
Sudah Dua bulan Alettha bekerja di perusahaan Boby, sejak kejadian tempo hari membuat Boby menjauhi Alettha. Boby berpikir jika akan lebih baik jika mereka tidak terlalu dekat, agar perasaan yang sudah lama tumbuh bisa di pangkas dengan lebih mudah.
Alettha sendiri sibuk dengan berkas berkasnya dia tak ingin terlalu memikirkan sesuatu yang akan membuat dirinya kembali lemah, setiap pagi dia akan menunggu Boby namun Boby tak lagi menampakkan dirinya didepan Alettha.
"Astaga pikiran aku tak tenang, sebenarnya Boby benar-benar marah padaku atau tidak sih. " Gumam Alettha.
Alettha menutup Laptop miliknya dan keluar menuju ruangan Boby, bayak pasangan mata yang memperhatikan dirinya yang melangkah menuju ruangan CEO perusahaan itu.
Alettha tak mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat semua karyawan berbisik heboh melihat dirinya. Alettha masuk kedalam ruangan dan menatap Boby yang tengah memejam kan matanya.
"Boby... Boby.. Boooobyyyy... " Teriak Alettha.
Hal itu lantas membuat Boby terperanjat dari kursi kebesaran miliknya, Boby nampak mengucek matanya dan menatap Alettha sebal.
"Kau ini sebenarnya kenapa sih, aku sedang lelah keluar lah. " Ucap Boby dingin.
"Apa kau semarah itu pada ku? Dengan menajahui diriku. " Ucap Alettha memelas.
__ADS_1
"Aku tak menajahuimu, aku hanya sedang bayak pekerjaan dan akhir akhir ini kepala ku sering terasa nyeri saja. " Balas Boby.
"Kau berbohong padaku, sejak kejadian tempo hari itu kau menjadi berubah dan menjauhi ku. " Balas Alettha.
"Alettha dengan aku sedang mengurus Gisel, kata suster dirumah sakit waktu persalinan dirinya semakin dekat. " Balas Boby.
"Lantas bagaimana dengan Gisel? " Ucap Alettha panik.
"Aku belum tahu pasti, tapi nanti aku akan menjenguk dirinya lagi. " Ucap Boby.
"Selelah itu kah hingga kau melupakan aku? " Ucap Alettha.
"Aku masih disini Alettha dan akan tetap disini ok. " Balas Boby.
Alettha menatap Boby dengan pandangan yang berbeda, entah apa yang terjadi pada dirinya. Akhir akhir ini Alettha selalu memikirkan Boby apa lagi Boby sudah tidak menemui dirinya lagi.
"Maaf kan aku Boby, kau tahu akhir akhir ini aku merasa kau menjahui ku. Aku sering merindukan dan semua kebersamaan kita kau tahu itu.. " Ucap Alettha.
__ADS_1
Boby berdiri dari duduk nya mendekati Alettha dan memeluk nya, ada kerinduan yang terpendam di hatinya. Namun Boby tak ingin terlalu memaksa keinginan nya dan membuat Alettha merasa bersalah.
"Kau jangan khawatir Alettha, aku akan tetap disini dan bersama mu. Wajar jika kau merindukan ku mungkin kau sudah jatuh cinta padaku. " Ucap Boby asal.
Alettha mendegar ucapan Boby dan mulai berpikir apa mungkin dia mulai ada rasa pada Boby, namun dirinya masih ragu dengan semua itu.
"Aku masih ragu untuk hal itu, hati dan otak ku tidak lah sejalan Boby. " Gumam Alettha.
Boby tersenyum bearti Alettha memang mulai ada rasa padanya, karena ucapan Alettha barusan lantas membuat Boby bersemangat lagi.
Dia akan berjuang agar Alettha mau menerima dirinya dengan hati nya bukan karena keterpaksaan.
"Sudah lah kembali keruangan kerja mu, aku mau menyelesaikan pekerjaan ku dulu. " Ucap Boby.
Alettha melepaskan pelukan nya pada Boby dan tersenyum manis.
"Baik lah bos, aku pergi dulu jangan lupa ajak aku jika kau ingin bertemu Gisel. " Balas Alettha.
__ADS_1
Boby hanya tersenyum menagapi ucapan Alettha, dia menatap bahu Alettha yang mulai hilang tertutup pintu. Dia tersenyum dengan lebar hatinya menghangat kembali melihat perubahan Alettha.
"Aku akan berjuang agar kau sendiri yang meminta ku untuk tinggal di sisi mu. " Ucap Boby.