Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Ayumna


__ADS_3

Alettha tersenyum bahagia saad melihat Andre membuka pintu dia melebarkan tangannya menunggu Andre memeluk dirinya, Andre dengan senang hati kemudian memeluk erat istri tercintanya.


"Aku sangat bahagia Andre, sangat sangat bahagia. " Ucap Alettha.


"Aku pun bahagia sayang,kau tahu kita akan memulai hidup yang sangat indah. " Gumam Andre.


"Lekas lah sembuh esok kita akan pulang ke rumah dan menemui anak anak, mereka pasti senang melihat adik mereka. " Balas Andre.


Alettha tersenyum kemudian berbaring di atas ranjang rumah sakit itu, seorang perawat datang memasuki ruang inap Alettha.


"Selama sore Pak buk, saya akan memeriksa ibu Alettha terlebih dulu. " Ucap perawat itu.


"Sus apa saya boleh melihat anak saya, sayaa ingin menyusui nya. " Ucap Alettha.


"Boleh sekali buk, semua tekanan darah dan lain lain sudah membaik buk. Kemungkinan besok pagi ibu sudah di perbolehkan pulang jika mau menyusui silakan bersama suaminya. " Balas perawat itu ramah.


Alettha tersenyum bahagia Andre dengan sigap langsung menggendong sang istri ke atas kursi roda, mendorong perlahan keluar dari ruangan nya.


Lorong rumah sakit nampak ramai dengan para pengunjung sanak saudara atau pun orang yang sakit, Andre mendorong Alettha menjauh dari bangsal bangsal menelusuri ruangan khusus bayi.

__ADS_1


"Permisi suster, saya ingin menyusui bayi saya. " Ucap Alettha saad bertemu suster penjaga.


Suster itu nampak tersenyum dengan ramah.


"Boleh buk, atas nama siapa bayi nya. " Balas suster.


"Ayumna Alendre anak dari Alettha dan Andre suster. " Ucap Alettha.


"Baik lah silahkan masuk buk pak, saya tinggal dulu permisi. " Ucap Suster itu meninggalkan Alettha dan Andre.


Andre mendorong kursi roda Alettha memasuki ruangan bayi itu terlihat semua bayi yang sedang tertidur dan ada yang sedang bermain sendiri.


"Hallo cantik udah bangun, ini bunda sayang. " Ucap Andre sembari menggendong bayi yang sedang menggeliat itu.


"Ayumna ya bunda. " Gumam Alettha.


Alettha menerima Ayumna dalam gendongan nya dengan rasa bahagia, dia mencium bayi mungil itu yang nampak terganggu tidurnya.


"Lihat lah dia menggeliat, lucunya anak bunda. " