Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Pov Arsya


__ADS_3

Arsya nampak kesal dengan dirinya, kenapa dia sampai mencium Aletta. Kenapa dia terbawa emosi dan berkata semua keluh kesah dihatinya.


Pyarrr


Satu hantaman memecahkan kaca di dinding kamar arsya. Darah yang menetes tak dia hiraukan, dia terlalu emosi dan merasa bersalah berbuat kasar pada Aletta.


"Bodoh aku Arsya.. Kenapa sampai terbawa emosi. Aletta sedang bersedih kau menambahkan luka baru.. " Ucap Arsya frustasi.


Arsya menjatuhkan tubuhnya di kasur king size milik nya.


Drrrr Drrr Drrr


"Arsya... kamu lagi dimana? " Ucap Kauren.


"Dirumah mi.. ada apa? " Ucap Arsya


" Dimana Aletta, apa dia sudah makan? Mami telfon tidak diangkat. " Ucap Kaauren.


"Akan aku panggilkan.. " Ucap Arsya.


Arsya lantas berdiri menuju kamar Aletta.


Tok Tok Tok


"Aletta.. " panggil Arsya.


Tak ada sahutan di dari dalam, membuat Arsya masuk tanpa menunggu Aletta membuka pintu.


" Apa gadis itu tertidur. " Batin Arsya.


Aletta tengah berbaring di kursi panjang di balkon kamarnya. Udara malam itu terlalu dingin untuk nya tidur di sana.


"Aletta... heyy.., Aletta sudah tidur mi besok akan ku hubungi lagi. " Ucap Arsya memetikan telpon.


Dengan sigap Arsya mengendong Aletta menuju kasurnya.


"Maaff.... aku tak bermaksud menyakitimu. " Ucap Arsya.


Arsya menatap Aletta dalam, perlahan-lahan mendekat kan wajahnya ke wajah Aletta dan mencium Aletta.


Membuat Aletta mengeliat dan Arsya menjatuhkan wajahnya.


"Selamat malam Aletta... " Ucap Arsya.


Arsya meninggal kamar Aletta, menuju dapur mengambil kotak P3K untuk membalut luka nya.


Malam itu Arsya tak bisa tidur masih banyak pemikiran di otaknya. Tak terasa arsya tertidur di sofa depan TV.


Pagi itu Aletta terbangun, dia bingung kenapa dia ada diatas kasur. Padahall dia sengaja tidur di balkon.


"Apa dia yang memindahkan ku? " Ucap Aletta.


Aletta lantas pergi menuju balkon melihat dan menikmati udara pagi.


"Ayah... bundaa... maaf Aletta tak bisa menemanimu dipembaringan terakhir... " Ucap Aletta sedih.


Lagi lagi dia menangis terseduh seduh, mata indah nya kini berubah sendu dan bengkak.


Aletta berdiri mencari ponsel nya. Terlihat disana ada 20 panggilan dari Kauren dan pesan masuk whatsapp dari sang bunda.


"Bundaa.. bagaimana aku tak tahu bunda mengirimkan pesan pada ku.... " Ucap Aletta.


{Sayang ku Aletta...


Jika kamu membaca pesen bunda, bunda berharap dapat menatap mu memelukmu walau sebentar. Maaf sayang bunda tak bisa menjaga mu lagi tapi ketahuilah ayah dan bunda akan menjaga mu dari sini. Baik baik Aletta bersama tante Kauren, dia wanita baik sayang bunda yakin kamu akan bahagia bersama nya. Maaf bunda tak menceritakan semua masalah nya pada mu kelak biar tante Kauren yang memberi tahu mu.


Kecup sayang 💕 bunda 💕💕}


Aletta menangis terseduh seduh, dia memeluk poselnya berharap ini hanya mimpi.


"Kenpa bunda, kenapa bukan kau yang memberi tahu aku.. " Ucap Aletta.


Drrrrdl Drrr

__ADS_1


Pesan masuk dari Kauren.


