
Selesai sarapan Boby mengajak Alettha untuk segera bertemu dengan Alex, lebih cepat lebih baik untuk semuanya.
"Apa kau sudah siap? Mari kita berangkat sekarang. " Ucap Boby pada Alettha.
"Aku sudah siap, ayo lebih baik segera kita selesai kan jadi aku tak perlu bertemu dirinya lagi. " Gumam Alettha.
Mereka berkendara menuju rumah Alex, rumah yang dulu Alettha tepati bersama Alex. Alettha menatap pepohonan di sepanjang jalan itu, menghirup udara yang sejuk dan asri.
"Kenapa kau diam saja, apa ada yang menganjal dihati mu. " Tanya Boby.
Boby memperhatikan Alettha yang hanya diam sembari menatap jalaaan yang penuh dengan pepohonan rindang.
"Aku hanya berpikir bagaimana keadaan Alex sekarang dan bagaimana dengan Gisel yang sekarang. " Gumam Alettha.
"Gisel sudah ku urus, dia baik baik saja kau tak perlu khawatir itu. Alex,mungkin kau akan terkejut saad bertemu dengan nya dan juga rumah indah mu. " Ucap Boby.
"Benarkah Boby, apa Gisel akan baik baik saja. Dimana dia apa aku boleh bertemu dengan nya. " Tanya Alettha.
Alettha begitu senang saad tahu Boby sudah membawa Gisel ketempat yang baik, bukan berasa di jalanan.
"Dia ada di rumah sakit jiwa Alettha, dia kini sedang mengandung sudah trimester 3.Maaf hanya itu yang bisa ku lakukan, hasil pemeriksaan menujukan dia terganggu dengan mental dan psikisnya. " Ucap Boby.
Alettha menutup mulutnya tak percaya, bagaimana bisa Gisel mengandung dengan kondisi nya yang seperti itu. Bagaimana keadaan anaknya nanti jika sudah lahir di dunia ini.
"Boby bagaimana bisa Gisel hamil, dan bagaimana dia kan merawat anaknya kelak. " Ucap Alettha.
"Kau tka perlu khawatir Alettha, anak itu akan di serahkan ke panti asuhan dirumah sakit itu. Nanti jika dia sudah besar aku akan merawat nya. " Ucap Boby.
Alettha terdiam memikirkan nasib sahabat nya yang sangat buruk, dia harus menagung semua penderitaan yang berat dan dia pasti sangat menderita.
"Gisel maaf kan aku, aku tidak ada saad kau membutuhkan diriku. " Batin Alettha.
Setelah perjalanan selama 3 jam lamanya, Alettha dan Boby samapai ke kediaman Alex. Alettha terkejut saad menuruni mobil Boby, rumah yang dulu sangat lah indah dan terawat kini hanya menyisakan bangun yang kotor dan tak terawat.
Semua tanaman rusak pagar rumah pun tak ada yang menjaga, lantai begitu kotor halaman yang begitu kotor dengan dedaunan kering.
"Beginilah keadaan sebulan kau tinggalkan, Alex ada didalam ayo masuk. "Ajak Boby.
Alettha mengekori Boby dari belakang dia masih tak percaya pada penglihatan matanya, bagaimana mungkin Alex tinggal di rumah yang bahkan tak pantas disebut rumah lagi.
" Apa tak ada seorang pun yang membersihkan rumah ini, kenapa dibiarkan kotor dan terbengkalai seperti ini. "Tanya Alettha pada Boby.
__ADS_1
" Alex melarang orang lain masuk kedalam rumah ini, kecuali aku dan Sandra saja. "Balas Boby.
" Oh Sandra sering kemarin, kenapa dia tak membersihkan rumah ini. "Tanya Alettha.
" Dia terlalu cantik untuk pekerjaan seperti ini. "Bals Boby.
TOKTOKTOK
" Masuk lah Bob. "Ucap suara dari dalam kamar.
Alettha tahu betul suara itu tak lain adalah Alex, kamar itu terbuka menampilkan kamar yang dulu sangat bersih dan terang kini menjadi sarang seranga.
Pria itu duduk di tepi ranjang memungungi Alettha dan Boby, rambutnya nampak agak panjang. Suaranya menjadi begitu berat penampilan ya begitu kontraksi dengan Alex yang dulu.
"Apa kah itu Alex ku dulu, apa kah dia mantan suami ku yang aku cintai. " Batin Alettha.
Boby terdiam menatap Alettha yang berkaca kaca, Boby mengengam tangan Alettha dan menguatkan dirinya bahwa dia bisa.
Alettha menghapus air matanya, melangkah maju dengan perlahan membuka hordeng kamar Alex yang nampak sangat kotor.
Sinar matahari menyembul masuk kedalam seisi kamar, Alex nampak menutup matanya terkena pantulan matahari.
"Apa apann kau Boby, tutup kembali hordeng itu. " Bentak Alex marah.
Alex nampak terkejut mendengar suara gadis yang dia sangat rindukan, Alex nampak tak percaya melihat Alettha kembali kerumah nya.
Menatap gadis itu membersihkan setiap inci kamarnya, menatap gadis yang sangat dia cintai. Alex berjalan mendekati Alettha yang menyibakam hordeng dan menarik ya agar terlepas.
Alex memeluk Alettha erat, dia sangat menyesal telah melakukan ini pada Alettha. Kini dia baru sadar bahwa dia sangat Mencintai Alettha melebihi cintanya pada Sandra.
"Aku percaya kau akan kembali kepadaku, maafkan aku Alettha. " Gumam Alex.
Boby hanya terdiam melihat Alex memeluk Alettha ada kesakitan didadanya melihat pemandangan itu.
Alettha melepaskan pelukan Alex pada tubuh nya,Mendorong Alex menjauh darinya.
"Bersihkan diri mu Alex, apa yang kau bangakan dengan keadaan mu ini ha. " Bentak Alettha.
"Ah iyaa Alettha, aku akan mandi dan membersihkan semua tubuhku. " Ucap Alex tersenyum.
Alex menatap Boby dengan sangat bahagia, matanya memancarkan kebahagiaan dan kehidupan disana.
__ADS_1
Alex masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Alettha terduduk dilantai kamar itu. Sedikit demi sedikit air mata nya menetas begitu saja.
"Kau bisa Alettha, kumohon kau harus bisa. " Ucap Boby memeluk Alettha.
"Aku bisa karena diri mu Boby. " Balas Alettha.
Alettha berdiri dibantu Boby lantas membersihkan kamar itu bersama Boby, nampaknya Alex masih lama mandi karena pasti tubuh nya benar kotor dan dia mencukur bulu bulu diwajahnya.
Alettha menganti sprei dan hordeng dengan yang baru, menyapu kamar itu dan mengelap setiap inci kamar yang terasa sangat kotor.
"Sudah selesai Bob sekarang aku akan turun membersihkan lantai bawah. " Ucap Alettha.
Boby mengikuti Alettha turun, menyapu setiap ruang dengan semangat. Sudah 2 Jam lamanya Alettha dan Boby membersihkan rumah besar itu dengan canda gurauan.
Sedangkan Alex baru selesai dengan mandi dan bebersih dirinya, memilih pakaian santai dan menyoroti dirinya dengan parfum.
Matanya mengedarkan setiap inci kamarnya yang nampak bersih dan wangi, Alex tersenyum lalu turun kebawah mencari Alettha dan Boby.
Alex menatap sepasang anak manusia yang sedang bercanda gurau di atas sofa sembari tertawa. Alex merasa marah saad menatap keduanya ada kecemburuan dimata dan hati Alex.
Dengan buru buru Alex turun kebawa menghampiri kedua orang yang masih bercanda, Tiba-tiba Alex menarik kerah baju kemeja yang Boby kenakan.
Menarik Boby dan memukul wajahnya dengan keras, hal itu membuat bibir Boby berdarah. Alettha terkejut dengan perlakuan Alex pada Boby dia lantas menarik tangan Alex yang hendak memukul Boby kembali.
"Apa kau sudah gila sekarang, apa yang kau lakukan ha. " Bentak Alettha.
"Kau tanya apa yang ku lakukan, apa kau bodo kau istriku wajar jika aku marah kau dekat dengan pria lain. " Bentak Alex mencengram bahu Alettha.
"Istri kata mu, kita sudah berpisah Alex sudah berpisah. Apa kau ingat sekarang kau yang menginginkan aku pergi dan lebih memilih Sandra. " Bentak Alettha marah.
Alex melepaskan cengkraman nya pada bahu Alettha, menatap nanar wanita didepan mata nya itu. Rasa bersalah kembali menyelimuti anti dan pikiran nya.
Boby lantas berdiri dan mengelap bibir nya yang berdarah, dia menatap Alex yang terdiam tak bergerak.
"Kau sudah memutuskan pilihan mu sendiri, sekarang kau bisa menikmati semua pilihan mu lupakan aku dan jangan pernah kau ingat aku lagi Alex. Aku sudah melupakan mu dan semua tentang mu, aku akan menikah dengan Boby karena hanya Boby yange mengerti diri ku. " Ucap Alettha begitu marah.
"Apa kau akan menikah dengan Boby, tapi aku mencintaimu Alettha dan akau tahu kau pun mencintai ku kan. " Ucap Alex memegang tangan Alettha.
"Maaf Alex itu dulu sebelum kau melukai hati dan perasaan ku, sekarang rasa itu sudah ku buang dan ku hilang kan dari hidup ku. " Ucap Alettha.
"Mulai lah hidup mu yang baru bersama wanita yang kau pilih Alex, jangan jadikan semua ini membuat mu bahwa tak peduli dengan sekeliling mu. Lupakan aku Alex. " Ucap Alettha.
__ADS_1
Alettha menggandeng tangan Boby mengajak pergi dari rumah Alex, menatap sekilas Alex yang terdiam menatap dirinya. Tatapan itu penuh dengan luka tapi Alettha tak peduli dengan keadaan Alex dia sudah memutuskan untuk bersama dengan Boby.