
10 Tahun Kemudian....
"Gresia kembali lah sayang hari sudah sore, ayo cepat bunda sudah siapkan makan kesukaanmu. " Teriak seorang wanita berkerudung.
Wanita yang kini sudah terlihat berkepala empat itu masih terlihat cantik, dengan kerudung panjang yang tidak pernah dia lepaskan.
"Nafisah... Sudah lah sebentar lagi Gresia akan pulang. Ayo masuk... " Ucap Boby.
Wanita itu tak lain adalah istri Boby, Nafisah. Mereka menikah 5 Tahun silam dan saad sudah menikah Nafisah dan Boby memutuskan untuk mengadopsi Gresia untuk menjadi anak mereka.
10 tahun telah berlalu, mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Namun bagi mereka Gresia adalah anak kandung mereka kini gadis kecil itu sudah berusia 10 tahun.
Gresia tumbuh dengan didikan dan kasih sayang penuh dari kedua orang tua sambungnya, mereka hidup semakin baik sejak ada Gresia. Perusahaan Boby pun melonjak menjadi perusahaan besar.
"Aku beruntung memiliki kalian, Allah memberi bayak rezeki nya pada kita. " Ucap Boby.
"Itu bukan karena aku atau pun Gresia itu rezeki karena kamu jadi orang baik dan juga kerja keras kamu sendiri. " Ucap Nafisah.
Boby memutuskan untuk lebih mendalami ilmu Agama bersama Nafisah dan juga abahnya, bahkan Boby sudah mendirikan sebuah pesantren besar di jakarta dengan gratis.
__ADS_1
"Ayah Bunda.. Aku lelah ingin pulang. " Ucap Gresia.
Boby menggendong anak semata wayang nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Bukan kah bunda sudah menyuruh mu berhenti bermain, tapi kau tidak mendegar kan ucapan bunda. " Gumam Boby.
"Maaf ayah aku masih asik bermain, lagi pula hari juga belum begitu senja. " Ucap Gresia.
"Lain kali jika bunda mu berkata, turuti lah apa sudah nya sih. " Balas Boby.
Boby berjalan beriringan dengan Nafisah dan menggendong Gresia , mereka terlihat sebagai keluarga yang begitu bahagia. Siapa pun yang memandang pasti akan iri dengan kemesraan dan juga kebahagiaan mereka.
Kehidupan Alettha kian lebih baik dari dulu, kini dia sudah lebih bahagia dan bisa berdamai dengan sekeliling nya. Begitu kehidupan Alettha walaupun penuh dengan lika liku dan penderitaan tapi pada akhirnya dia menemukan orang yang benar-benar mencintai dirinya.
Alettha pun sudah berhubungan baik dengan keluarga tirinya, bersama Arsya dan juga Axcel mereka sudah mulai melupakan setiap perjalanan buruk masa lalu.
Sedangkan Andre sudah menjadi seorang Dokter besar di Jakarta, dia kembali untuk mencari kekasih di masa SMA dulu. Sedangkan Alettha sejak menjadi istri Andre dia lebih memilih berdiam diri dirumah menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.
Namun kebahagiaan Alettha dan Andre tak bergitt benar-benar bahagia, sudah lebih dari 5 Tahun mereka menikah namun tak kunjung ada kabar bahagia dari Alettha.
__ADS_1
"Sayang, sedangkan apa kau disana? " Ucap Andre.
Alettha menghapus jejak air mata di pipinya, menatap Andre dengan senyuman manis.
"Belum rezeki kita, kapan nya kita diberikan malaikat kecil. " Ucap Alettha.
Andre lantas memeluk tubuh sang istri yang mulia berguncang karena isak tangis yang begitu memilukan.
"Sudah ku bilang jangan terlalu memikirkan hal itu, yang terpenting kita sama sama berusaha dan berdoa. " Balas Andre.
Namun sebagai seorang wanita Alettha sering mendapatkan sindiran dari mertua dan juga adik Andre, walaupun suaminya tidak terlalu memikirkan hal itu tapi Alettha merasakan kalau Andre sebenarnya juga sangat menginginkan seorang anak.
"Maafkan aku sayang, aku belum bisa menjadi istri seutuhnya buat kamu. Aku tidak bisa memberrr... " Ucap Alettha terbata.
"Sudah lah jika kau masih terus memikirkan soal anak, aku akan marah pada mu. Hapus air matamu itu bukan kah kita akan bertemu dengan Boby dan Nafisah. " Balas Andre.
Alettha melepaskan pelukan pada Andre, menghapus air matanya dan tersenyum. Dia merasa sangat bahagia bersama dengan Andre, walaupun entah kapan kebahagiaan ini akan tetap berpihak pada dirinya.
"Pada akhirnya nanti, kita kan memiliki seorang anak. Jangan bersedih besedih tidak hanya kamu yang menginginkan nya tapi ada aku juga kan. " Ucap Andre menguatkan Alettha.
__ADS_1