{Aletta, tante tau kamu kecewa tante minta maaf pada waktunya nanti tante akan memberi tahu kamu semua nya. Jaga diri mu baik baik, tante dan Axcel akan berada di Jerman. Tante harap kamu bisa memaafkan tante dan tante harap Arsya bisa menjaga mu. }


Aletta kaget kenpa tiba tiba Axcel dan tante Kauren pergi ke Jerman. Aletta lantas mengubungi no Jauren namun tak ada jawaban dari nya.


Di lantai bawah arsya nampak bingung kenpa ibunya menitipkan Aletta pada nya.


Dia sudah lama tahu bahwa ibu dan adik perempuan nya akan pindah ke Jerman namun dia tak menyagka bahwa dia ditinggalkan, belum lagi dia harus menjaga Aletta.


"Apa gadis itu sudah bangun...? " Ucap Arsya.


Arsya kembali kekamar nya untuk mandi.


Setelah mandi Arsya turun kebawah dan melihat Aletta berada di dapur.


"Kau sudah bangun, apa kau butuh sesuatu. " Ucap Arsya.


"Tidak.. lagi pula aku menumpang hidup dikeluarga ini jadi tak pantas aku berbeda leha di kamarku. " Ucap Aletta dingin.


"Kau sedang sedih, tak usah membuat aapa pun bair aku saja... " Ucap Arsya.


Aletta hanya diam, gadis itu nampak sibuk dengan nasi gorengnya.


"Sudah siap makan lah, ini susu hangat... " Ucap Aletta.


"Duduk lah, hari ini sekolah mu cuti jadi tak perlu sekolah. " Ucap Arsya.


Arsya menarik tangan aletta untuk duduk di kursi makan.


Merka sarapan dengan diam tanpa ada suara terdengar.


"Maaf untuk kejadian semalam, aku tak bermaksud menyakitmu. Dan untuk ciuman itu angap saja tK pernah terjadi. " Ucap Arsya dingin.


Aletta yang mendengar penjelasan Arsya menjadi kesal.


"Terserah aku tak peduli... " Ucap Aletta.


"Besok aku akan mencari pembantu. " Ucap Arsya tiba tiba.


" Tak perlu aku akan membersihkan semua... " Ucap Aletta.


"Dengar saya tak mau dibilang memperbudak anak orang. " Ucap Arsya galak.


"Kita bukan orang lain, kita bersaudara wlaupun beda ibu. " ucap Aletta


Dengan kesal Arsya pergi keluar mengunakan motornya.


" Dia fikir dia siapa mau mengatur ku, dia fikir aku iklas dia mengambil Firth kiss ku. Dasar buaya buntung. " Ucap Aletta kesal.


"Andai ada Gisel... bagaimana keadaan nya sekarang. " Batin Aletta.


Aletta sangat merindukan sahabat nya itu.


Aletta kehilangan kontak sangat sahabat, membuatnya berpikir bahwa Gisel melupakan nya.


" Sudah selasai, sebaik nya aku membuat susu hangat... " Ucap Aletta.


Perlahan Aletta melupakan kesedihannya, melupakan sejenak pikirannya tentang orang tua dan tante Kauren yang pergi ke Jerman.


"Rumah ini sepih bun, tak ada lagi kehangatan disini. Andai waktu bisa ku ulang. " Ucap Aletta


Disisi lain Arsya mengendarai motornya perlahan meninggal kan rumah Aletta.


"Saad berdekatan dengannya mebuat ku emosi tapi saad aku menyakiti nya kenapa aku menyesal... Ah persaan apa ini membuat ku pusing. " Dumel Arsya.


Sampai lah Arsya di sebuah kafe.


"Heyy.. kau menunggu lama..? " Ucap Arsya.


Gadis dengan rambut bergelombang dan wajah cubbi itu mengangkat kepala nya menghadap Arsya.


"Aari mana saja kau... aku sudah lama menunggu... " Ucap gadis itu manja.

__ADS_1


" Hahah maaf, aku agak lupa punya janji dengan mu. Jangan marah bayi besar ku... "Ucap Arsya memegang tangan gadis imut itu.


