
Mobil yang di kendaraan Leo akhirnya sampai di gedung besar yang sudah di pesan oleh Bagas untuk acara ulang tahunnya sekaligus untuk melamar seorang gadis, Gresia dan Zahra keluar lebih dulu saat Leo sedang berbicara dengan rekan bisnis nya.
"Mewah sekali Gres, kau tahu seperti acara sebuah pernikahan saja. " Kekeh Zahra menatap takhub dengan dekorasi yang sangat indah itu.
"Ha ha ha tapi itu hal biasa Zahra, kau tahu yang datang disini tidak hanya teman dan saudara tapi banyak dari rekan bisnis dan juga collagen kerja dari keluarga Pakubuwono. " Jelas Gresia.
"Oh begitu yaaa maklum lah aku hanya sering bermain di pesantren tanpa pernah berkumpul seperti ini, ini adalah pesta pertama yang aku hadiri... " Ucap Zahra dengan tawa nya.
Mereka masuk kedalam dan menatap semua orang yang berdandan rapi dengan jas dan juga dress yang menawan, banyak diantara mereka yang menatap Zahra dengan pandangan aneh.
"Gres seperti nya aku tak seharusnya disini, kau tahu mereka menatap ku aneh.. " Gumam Zahra yang mulai tak nyaman dengan tatapan orang orang itu.
"Sudah lah tak apa Zahra, ada aku kamu tidak perlu takut ok." Ucap Gresia menggandeng tangan Zahra.
"Gresia.. " Seru seorang dari balik punggung para hadirin.
"Itu Willy Zahra, ayo kita kesana... " Ucap Gresia menarik tangan Zahra untuk mengikuti dirinya.
Kedua gadis itu nampak mendekati Willy yang tersenyum manis, Willy diam diam memiliki rasa pada Zahra sejak mereka bertemu di rumah Gresia saat kematian Ayumna. Saat itu rasanya pada Gresia tiba-tiba hilang terganti oleh Zahra.
Pandang teduh dan juga ramah membuat Willy menaru hati pada Zahra, gadis itu benar-benar sama seperti keinginan ibu Willy yang menginginkan seorang menantu yang memiliki nilai Agamis yang kental.
"Kenapa kau menatap Zahra seperti itu? " Ucap Gresia mencubit lengan Willy.
"Awww.. " Pekik Willy terkejut.
"Aku hanya memperhatikan kondisi sekeliling saja, kau ini cemburu kah hemz? " Timpal Willy tersenyum mengoda Gresia.
"Cemburu katamu, tidak akan pernah terjadi... " Sungut Gresia.
__ADS_1
Zahra dan Willy terkekeh mendegar ucapan Gresia yang merasa geli mendegar kata cemburu dari Willy.
Mereka nampak berbincang santai sembari menunggu acara dimulai, sedangkan Leo masih belum nampak diantara tamu yang datang.
Seorang MC menyambut semua tamu yang mulai diam dan memperhatikan seorang wanita cantik dengan gaun merah sexy yang indah, memberi sambutan dengan meriah.
"Selamat malam dan selamat datang dalam acara pesta ulang tahun dari seorang CEO besar kita, pak BAGAS PAKUBUONO... " Ucap MC itu dengan senyuman saat menatap Bagas yang berdiri disamping nya.
Bagas nampak tersenyum ramah sembari menatap para hadirin dan juga sahabat nya yang sudah datang ke acara ulang tahunnya sekaligus acara nya untuk melamar Gresia.
"Mohon beri sambutan anda pak Bagas? " Ucap MC itu.
"Terima kasih Vanila, selamat malam semua... " Ucap Bagas.
SELAMAT MALAM
Pekik para tamu hadirin dengan meriah banyak kerabat dan juga rekan bisnis nya hadir diacara itu, semua wanita mengenakan pakaian sexy bersama dengan pasangan nya.
"Selamat ulang tahun bro. " Ucap Willy memeluk Bagas.
"Terima kasih. " Balas Bagas.
"Selamat ulang tahun pak Bagas, Terima kasih gaun dari anda sangat indah. " Gumam Gresia.
"Tentu saja indah kau tahu aku memilih nya dengan membayangkan dirimu, halo Zahra? " Ucap Bagas sembari menyapa Zahra.
"Hallo pak Bagas, selamat ulang tahun.. " Ucap Zahra.
"Terima kasih silakan menikmati jamuan yang ada, emz Gresia bisa ikut dengan ku sebentar ada yang ingin aku bicara dengan mu? " Ucap Bagas menatap Gresia.
__ADS_1
Gadis itu mengangguk dan mengikuti arah jalan Bagas yang menjahui keramaian yang ada, Bagas tak henti memperhatikan Gresia dari pantulan jendela besar di ruangan itu.
Gadis itu begitu cantik dengan gaun hitam yang memperhatikan dirinya keanggunan dan kecantikan nya begitu terpancar sempurna, Bagas menarik tangan Gresia menuju taman di belakang gedung yang dia sewa.
Gresia nampak tersentak saat Bagas mengurung dirinya diantara kedua tangannya, punggung nya terasa dingin saat menempal pada dinding putih gedung itu.Bagas menatap Gresia tanpa berkedip dia begitu terpesona menatap nya.
"Emzz maaf Pak Bagas saya tidak nyaman dengan posisi seperti ini? " Ucap Gresia gugup saat menatap Bagas yang menatap nya dalam.
Tubuh mungil itu nampak hanya sebatas dada bidang milik Bagas, bahkan deru nafas berbau mint begitu kentara tercium oleh Gresia.
"Kau sangat cantik Gresia.. " Ucap Bagas.
Gresia semakin gugup dengan posisi sedekat itu bahkan detak jantung nya terasa lebih cepat dan terdengar nyaring, dia takut jika Bagas mendegar datak jantung nya itu.
"Apa yang ingin anda katakan? " Gumam Gresia.
"Aku mencintaimu.. " Ucap Bagas menarik dagu Gresia keatas agar gadis itu menatap nya.
"Aku berharap kau menerima ku Gresia, aku tau jika kau membenci ku saat pertama kita bertemu dan aku paham jika setatus ku dulu sebagai Palayboy mungkin membuat mu berpikir dua kali, tapi percayalah hanya kamu yang ada dipikiranku saat ini? " Timpal Bagas.
Gresia nampak terdiam menatap dan mendegar kan setiap ucapan yang Bagas katakan, matanya begitu tulus mengatakan perasaan itu Gresia tidak menemukan ada kebohongan dari setiap ucapan nya.
Tapi Gresia masih bingung dengan perasaan nya sendiri entah siapa diantara dua pria itu yang benar benar meluluhkan hatinya,Gresia masih terdiam membisu dengan pikiran nya sendiri.
Sedangkan Bagas yang nampak gemas menatap gadis itu yang hanya diam membisu kemudian mengecup sekilas bibir merah Gresia, hingga membuat gadis itu segera sadar dari lamunan nya.
"Apa aku harus mencium mu dulu baru kau tersadar, aku bertanya apa kau menerima ku atau tidak Gresia? " Ucap Bagas.
"Aku.. Aku.. Aku.. belum bisa memberikan jawabannya sekarang pak bagas. " Ucap Gresia.
__ADS_1
"Berhenti memanggil ku dengan sebutan bapak atau pun pak, aku tidak nyaman mendegar nya. Aku akan menunggu keputusan mu sampai akhir acara ini Gresia. " Seru Bagas memajukan tubuh Gresia agar menempel pada tubuh nya.
"Aku harap kamu menerima ku.. " Timpal Bagas.