Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Maafkan Aku


__ADS_3

Sudah seminggu mereka berada di pesantren milik Abah Nafisah dan sudah melakukan tujuan hari kepergian Nafisah, siang itu Alettha dan Andre berpamitan untuk pulang ke Jakarta.


"Abah saya dan istri saya mohon pamit, sudah lama kita berada di sini lagi pula dirumah juga ada anak anak yang menunggu. " Ucap Andre.


"Iyaa pulang lah nak biar Boby Abah yang akan menjaga nya, Abah titip cucu Abah pada kalian sampai Boby benar-benar pulih. " Ucap Abah Burhan.


"Insya Allah bah kita akan menjaganya, sampai nanti Boby siap untuk merawat nya sendiri. " Timpal Alettha.


Alettha pergi menjenguk Boby untuk terakhir kalinya, menatap pria yang dulu sempat mencintai dirinya itu kini hanya terdiam menatap jendela.


"Aku pergi Boby, jaga diri mu baik baik sahabat ku. " Gumam Alettha menutup pintu kamar Boby.


Alettha dan Andre akhirnya pulang ke Jakarta meninggal suara merdu lantunan para santri yang sedang mengaji untuk Nafisah, berat rasanya saad harus meninggalkan Boby disana sendiri.


"Andre bagaimana dengan bayi itu, sekarang kita tidak mungkin kan membawa ke pesantren sedangkan Boby seperti itu. " Ucap Alettha

__ADS_1


"Kita akan merawat nya sayang, bukan kah Nafisah menitipkan bayi itu pada mu? " Ucap Andre.


Alettha mengangguk ucapan Andre, dia teringat saad terakhir Nafisah menitipkan anaknya dan juga Boby pada dirinya.


"Andre jawab pertanyaan ku, apa kau juga memilih ku dari pada bayi kita? " Gumam Alettha pelan.


"Jika kau ingin tahu baiklah, akan ku jawab IYA. Aku memilih mu dan kehilangan anak ku, dan aku percaya jika aku mengadopsi Aurora kau akan menyayangi nya seperti kau menyayangi anak mu dan juga Leo. " Ucap Andre.


Alettha tak percaya dengan semua ucapan Andre, dia selama ini sudah salah paham terhadap Andre. Dia hanya ingin Alettha bahagia dengan tidak memberi tahu yang sebenarnya, walaupun pada akhirnya itu jauh menyakiti kan.


"Kumohon maafkan aku Andre, aku salah sudah menyalahkan Aurora dan juga Leo akan kematian anak kita. " Ucap Alettha.


Alettha memeluk lengan kekar Andre dengan penuh kerinduan Andre mengelus dan mengecup sayang kening Alettha.


"Berjanji lah kau bisa menyayangi Aurora seperti anak kita sendiri, dan sekarang ada Leo dan bayi kecil dirumah kita. " Ucap Andre.

__ADS_1


"Aku berjanji aku akan menyanyangi mereka seperti anak anak ku, semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik untuk mereka. " Ucpa Alettha.


Akhirnya mereka mulai berdamai dengan keadaan dan pikiran mereka, kini mereka berkendara jauh meninggalkan kesedihan di pelupuk mata.


Andre tidak langsung mengajak Alettha kembali ke rumah, namun mereka langsung ke rumah sakit untuk menjemput anak Nafisah dan Boby.


"Iyaa Sus bayo dari bu Nafisah dan pak Boby, kami orang tua sambung nya. " Ucpa Andre.


"Baik lah pak ini bayinya, namanya Fatimah Az Zahra. " Ucap seorang suster sembari memberikan bayi itu kepada Andre.


"Terima kasih suster, kami akan mengurus semua surat nya. " Ucap Andre.


Bayi itu masih terlelap dengan tenang, Alettha dan Andre mengurus semua biaya dan juga surat untuk pengambilan bayi itu.


Mereka mengajak bayi untuk kembali ke rumah Alettha dan Andre.

__ADS_1


"Mereka mungkin akan menjadi saudara yang baik. " Gunam Alettha.


Alettha berhayal melihat mereka tumbuh dan besar bersama, Alettha akan sangat bahagia mempunyai mereka berempat.


__ADS_2