"Aku Gisel Febianti Arsya, berhenti memanggilku bayi besar. " Ucap Gisel cemberut.


Dia Gisel Sahabat Aletta, Gisel sudah lama menjalin hubungan dengan Arsya. Namun dia tak pernah bercerita pada Sahabat nya itu, dan Gisel pun tak tahu tentang Arsya dan Aletta bersaudara.


"Bayak masalah yang sedang ku hadapi, jadi maaf aku tak ada waktu untuk mu... " Ucap Arsya.


"Tak apa, aku mengerti... " Ucap Gisel.


"Aku mau cerita bayak tentang mu.. Kau mau ikut dengan ku ke apartemen ku.. ?" Tanya Arsya


"Emm... ok yuk.. " Ucap Gisel.


Meraka menaiki motor sport Arsya menuju apartemen Arsya, saad tiba disana meraka segera turun dan menuju lantai 5.


"Jangan terlalu lama nekuk wajah tampan mu ktu, kau tau kau jelek... " Ejek Gisel.


"Kau bilang apa... Enakk saja bilang aku jelek haa... " Tawa Arsya.


Jika bersama dengan Gisel Arsya bisa tertawa lepas, Gisel bukan hanya kekasih bagi nya namun Gisel juga Sahabat untuk Arsya.


Ting


"Udah ah malu diliatin orang. " Ucap Gisel.


Dengan senyuman dan canda tawa Arsya menggandeng tangan mungil Gisel ke apartemen nya.


" Sudah berapa lama aku tak berada disini.. " Ucap Gisel.


" Mungkin sekitar 2 tahun, setelah kita LDR.. " Ucap Arsya.


"Mungkin iyaaa hahah lupa... makasih. " Ucap Gisel menerima minuman yang disodorkan Arsya.


Gisel duduk disofa depan TV, Dengan Arsya yang tiduran di paha nya.


"Kamu kenapa si, kalau lagi bayak fikiran pasti manja kek gini... " tanya Gisel.


Gisel selalu tahu apa yang dirasakan kekasih ny itu.


"ntah lah aku bingung apa yang aku rasakan... " cap Arsya.


"Memang nya apa yang kau rasa kan, seberat itu kah sampai sampai membuat pria tampan mu sedih dan terlihat tua.. hemmmzzz.. " Tanya Gisel.


Arsya lantas menatap Gisel, lalu duduk berhadapan dengan Gisel.


"Apa kau mencintaiku? " Tanya Arsya.


"Ya Iyah lah, mana mungkin aku mau menjalin hubungan tanpa ada rasa.. ada apa? apa rasa mu sudah memudar pada ku...? " Tanya Gisel.


Arsya mengelus rambut Gisel dengan sayang, dia berharap bahwa perasaan nya dengan aletta hanya rasa sesaat. Arsya takut membuat gisel menangis gadis itu sudah bayak bersedih dan susah.


" Kenapaaa kok diem.. apaaa kamu menyukai orang lain.. " Tanya Gisel.


" Aku hanya mencintai mu.. " Ucap Arsya.


Arsya mentap Gisel dalam lalu memajukaan wajahnya ke wajah Gisel, Arsya menatap bibir merah muda itu bibir yang membuat nya candu akan Gisel.


Arsya mencium Gisel dan Gisel membalas ciuman Arsya, entah lah Arsya berfikir ciuman yang biasa menjadi candu untuk nya kini berasa berubah.


Gisel mendorong tubuh Arsya untuk mundur.


"Kamu kenapa sihh... "Ucap Gisel.


Arsya hanya diam, dia sendiri bingung dengan dirinya kenpa tiba tiba dia teringat Aletta.


Arsya lantas memeluk Gisel dengan erat.


"Maaf... perasaan ku sedang tak enak... " Ucap Arsya.


" Aku merasa kamu jauh dari ku kak... " Batin Gisel.


Mereka berpelukan....

__ADS_1


__ADS_2