Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Alettha pergi ke sebuah mall didaerah jakarta, Alettha berkeliling melihat barang barang yang dia suka.


"Emmm ini bagus deh, lucu beli ini gak papa kali nya. " Ucap Alettha memegang sebuah tas Hermes berwarna merah.


"Apa anda mau tas yang ini nyonya, untuk warna tinggal itu saja. " Ucap Penjaga toko pada Alettha.


"Iya aku mau yang ini saja, bisa kah kau membungkus nya. " Ucap Alettha ramah.


Sang penjaga toko mengambil tas Hermes itu dengan tersenyum, dia membawa nya menuju meja kasir.


"Anda mau membayar mengunakan debit atau kes nyonya? "


"Bisa kah aku bayar dengan ini. " ucap Alettha mengeluarkan black card nya.


penjaga kasir itu terkejut, meraka heren bagimana Alettha mempunyai kartu itu sedang kan Alettha hanya pergi dengan pakaian sederhana.


"Maaf jika tidak bisa, saya tidak jadi beli. " Ucap Alettha sungkan melhat para penjaga itu seperti tak percaya.


"Tidak tidak nyonya, maaf kami hanya terkejut.Hanya orang khusus saja yang bisa memilikinya. " Ucap mereka.


Alettha tersenyum dengan ucapan mereka, dalam hati Alettha berpikir apa dia tidak cocok memiliki kartu itu.


"Maaf atas ketidak nyamanan nya nyonya, datang kembali besok Terima kasih. " Ucap Penjaga kasir sembari tersenyum.


"Terima kasih. " Balas Alettha.



Alettha pergi berlalu dari toko tas mahal itu, Alettha tak melihat berapa nominal harga tas Hermes itu.


Al berjalan jalan mengelilingi mall yang terlihat ramai, Alettha memutus kan untuk membeli es cream.


"Sudah lama tak memakan mu... " Ucapan Alettha memandang cafe di depan mata nya yang menyajikan es cream bayak rasa.


Alettha memilih duduk di bangku paling pojok cafe itu, seorang pelayanan datang menghampiri pnya.


"Mbk mau pesan apa? " Ucap Pelayanan itu dengan Rama.


"Gisel.... " Ucap Alettha tak kalah kaget melihat yang bertanya itu adalah sahabat nya Gisel.


Gisel dan Alettha sama sama terkejut, sudah 5 tahun lamanya mereka tak bertemu.


"Alettha, itu kah kamu? " Ucap Gisel memeluk Alettha.


"Ini aku Alettha, kamu kamun kenapa jadi pelayan disini.. " Tanya Alettha bingung dengan perubahan gadis itu.


Gisel nampak kurus dan tak terawat, mata nya berbinar melihat Alettha.


"Aku gak papa kok Alettha, gimana kabar mu? Sudah 5 tahun lamanya kita tak bertemu. " Ucap Gisel memegang tangan Alettha erat.


"Aku baik Sel, sekarang aku sudah menikah dan kamu kenapa bisa jadi pelayanan disini? " Tanya Alettha pada Gisel.

__ADS_1


"Aku kenapa musibah ta, semua uang ku bersertah rumah ku dijual oleh paman arjun. Jadi mau gimana lagi aku harus bekerja apa adanya. " Ucap Gisel sembari memilih kan air mata.


Alettha tak tahu bahwa sahabat nya selama ini begitu susah, Alettha menyesal karna dia tak ada saad Gisel membutuhkan nya.


"Maafin aku yaa, aku gak tahu kalau kamu dalam kesusahan. "


"Udah lah itu cerita lama, oh iya kamu nikah sama siapa? "


"Kamu tahu Alex Wijaya? Dia suamiku.. "


Gisel nampak begitu terkejut tak kalah Alettha menyebutkan nama Alex Wijaya.


"Sungguh Alex Wijaya? Kamu beruntung sekali. "


Alettha tersipu malu, sebenarnya dia memang beruntung tapi masih ada rasa mengajak dihati nya tentang Alex.


"Gisel.. aku sedang mencari teman untuk ku merawat rumah.. jika kamu mau kamu bisa melamar bekerja di rumah ku. " Tawaran Alettha pada Gisel.


Gisel nampak berpikir, diterima atau tidak.


"Aku pikir dulu ya, nanti kalau aku mau aku hubungin kamu. Minta no mu biar muda.. "


"Oh iya ini 09876868355 , Aku sampai lupa mau beli es cream. Tapi sudah siang aku harus pergi, Alex akan berada dirumah sebentar lagi. Aku pergi yaaa... " Pamit Alettha pada Gisel.


"Ah iyaa, keasikan ngobrol kita ini. Sampai bertemu lagi Alettha. " ucap Gisel memeluo Alettha sesaat.


