Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Bagas Pakubuwono


__ADS_3

Gresia mengendarai motor nya dengan buru buru, dia lupa jika hari ini dia akan meeting dengan COE pemilik perusahaan besar di Jakarta.


"Duh telah deh kayaknya. " Gumma Gresia sembari berlari menuju ruang meeting.


Gresia mengetuk pintu dan perlahan masuk kedalam ruangan yang sudah bayam karyawan yang siap untuk meeting pagi itu, mereka menatap Gresia dengan tatapan tidak suka.


"Maaf semua saya terlambat, mari kita mulai meeting hari ini. " Gumam Gresia.


Gresia duduk di samping sahabat nya Aurel yang menatap dirinya nanar.


"Harus kah anda menjadi karyawan teladan diperusahaan ini, saya rasa Billy sudah salah memilih orang. "Ucap Seorang pria dengan angkuh.


Gresia menatap laki-laki berjas hitam yang sedang duduk dengan angkuh nya di kursi.


" Maaf maksud anda apa pak, saya hanya telah 5 menit saja lagi pula meeting juga belum dimulai. "Jawab Gresia.


Aurel memperingati Gresia yang dengan berani dan lantangnya menjawab ucapan CEO di perusahaan itu.


" Apa an sih, kebiasaan nanti tuh orang. "Gumam Gresia.

__ADS_1


" Iss mau dipecah loh. "Jawab Aurel.


Gresia tidak menghiraukan ucapan Aurel yang berusaha memperingati dirinya, kini Gresia sedang kesal pada CEO itu yang mengatakan dirinya tak pantas jadi karyawan teladan.


Laki laki itu tak lain adalah Bagas Pakubuwana anak dari Dodi Pakubuwono, dia seorang CEO besar sekali rekan bisnis perusahaan yang sedang digeluti oleh Gresia.


Bagas adalah orang yang sangat suka kedisiplinan dan dia juga tidak suka jika perkataan dirinya di tentang, wajah rupawan bakal pahatan dewa Yunani tidak membuat sifat yang baik pada dirinya.


Dia tak segan segan untuk memecat karyawan yang tidak membawa perubahan pada perusahaan dia juga bayak digilai oleh karyawan dan para wanita diluar sana.


Hidup mewah membawa dirinya ke dunia malam dan pergaulan bebas, dia bukan lah laki laki yang hanya butuh satu orang wanita tapi Bagas akan membuat setiap wanita bertekuk lutut di kaki nya.


"Gadis yang berani, dia bahkan tidak menatap ku. Akan ku buat kau bertekun lutut di kaki ku. " Batin Bagas.


rapat itu dimulai dengan tenang Gresia menjelaskan semua isi dari meeting itu dengan semangat bahkan Bagas pun sampai kagum melihat Gresia yang menjelaskan semua dengan jelas dan mudah di pahami.


"Gadis ini benar-benar berbakat, pantas saja jika Willy menjadi dirinya sebagai karyawan teladan. " Batin Bagas.


"Meeting hari ini selesai apa ada yang tidak bisa dipahami, mungkin bisa di pertanyaan sekarang. " Ucap Gresia.

__ADS_1


"Semua nya bisa kita pahami dengan baik buk Gresia, kita bisa menutup meeting hari ini. " Gumam seorang karyawan.


"Baiklah semua nya, meeting kita akhirnya Terima kasih. " Ucap Gresia.


Gadis itu tersenyum dan merasa sangat banga dengan presentasi dirinya didepan laki-laki yang sudah menghina dirinya itu, Gresia memasukkan semua berkas kedalam tasnya.


Bagas masih terduduk di kursi nya dan masih memperhatikan Gresia yang sibuk menatap semua berkas berkas meeting nya tadik.


"Kau terlihat bangga dengan keberhasilan presentasi mu, aku rasa aku haus belajar dari mu. " Celetuk Bagas.


Gresia menghentikan kegiatan nya lalu menatap Bagas yang sedang menyindir dirinya.


"Tentu saja saya bangga, lagi pula anda sendiri yang bilang saya tidak pantas menjadi karyawan teladan maka saya buktikan bahwa saya sangat layak menjadi karyawan teladan. Permisi. " Ucap Gresia pergi berlalu dari hadapan Bagas.


Bagas merasa tertantang karena hanya Gresia yang tidak tergila gila pada dirinya.


"Awas saja kau gadis sombong. " Sungut Bagas.


Bagas menatap Gresia yang mulai menghilang dibalik pintu ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2