
"Heyyy... kok ngelamun to ndok, mikirin apa kamu ? " Tanya mbok Ayu pada Aletta.
Aletta nampak terkejut, namun setelahnya Aletta langsung tersenyum pada mbok Ayu. Sebenarnya Aletta ingin berceri tentang lamaran Alex pada mbok Ayu, namun dia urungkan karena dia takut jika Alex hanya memgoda nya.
"Gak papa mbok, cuman lagi bayak pikiran Ja kok. "
Mbok Ayu lantas membantu Aletta menyiapkan sarapan. Mbk Ayu nampak curiga tak biasa nya Aletta jadi pendiam.
"Ndok tolong ambil baju kotor di kamar atas sekalian kamu bersihkan, tadik mbok belum beres beres. "
"Iyaaa, kalau begitu aku ke atas dulu ya mbok... "
Aletta sebenarnya malas bertemu Alex, namun itu adalah tugasnya sebagai ART.
Saad masuk kedalam kamar Alex, Aletta tak melihat pria itu dan kamarnya begitu rapi dn wangi.
"Apa dia sudah pergi kekantor? " Batin Aletta.
Aletta mebuka tirai penutup jendela di kamar Alex, menyibak nya agar matahari dapat masuk.
Aletta keluar dari ruangan Alex menuju kamar Rayen, Aletta terkejut dengan kamar Rayen yang sangat berantakan dan semua barang berserakan.
"Astaga orang ini, kamar udah mirip kandang sapi, yaa ampun gimana capek yaa mbok Ayu beresin kamar ini. Berbanding terbalik dengan kakak nya. "
Tanpa Aletta sadari ternyata Rayen mendengar rutukan nya itu, membuat Rayen kesal pada Aletta.
"Heyy nonaaa, kau ditugaskan disini untuk membersihkan rumah dan menyiapkan semua kebutuhan rumah ini kau juga dibayar, kenapa kau malah mengomel seperti ibukku saja. "
Rayen yang kesal lantas terus saja mengomel pada Aletta, Aletta nampaknya terkejut dengan suara Rayen tiba tiba ada dikamar nya. Aletta berpikir Rayen sudah pergi ke kampus.
"Ini juga aku lagi bersama beres, ngomel aja gak capek apa. "
"Kenapa kau yang marah, aku yang harusnya marah. Cepat bersihkan semua kamar ku, aku mau makan. "
Aletta tak menanggapi ucapan Rayen karna tak akan ada habisnya jika berdebat dengan nya.
Aletta menyibak hordeng dan melepas seprei lama dan menganti dengan yang baru. Aletta membawa pakaian kotor dan seprei untuk dicuci, menata semua buku dan mengumpulkan semua sisa makan ringan.
"Astaga capeknya, untuk cuman satu kamr yang kek gini!!! "
Aletta mendudukkan pantat ya di atas kasur king size milik Rayen, pinggang nya terasa pegal.
"Ok saad nya nyuci... "
Aletta membawa semua pakaian dan seprei kotor menuju mesin cuci di kamar mandi bawah.
Tak lupa Aletta membuang sampahnya.
"Kalau kerja jangan bayak ngedumel, pakek senyum tahuuu... "
Ucao Rayen sembari memakan jeruk didepan Aletta dan melemparkan kulit itu pada Aletta.
Aletta menarik nafas dalam, dia harus semakin sabar pada Rayen jika masih ingin bekerja disini.
"Kau awas sajaa... " Ancam Aletta.
Aletta memungut kulit jeruk Rayen dan mebuang nya.Aletta berlalu meninggal Rayen dengan ocehannya yang membuat Aletta sebal.
__ADS_1
Saad Aletta sedang mencuci pakaian mbok Ayu tiba tiba datang mengejutkan Aletta.
"Ndok kamu sama dengan Alex akan menikah.. " Ucap mbok Ayu sembari memegang tangan Aletta.
Aletta terkejut kenapa mbok Ayu bicara soal pernikahan.
"Mbok ini bicara apaa, siapa mau menikah dengan pak Alex. "
Mbok Ayu lantas menggandeng tangan Aletta membawanya menuju ruang tengah rumah megah itu.
Aletta terkejut dengan kedatangan bayak orang, dan mulai mendekorasi rumah ini dengan mewah.
"Kata mereka, mereka disuruh den Alex. Malam ini akan diadakannya sebuah pernikahan kamu sama den Alex. "
Aletta terkejut dan hampir luruh ke lantai mendengar ucapan mbok Ayu, Aletta sangat lah terkejut bagaimana mungkin Alex merencanakan ini semua.
"Mungkin ini salah faham mbok.. " Ucap Aletta berusaha berpikir positif.
Semakin bayak orang dan juga peralatan dekor yang masuk kedalam rumah, belum lagi sebuah pelaminan yang super megah di bawah menuju halaman depan dan akan dipasang.
"Maaf mbk Aletta, saya perias pengantin ya. Bisa kita mulai karna waktu kita pukul 17.00Wib, dan sekarang sudah pukul 10.37wib pagi. " Ucap seorang perias pengantin yang sangat terkenal akan ke mahalnya.
"Maaf mbk mungkin anda salah orang! "
Aletta masih belum percaya dengan semua ini.
"Aletta cepat lah berkas dan ganti baju mu dengan baju pengantin yang audah disiapkan. " Ucap seorang dengan suara beratnya.
Dan dia tak lain adalah,Alexander pemuda yang baru semalam melamar Aletta dan kini dia benar-benar mewujudkan ucapan nya.