Alettha tersenyum pada Gisel lalu pergi berlalu dari cafe itu, Alettha segera menuju parkiran mall dan pergi pulang.


{Alexander}


Kau tak perlu membuat makan siang, aku makan siang bersama partner kerja ku.


Alettha merasa kecewa padahal dia bersemangat untuk segera pulang dan menunggu Alex pulang makan siang.


"Yaaa sudah lah, sebaiknya aku dirumah saja mungkin berenda air dingin membuat ku rileks. " Ucap Alettha setelah menerima pesan dari Alex.


Tin Tin


Alettha membunyikan klakson, agar satpam membuka pintu gerbang.


"Selamat siang nyonya, maaf lama. " Ucap satpam itu pada Alettha.


"Siang juga pak.. " Balas Alettha tersenyum ramah.


Alettha turun dari mobil setelah memarkirkan mobil pada tempat nya, Alettha masuk kedalam rumah sembari menentang tas hermes nya.


"Apa yang akan ku lakukan, rumah ini terlalu besar untuk ku tinggali sendiri. " Ucap Alettha lesu menaiki tangga menuju kamar.


Alettha meletakkan tas nya di atas meja rias, lalu pergi menuju kamar mandi. Alettha melepaskan ikat rambutnya, membersihkan wajah nya lalu melepas kan pakaiannya masuk kedalam bad up yang penuh dengan sabun berbau mawar.


"Terasa nyaman, aku rasa tubuh dan pikiran ku menjadi rileks. "Ucap Alettha merasakan air yang menyejukkan tubuh dan pikiran nya dengan aroma mawar.

__ADS_1


Alex baru saja pulang dari bertemu collagen kerjanya, melihat rumah begitu sepi.


" Dimana gadis itu, sudah 1 jam lamanya aku mengirim pesan tapi dia tak membalas nya. " Ucap Alex.


Alex melontarkan dasi dileher nya, melepaskan jas hitamnya menaiki tangga menuju kamarnya.


cklek


Alex melihat tas Hermes bertenger indah di atas meja ria Alettha.


"Gadis itu punya selera yang bagus. " Ucap Alex santai.


Alt melemparkan jas dan dasi nya diatas ranjang, melepaskan kemeja nya dan menganti dengan kaos putih pendek. Tak lupa Alex menganti celana kerjanya dengan celana bahan pendek.


"Dimana diaa, aku tak melihat nya dirumah ini. " Batin Alex melihat taman bunga dari jendela kamarnya.


Alex lantas masuk ke dalam kamar mandi ingin mencuci muka.


cklek


Alex terkejut dengan pemandangan di depan nya, Alettha sedang berendam di dalam bad up sampai tertidur, rambut panjang nya dia biarkan terurai di luar bad up.


Alex mendekati Alettha, mencipratkan air pada wajah Alettha. Membuat gadis itu mengerjap kan mata nya dan melihat Alex duduk menghadap dirinya. Alettha terkejut lantas menyuruh Alex keluar.


"Ahhhhh, astaga apa yang kau lakukan? Pergi lah... " Printah Alettha was was, karna bagaimana pun Alex adalah laki laki normal bagaimana jika berbuat sesuatu pada nya.


Alex terkeke melihat Alettha begitu takut jika dia memperkosanya.


"Tak perlu takut begitu, toh aku tak akan memperkosa mu. " Ucap Alex santai mencuci mukanya lalu pergi meninggalkan Alettha.


"Manis sekali manusia itu jika tersenyum. " Batin Alettha.


Alettha tersadar dengan kondisi nya, dan buru buru membilas tubuh dan rambut nya dengan air.


"Segar sekali.. " Ucap Alettha melilitkan handuk pada tubuhnya dan juga rambut panjang nya.


Alettha ingin keluar dari kamar mandi, tapi dia ragu bagaimana jika Alex masih berada disana.


Aletta mengintip dari balik pintu kamar mandi, dan benar saja Alex masih berada dikamar nya sedang tertidur.


"Kenpa dia tertidur di sana.. Astaga itu kan kamarnya Aletta.. " Ucap Aletta memukul keningnya.


"Baik lah Aletta dia sedang tidur, aku harus ke lemari ku lalu pergi lagi menuju kamar mandi. " Gumam Aletta.


Dengan perlahan Aletta keluar dari kamar mandi, mengendap-endap agar Alex tak terbangun.


Aletta membuka pintu lemari mengambil celana jeans hitam dan kaos putih polos.


"Ok aman, saad nya kembali ke kamar mandi. " Gumam Aletta.


Aletta kembali ke kamar mandi tanpa tahu bahwa Alex memperhatikan nya dari tadik.

__ADS_1


Alex terkekeh melihat tingkah gadis itu, Alex merasa hati nya menghangat sejak ada Aletta.


__ADS_2