
Aletta merasa ucapan Alex serius, sejak kejadian tadik sore Aletta merasa tidak tenang.
"Ahhh bisa gila aku ini, gimana kalau Alex beneran mau nikahin gue. "
Aletta berguling ke kanan dan ke kiri, sudah 1 jam lamanya Aletta berguling tidak bisa tidur. Waktu sudah menujukan pukul 23.30 WIB, namun Aletta masih tak dapat memejamkan mata nya.
"Mau tidur aja kok susah banget sih... "
Aletta lantas terduduk diatas kasurnya, Berdiri menuju pintu kamar nya menuju dapur.
cklek
Aletta nampak membulat kan mata nya saad menatap Alex yang tidak mengenakan baju, Aletta lantas berbalik dan ingin menutup pintunya.
"Aletta... mau apa kamu... "
Aletta mengeruki dirinya sendiri, kenapa tidak cepat menutup pintu. Aletta lantas berbalik menatap Alex.
"Mau minum pak, tapi gak jadi.. "
Alex menatap Aletta lama, membuat Aletta merasa di intimadasi dengan tatapan Alex.
"Buat kan kopi untuk ku, antar ke ruang kerja ku sekarang. "
"Baik pak, akan saya buatkan. "
Alex lantas pergi meninggalkan Aletta di dapur, Aletta lantas membuka kulkas mengambil jus jeruk meminumnya.
"Kopi Aletta jangan lupaaaa. "
Ucap Aletta menepuk jidatnya, karna hampir melupakan printas Alex.
Setelah membuat kopi, Aletta lantas berjalan ke lantai atas menuju ruang kerja Alex.
__ADS_1
tok tok tok
"Masuk lah... "
Dengan perlahan Aletta membuka pintu ruang kerja Alex.
"Maaf ini kopi anda pak, saya mohon izin keluar. "
Ucap Aletta ingin pergi berlalu, Namun Alex dengan cepat memegang tangan Aletta menahannya agar tidak pergi.
"Duduk lah aku ingin bicara... "
Aletta nampak sangat gugup melihat Alex nampak sangat serius.
Aletta menurut printa Alex untuk duduk, Aletta duduk di depan Alex.
"Dengar apa kau sudah memikirkan ucapan ku? "
"hahahh... bapak ini sedang bermasalah, mungkin bapak salah orang... "
Alex menatap Aletta dengan tajam.
"Apa aku nampak bercanda, apa kau pikir aku tak ada kerjaan lain selain berpikir tantang lamaran ku sore tadik. "
"Tapi pak, bapak baru saja mengenal saya, Kita baru bertemu bagaimana mungkin anda langsung melamar saya. "
"Saya sudah memilih kamu, dan saya harap kamu tidak mengecewakan saya. "
Aletta nampak bingung dengan ucapan Alex, Aletta memilih diam tak menjawab pertanyaan Alex.
"Dengar setuju atau tidak.. kau tetap akan ku nikahi. "
"Maaf Pak tapi saya tidak bisa.. " Ucap Aletta mantap.
__ADS_1
Aletta lantas berdiri dan ingin pergi dari ruang Alex.
"Ku mohon.. saya perna kecewa dan ketika saya sudah memilih ku mohon jangan tolak saya. "
Alex memeluk Aletta, ada kesakitan di setiap ucapan Alex.Aletta merasa ucapan Alex tulus bukan karna ada maksud di akhir nya.
"Beri saya waktu, saya akan berpikir sejenak pak. "
Alex membenamkan wajahnya di tekuk Aletta, Alex merasa nyaman saad berada di dekat Aletta. Mereka baru saja bertemu beberapa hari namun Alex dengan muda melupakan Sandra.
"Berjanji lah kau akan tetap disini bersama ku.. "
Tatapan mata Alex benar-benar penuh luka dan kesedihan, Aletta mengangguk mungkin dengan menikah dengan Alex membuat nya jauh lebih baik dan bisa bahagia.
Alex menatap dalam Aletta, Mata nya memancarkan kerinduan mendalam tapi bukan pada Aletta.
"Pergilah, saya harap besok kamu beri keputusan itu. "
Aletta menganggu kan Kepala, Alex melepaskan tangan nya pada bahu Aletta membiarkan gadis itu pergi.
Aletta membuka pintu ruang kerja Alex dan pergi menuju kamarnya.
cklek
Aletta menutup dan mengunci kamarnya, Aletta menjatuhkan tubuh mungil nya di kasur ukuran sedang itu.
"Bagaimana ini, aku Terima atau tidak. "
Aletta kembali berguling ke kanan dan kek kiri, mencari posisi ternyaman dan melupakan sejenak permintaan Alex.
"Mata nya memancarkan kesedihan, memangnya apa yang membuat nya begitu rapuh... "
Aletta kemudian memejam kan mata nya perlahan menuju alam mimpi.
__ADS_1