap.
"Nasi goreng tante enak sekali aku suka Terima kasih, jika papa Alex ada dia pasti akan memuji mu. " Ucap Leo.
"Leo boleh tante bertanya pada mu? " Tanya Alettha.
Leo menganguk tanda iya.
"Dari mana kamu tahu tentang tante dan Papa Alex? " Ucap Alettha.
"Papa Alex selalu bercerita tentang tante Alettha, dia bilang dia masih mencintai tante Alettha. Bahkan papa pun masih menyimpan poto tante didalam kamar dan dompet miliknya. " Jelas Leo.
__ADS_1
Alettha terdiam mendegar penjelasan Leo, dia tak menyangka bagaimana bisa Alex masih mencintai dirinya selama 7 tahun lebih.
"Papa juga menikah dengan mami Sandra, tapi mereka selalu bertengkar dan mami selalu bilang kalau dia membenci tante Alettha. Bahkan sampai papa dan mami berpisah pun... " Ucap Leo.
"Tante Alettha kenapa mami begitu membenci diri mu? sejak mami berpisah dengan papa dia tak lagi peduli pada ku, dia akan pergi dan meninggal ku sendiri dirumah. " Ucap Leo sedih.
Alettha terkejut mendengar penjelasan Leo.
"Maksudnya mami mu tidak peduli padamu, lalu bagimana kehidupan mu nak. " Ucap Alettha prihatin.
"Dulu papa yang akan merawatku tapi kini aku ikut bersama mami, jadi aku harus nurut apa kata mami. " Ucap Leo.
Alettha memeluk anak laki-laki itu dengan sayang, entah kenapa Alettha begitu sayang pada Leo padahal baru 2 kali mereka bertemu.
"Sekarang ada tante kamu jangan khawatir lagi ya. " Ucap Alettha.
"Jika mami tak pergi dari sini, aku takut mami akan merusak kebahagiaan tante karena mami sangat benci padamu. " Balas Leo.
Alettha tersenyum mengelus puncak kepala Leo dengan sayang.
"Aku sudah sering menderita dan tersakiti, jadi tak akan berpengaruh apa pun pada ku saad semua itu menjadi nyata. " Balas Alettha.
"Tante jangan khawatir, mulai sekarang aku akan selalu ada untuk mu. Menjaga dirimu sama seperti ucapan papa Alex dulu." Gunam Leo.
"Papa Alex bilang apa Leo? " Tanya Alettha.
"Papa bilang jika papa tak bisa membuat tante bahagia, setidaknya ada yang mampu membuat tante bahagia. Dan Leo bertekat akan membuat tante bahagia bila tak bisa hari ini maka esok pun akan ku lakukan. " Ucap Leo.
__ADS_1
Alettha menagis mendegar ucapan anak yang baru berusia 8 tahun itu, kata kata Leo begitu membuat hati dan pikiran nya menjadi lebih tenang dan menghangat.
Alettha memeluk Leo dengan penuh kasih sayang, setidaknya dia kini mempunyai Leo sebagai tempat untuk dirinya mengadu.