
Saad ini arsya sangat marah, marah pada dirinya dan pada aletta.
arsya mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi. entah apa yang membuat dia begitu marah.
"kamu orang baik, bagimana ada orang yang menolaknmu. akue nerima mu.. " ucap aletta
ucapan aletta terus saja teringat jelas dalam pendengar nya. arsya sangat kesal dan marah melihat andre berani mencium aletta didepan mata nya, namun dia pun tak dapat melampiaskan nya karena dia mengatakan dia membenci aletta.
citttt
decit ban motor arsya terdenagar nyaring, aletta memberhentikan motor nya menepi dipinggir jalan.
"ahhhh bisa gila gue kayak gini... " teriak arsya.
ting
{ sayang kamu dimana... }
pesan dari gisel
arsya nampak malas membalas pesan dari kekasih ya itu.
"maaf gisel aku sedang tidak baik baik saja, aku tak mau menyakiti mu. " ucap arsya.
artinya mulai melakukan motor nya, menyusuri jalanan yang penuh dengan kendaraan lain.
Arsya pulang kerumah nya, membukak pintu dan masuk ke kamarnya merebah kan diri.
Di penginapan aletta dan andre selalu bersama.
"hari ini kita pulang, kamu mau pulang atau masih mau disini? " tanya andre.
"aku mau pulang, capek banget... " ucap aletta
andre memijit bahu aletta, andre adalah tipe laki laki penyayang.
"makasihh... " ucap aletta.
Pada siang hari mereka mulai berkemas semua barang barang mereka.
"sudah siap semua ayo pulang akan ku antar... " tawar andre.
"ok, guys akun pulang dulu dahh... " ucap aletta
__ADS_1
semua teman teman ya tersenyum.
aletta menaiki mobil andre dan pergi menuju kediaman nya dan arsya.
dalam mobil tak ada kesunyian selalu ramai dengan canda riang mereka.
"kau tau aletta, saad pertama aku melihat mu dikelas.. hati ku sudah memilih mu.. " ucap andre.
"kamu ini, padahl yang cantik dan lebih dari aku bayak loo kenpa kamu milih aku.. " tanya aletta.
"entahlah tapi aku nyakinlah kalau kamu adalah tulang rusuk ku. " ucap andre.
aletta tersenyum, dia masih memikirkan arsya apa pria itu sudah dirumah atau belum.
aletta nampak tertidur didalam mobil andre
"malah tidur gadis ini, makin cantik kalau lagi tidur... " ucap andre memegang tangan aletta.
setelah 30 menit mereka sampai kerumah aletta.
"hey,, sayang bangun lah... " ucap andre
aletta menguap dan mulai mengerjap kan mata nya perlahan.
andre memegang puncak kepala aletta dan mencium kening nya.
"tak apaa aku yang minta maaf, karna membangun kan mu... " ucap andre.
"gak lagi kan udah nyampek rumah mu... "
"masuk lah pasti capek, aku juga harus pulang. " ucap andre
aletta tersenyum memandang andre, hati nya menghangat dengan perlakuan dari andre.
"Terima kasih, aku masuk dulu yaa... "
andre tersenyum memandang gadis yang melangkahkan meninggal dirinya di mobil.
andre lantas melajukan mobil nya meninggal rumah aletta.
di balkon kamar, nampak arsya memandang mereka dari kejauhan.
"Rasa ingin ku hilang kan anak baik kencur itu.. " ucap arsya.
__ADS_1
aletta memasuki rumah dan rumah tak terkunci berarti arsya sudah pulang.
aletta bergegas masuk ke dalam kamarnya, lalu menguncinya. Dia tak ingin arsya masuk dan berbuat sesuatu pada nya.
arsya turun ke bawah, menyalahkan televisi dan menonton siaran sepak bola. dia tak ingin menghiraulan kehadiran aletta diruma ini.
"aletta... aletta... kau tinggal disini bukan untuk bersantai. siapkan aku makanan. " teriak arsya
aletta yang baru saja mandi mendengar teriakkan arsya lantas turun kebawa, dengan rambut sepinggan nya yang masih basah dia turun ke lantai bawah menemui arsya.
"bisa kau tak berteriak, tinggal mintak tolong aja kok bisa kan... " ucap aletta kesal.
arsya nampak terpesona meliht aletta dengan rambut tergerai basah itu.
"cantik... " batin arsya.
"buat kan aku nasi goreng. " printah arsya.
arsya menjadi ketus dia tak ingin seolah-olah tersakiti dengan hubungan aletta dan andre.
tanpa menjawab aletta menuju dapur dan mulai menyiapkan kan semua bahan nasi goreng.
"buat kan susu hangat untuk ku.. " ucap arsya
aletta dengan malas membuat kan segelas susu coklat hangat untuk nya.
"sudah siap makan lah, aku akan makan di kamar ku. " ucap aletta.
aletta menghindar dari arsya dan tatap dingin arsya yang membuat nyali aletta memciut.
"terserah... " ucapan aletta.
arsya memakan nasi goreng itu dengan lahap, sembari menonton sepak bola di televisi.
"enak dan selalu enak... " ucap arsya
arsya sudah melahap habis masi goreng buatan aletta, dan kini dia merasa kenyang.
bersantai sembari menikmati susu hangat dari aletta tadik.
"biarkanlah dia mau melakukan apa pun, aku tak peduli lagi. seharus nya rasa benci ku pada nya semakin bertambah tapi malah aku mulaii jatuh cinta pada nya. " batin arsya.
arsya Mengelngkan kepala nya, kepala nya terasa pusing jika berhubungan dengan aletta.
__ADS_1