Tanpa takut Aletta menarik tangan Alex, Aletta membawa Alex kedalam kamarnya.
"Maaf Pak, tapi saya tidak bisa. Lagi pula mana Mugkin kita menikah. "
"Aku sudah memberikan mu waktu untuk berpikiran, jadi sekarang ikuti saja semuanya. "
Ucapan telak keluar begitu saja dari mulut Alex, Aletta tak berani melawan Alex. Dengan tatapan dingin dan merasa terkuliti Aletta memilih menundukkan kepala nya.
Alex pergi meninggalkan Aletta dikamar nya, Aletta merasa bingung apa yang akan terjadi jika pernikahan ini sungguh an.
tok tok
"Mbk Aletta kita mulai sekarang ya. Ini gaun anda silakan pakai, setelah itu saya akan merias anda agar tambah cantik. " Ucapan peria itu menyodorkan baju pengantin pada Aletta.
Aletta menerima baju itu, baju itu sungguh cantik warnanya putih bersih dengan kerlipan yang menawan dan berkilau.
"Wahhh sungguh cantik, beruntung sekali Pak Alex memiliki wanita secantik ini. "
Aletta tersipu malu mendengar perkataan sangat perias.Aletta duduk didepan meja rias untuk segera dirias secantik mungkin.
"Saya baru lihat anda.. " Ucap perias itu sembari merias Aletta
"Saya sebenrnya hanya seorang pembantu disini, tapi kenpa malah saya terjebak menjadi pengantin. "
"Whattt pembantu, apa gak salah mana mungkin pembantu secantik kamu. "
Perias itu nampak sangat terkejut dengan ucapan Aletta, membuat ya tidak percaya bahwa Aletta hanya seorang pembantu.
__ADS_1
Setelah 2 jam perias itu merias Aletta, akhirnya selesai juga. Perias itu nampak terpanah melihat kecantikan Aletta.
"Astaga ini aku, kok bisa kayak gini... "Ucap Aletta takjub dengan riasan yang membuat nya begitu cantik.
" Ahh beruntung ya pak Alex, pelabuhan terakhirnya seorang bidadari. Pak Alex memang beruntung lepas dari Sandra dapat kamu. "
Dalam hati Aletta bingung dari mana perias itu tahu tentang Sandra. Dan siapa sebenarnya Sandra.
tok tok tok
Sang perias lantas membuka pintu, menampilkan Alex dengan toxsedo hitamnya yang menambah ketampanan nya.
"Wah kalian begitu serasi, Dengar pak Alex anda sangat beruntung menikah nona Aletta. " Ucap perias sembari menatap kedua pengantin itu.
Alex lantas menggandeng tangan Aletta menuju ke tempat penghulu. Terlihat mbok Ayu dan Rayen sudah berganti pakaiannya, Aletta sangt gugup hari ini dimana dia berada seperti tawanan yang mematuhi perintah penjahat.
"Kenapa dada berdesis, Aletta sadar kamu pasti sedang bermimpi. " Batin Aletta menolak semua ini, tapi tubuh nya menerima.
Alex dan Aletta duduk bersanding di depan penghulu, rumah ini nampak sangat lah indah. Aletta terpanah menatap dekorasi yang sungguh indah tak butuh waktu lama dekorasi dan pelaminan sudah tertata dengan sangat sempurna.
"Baik lah Alexandra Wijaya saya nikah kan engkau dengan Aletta Kirana Ayu dengan mas kawin berlian 20 karat beserta rumah dan mobil di bayar tunai. " Ucap sang penghulu sembari menjabat tangan Alex.
Tanpa gugup atau pun ragu Alex dengan lantang mengulangi ucapan penghulu.
"Sayaa Alexandria Wijaya menerima Aletta Kirana Ayu, Dengan mahar tersebut dibayar tunai. "
Sah sah sah
Sorak gembira dan ramai di penghujung Alex mengucapkan ijab qabul.
"Alhamdulillah kalian sudah sah, mbk Aletta silakan mencium tangan mas Alex dan mas Alex silakan mencium kening sang istri. " Ucap sang penghulu pada kedua pengantin baru itu.
Aletta lantas mencium tangan Alex dan Alex mencium kening Aletta, mereka nampak serasi.
Sampai lah dimana para tamu datang dengan berbagai hadiah dan ucapan.
Aletta mau pun Alex tak ada yang mengeluarkan suara, sampai akhir acara pun tak satu pun dari mereka berbicara.
"Selamat ya bro, semoga langgeng dan cepat diberi momongan. " ucap boby sembari bersalaman dengan Alex dan Aletta.
"Iyaa Terima kasih, kau cepat lah menyusul. " Ucapan Alex pada Boby.
Boby tertawa mendengar ucapan sang sahabat yang menurut ya lucu, karna mereka berdua tak jauh beda.
"Selamat Aletta, aku mungkin tak mengenal mu tapi satu kata untuk mu. Kau akan jadi wanita yang beruntung mendapatkan Alex. " Ucapan Alex Benar-benar tulus, membuat Aletta bepikir bahwa pernikahan ini hanya sebuah pelampiasan.
"Terima kasih... " Ucap Aletta.
Acara pun selesai dan kini Aletta merasakan gugup, bagaimana dengan kisah selanjutnya.
Aletta mondar mandir merasa gugup, didalam kamarnya dia merasa terintimidasi dengan pikiran nya sendiri.
tok tok tok
Aletta sampai terkejut dengan suara ketukan pintu, dan membuat ya menjadi semakin gugup.
__ADS_1