Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Rahasia


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Alettha akan menyiapkan sarapan untuk anak anaknya, Alettha akan tersenyum dengan bahagia saad sedang memasak.


"Selamat pagi bunda. " Ucap Gresia.


"Pagi sayang, makan dulu dan minum susu mu. " Balas Alettha menata susu dan sarapan untuk Gresia.


"Aku bisa sendiri bunda, aku sudah besar sekarang berhenti membuat ku seperti anak kecil. " Jawab Gresia saad melihat tingkah sangat ibu.


Gresia sangat menyayangi Alettha sama seperti ibunya sendiri, beberapa tahun lalu Alettha dan Andre sudah memberi tahu semua kebenaran tentang masa lalu nya dan ibunya.


Bahkan gadis itu meminta maaf pada Alettha saad tahu apa yang sudah diperbuat oleh ibu, dia pun tak menyangkal jika Alettha akan menyayangi dirinya sepenuh hatinya.


"Kamu itu anak bunda Gresia dan akan tetap jadi anak bunda sampai esok hari ada yang datang untuk melamarmu. " Ucap Alettha tersenyum.


Gresia hanya terkekeh mendegar ucapan Alettha tentang pria yang akan datang melamar dirinya itu, Gresia bahkan tidak memikirkan tentang pria dia hanya memikirkan cara untuk membalas budi Alettha dan Andre pada hidup nya.


"Kamu sudah besar Gresia, jangan terlalu fokus untuk mengejar cita-cita mu nak. Kau juga harus memikirkan dirimu juga. " Balas Alettha menatap Gresia yang hanya tersenyum.

__ADS_1


"Iya kak udah berumur loh sekarang, apa mau jadi perawan tua apa? Atau nanti aku akan melangkhi dirimu. " Timpal Ayumna sembari menuruni anak tangga.


Alettha menatap putri semata wayang itu dengan tidak suka saad mengejek Gresia seperti itu.


"Ayumna apa tidak mau jadi dokter besar dulu, atau bunda buatkan lamaran ke beberapa pemuda. " Ucap Alettha yang berhasil membuat Ayumna mengerucutkan bibir nya.


"Apa sih bunda, aku mau jadi dokter dulu abis itu baru dah mikir kapan nikah. " Balas Ayumna sembari duduk dan meminum susunya.


Alettha hanya tersenyum mendegar celotehan anak gadis nya itu tentang masa depan yang akan dia alami kelak, Alettha mengalihkan pandangan matanya tertuju pada Aurora yang berjalan lesu.


"Selamat pagi bunda kak Gresia dan biang rusuh. " Gumam Aurora pelan.


Alettha mengecek suhu tubuh Aurora yang nampak biasa saja, namun Aurora nampak tidak bersemangat hari ini.


"Bundaaaaaaa apa sih, aku gak papa kok. Cuman lagi bete aja. " Gumam Aurora meninggalkan Alettha.


Aurora terdiam sembari menyantap sarapan pagi nya dengan diam, Ayumna yang biasa nya membuat onar pun hanya diam dan menyantap sarapan nya.

__ADS_1


"Tumben kalian tidak bertengkar, biasanya belum ada yang bertengkar makan belum ada yang berangkat kuliah? " Sahut Alettha.


Hanya ada keheningan diantara mereka bertiga, tidak ada diantara mereka yang mau berbicara atau salah menyalahkan seperti biasanya. Alettha pun merasa sangat aneh dengan anak anaknya pagi itu, bahkan Gresia pun ikut terdiam.


"Kenapa sih kok pada diam diaman, apa masakan bunda tidak enak atau ada masalah sesuatu pada kalian? " Timpal Alettha.


"Gak kok bun masakan bunda selalu enak, kita lagi hemat omongan biar bunda gak pusing tiap hari mendegar kita bertengkar. " Gumam Ayumna.


"Bunda hal papa kok malahan jika kalian saling berdiam seperti ini bunda malah jadi curiga kalau kalian sedang menyembunyikan sesuatu pada bunda. " Balas Alettha.


Mereka nampak hanya diam tidak ada diantara mereka yang berniat untuk membalas ucapan Alettha.


"Aku berangkat ke kantor dulu ya bun, ada meeting sama bos. " Ucap Gresia beranjak pergi dari hadapan Alettha.


"Aku juga bunda berangkat dulu ada praktek di kampus. " Sahut Ayumna sembari menghabiskan susunya.


"Sama bun aku juga ada praktikum di kampus, dah bunda. " Ucap Aurora mencium kening Alettha.

__ADS_1


Mereka semua pergi meninggalkan Alettha dengan tanda tanya dihati nya tentang prilaku anak anak nya pagi itu.


__ADS_2