Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Ku mohon lepas kan dia.


__ADS_3

Alettha dan Gisel baru saja sampai diruma Alettha, Gisel nampak takjub melihat megah dan cantiknya interior rumah ini.


"Rumah mu sunguh indah. " Ucap Gisel sembari mengedarkan pandangan nya.


Alettha hanya tersenyum melihat sahabat nya, Alettha membantu Gisel membawa barangnya menuju kamar dulu Alettha tempati.


"Ini kamar mu, aku mau kekamar ku dulu. " Ucap Alettha pergi meninggalkan Gisel.


"Kamar pembantu saja sebesar ini, Alettha kenapa kamu selalu mendapatkan kebahagiaan tapi kamu menghancurkan kebahagiaan orang lain. " Ucap Gisel duduk di ranjang.


Pandangan menyelusuri semua kamar itu, kamar mandi pun berada di dalam. Gisel merapikan semua barang barang nya, lalu keluar dari kamar melihat sekeliling rumah.


Sedangkan Alettha kembali kekamar nya, Alettha melihat kamarnya kosong. Berarti Alex belum kembali.


"Apa dia terlalu nyaman, bersama kekasih lama nya. " Ucap Alettha.


ting


Pesan masuk dari Alex


{Hari ini aku makan diluar, mungkin aku pulang agak larut. }


Alettha menghembuskan nafas kasar, rasanya dia ingin teriak dan menghancurkan semua barang.


"Terserah Alex, aku bingung menghadapi mu. " Ucap alettha frustasi.


Sedangkan Alex saad ini sedang bersama Sandra, dengan Sandra tidur dipangkuan Alex.


"Apa kau akan menerima ku kembali? " Ucap Sandra menatap Alex.


Alex terdiam dia tak menjawab pertanyaan Sandra, Alex berpikir bagaimana jika dia kembali kepada Sandra dan bagaimana dengan Alettha.


"Aku tahu sulit bagimu, memaafkan aku... " Ucap Sandra bangun dari tidurnya dipangkuan Alex.


Sandra menatap Alex, Dimata itu masih ada kerinduan mendalam pada wanita yang dulu pernah menyampakan dirinya.


"Aku mencintaimu, dan akan tetap mencintai mu... " Ucap Sandra.


Sandra mencium Alex dan Alex menerima ciuman itu, mereka bercium melepaskan kerinduan dihati mereka.

__ADS_1


"Lepas kan Alettha.. Kembali lah padaku. " Ucap Sandra memeluk Alex erat.


Alex tak menjawab ucap Sandra dia masih bingung dengan perasaannya.


"Aku akan melepaskan Alettha, jika dia yang memintanya sendiri. " Ucap Alex.


Sandra nampak tak senang dengan jawaban Alex, Sandra kemudian membuat kesepakatan pada Alex jika Alettha yang meminta untuk meninggalkan nya maka Alex akan meninggalkan Alettha.


Alettha turun ke lantai bawah, mencari keberanian Gisel.


"Dimana Gisel? " Gumam Alettha.


Alettha mencari Gisel sampai keluar dan nampak gadis itu sedang duduk di taman. Alettha berjalan menuju ke arah Gisel.


"Heyyy... kau kenapa? " Tanya Alettha.


Gisel tersenyum menatap kearah Alettha yang duduk di samping nya.


"Tidak ada,hanya menikmati udara segar disini. " Ucap Gisel.


"Gisel boleh aku bertanya padamu? "


"Bertanya tentang apaa? "


"Kau... kau Alettha yang membuat Arsya pergi meninggalkan diriku, dia mencampakkan ku. " Batin Gisel berteriak.


Gisel hanya menatap Alettha dalam kediaman nya, membuat Alettha tak nyaman dengan pertanyaan sendiri.


"Tak perlu kau jawab, aku ta mau kau mengingat luka lama. " Ucap Alettha tersenyum.


"Kau benar luka lama yang kau ciptakan, dan nanti yang akan menghancurkan mu. " Batin Gisel.


Gisel menatap pepohonan dan juga bunga mawar yang tumbuh subur dan mekar.


"Alettha kenapa kau disini sendiri, kau bisa mencari pelayanan dan bodyguard. " Ucap Gisel.


Dirumah ini hanya ada Alettha dan Gisel didepan ada pos satpam dan dia tak akan masuk sampai rumah ini. Rumah ini benar-benar sepi dan hening.


"Hidup ku sudah sepi dan aku suka keheningan. " Ucap Alettha.

__ADS_1


"Sekarang ada aku... " Ucap Gisel menatap Alettha.


Bayak yang mereka ceritakan tentang hidup mereka 5 tahun lalu.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.00WIB, mereka masih menatap senja di luar sana.


"Kau tahu Alettha, Jika kini kita dalam suasana terang makan nanti kita akan masuk kedalam suasana yang gelap. " Ucap Gisel.


Alettha terdiam mendengar ucapan Gisel, Alettha merasakan ada yang berbeda dengan sahabat nya itu.


"Sudah lah ayo masuk, makan malam.. " Ucap Alettha mengajak Gisel masuk.


Mereka masuk kedalam rumah, dan berjalan menuju dapur.


"Mau makan apaa kitaaa? " Ucap Alettha.


"Mie instan pedas, mungkin itu lebih baik. " Ucap Gisel.


Mereka membuat dia porsi mie instan pedas, mie itu sangat lah pedas dengan bertulis level 5.


"Uhhh bauk yaaa enak banget... " Ucap Alettha.


Mereka makan dengan berkeringat dan meneteskan air mata.


Ting


Nomor tak dikenali



{ Dia bahkan lebih memilih bersama ku, dari pada bersamamu. }


Alettha menutup ponsel nya, dia benar benar sedih melihat poto yang dikirim oleh Sandra.


Dengan lahap Alettha memakan mie nya dengan emosi, air mata nya turun begitu deras. Alettha sengaja menutupi air mata nya dengan memakan mie instan itu.


"Ada apa dengan. " Batin Gisel menatap Alettha heran.


"Mie ini sungguh pedas, tapi aku suka haha ahah" Ucap Alettha tertawa kecil.

__ADS_1


"Benarkah sangat pedas, lihatlah air matamu seperti orang sedang menangis sesuatu. " Ucap Gisel.


"Tidak aku, aku hanya kepedasan saja. Lagi pula apa yang aku tangis. " Ucap Alettha.


__ADS_2