Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
7 Bulan Kemudian


__ADS_3

Sejak Leo memiliki untuk tinggal bersama Alex , Alettha merasa sangat lah kesepian walaupun ada dua bayi dan juga Gresia di rumah itu.


Alex memberi kabar bahwa dirinya dan Leo akan pergi kembali ke Jerman untuk mengurus semua bisnis Alex disana, Alettha awalnya tak setuju namun Alex bilang itu semua demi masa Leo agar jauh lebih cerah lagi.


Kini usia kandungan Alettha sudah menginjak usia 7 bulan, dia mulai susah untuk menggendong Aurora dan Zahra kini Alettha lebih sering duduk dan menunggu anak anaknya bermain dengan akur.


"Sayang ada apa? Apa kau butuhkan sesuatu? " Tanya Andre.


Alettha menatap pria yang masih sama seperti dulu saad dia berjumpa dengan nya, masih dengan wajah dan tubuh yang tak pernah termakan oleh usia semakin bertambah usianya semakin tampan wajahnya.


"Aku tahu aku tampan, tapi jangan sampai kau menjatuhkan air liur mu di depan ku.. " Goda Andre.


Alettha memutar bola matanya mendengar ucapan Andre.


"Kau ini sudah sana... " Ucap Alettha.


"Aku hanya berharap canda cinta ku... " Ucap Andre terkekeh.

__ADS_1


"Oh iyaa Alettha besok aku akan pergi kebandung, mungkin sekitar 3 minggu untuk mengurus proyek besar baru disana. " Terang Andre.


"Kenapa lama sekali, samapai 3 minggu lalu bagaimana aku dan anak anak Ndr. " Ucapan Alettha.


"Ya kan ada bik Sum sama Tania, aku hanya pergi 3 minggu sayang. Proyek ini harus segera diselesaikan agar nanti saad kamu melahirkan aku bisa ambil cuti. " Ucap Andre.


"Diperusahaan sendiri kok minta cuti sih, alesan aja kamu nieh. " Ucap Alettha.


Alettha mengerucut kan bibir nya merasa kesal saad tahu Andre anak meninggalkan mereka cukup lama, sebenarnya Alettha tidak masa soal itu namun di hamilan yang sudah semakin besar dia tidak ingin berjauh dari suaminya.


"Jika kau tak izin kan aku tak akan pergi. " Timoal Andre sembari berlalu dari Alettha.


Andre mebalik kan tubuh nya menatap Alettha sembari tersenyum manis, dia berjalan ke arah Alettha dan mengecup keningnya.


"Terima kasih sayang, ini semua demi masa depan kita dan anak anak ini. " Timpal Andre.


Gresik bermain dengan asik dan akur bersama kedua adik yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan dirinya, tapi anak itu begitu menyayangi dan menjaga dengan baik adik adiknya.

__ADS_1


"Aurora dan Zahra kini sudah berusia 8 bulan, saad anak kita lahir mungkin akan semakin ramai dengan suara mereka ya. " Gumam Alettha.


"Pasti kalau itu sayang, aku siap siap dulu yaa agar besok tinggal berangkat. " Ucap Andre.


Alettha tersenyum menganggukkan kepala lalu tersenyum menatap Andre, Andre berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Buk Alettha adalah wanita yang paling beruntung, aku iri pada ibu.. " Gumam Tania.


"Aku tidak sebahagian itu kok, dulu aku malah menyalahkan takdir yang selalu tak adil pada ku tapi sekarang aku sudah cukup dan lebih bahagia." Ucap Alettha.


"Namanya kehidupan buk, terkadang takdir mempermainkan kita dan terkadang takdir bersama kita. " Ucap Tania terkekeh.


"Ngomong ngomong kamu sudah punya pendamping kah Tania, atau masih sendiri? " Ucap Alettha menatap gadis berusia 20 tahun itu.


"Saya masih sendiri buk, belum minat untuk berkeluarga atau punya pendamping. Saya anak tunggal dan saya akan membahagiakan mereka terlebih dahulu." Gumam Tania.


"Iyaa lagi pula usia mu masih sangat muda, kejar dulu keinginan dan cita cita mu. " Ucap Alettha.

__ADS_1


Tania tersenyum malu malu mendegar ucapan Alettha.


"Andai aku punya keberanian aku mau bilang kalau aku menyukai pak Alex, buk Alettha tapi aku malu. " Batin Tania.


__ADS_2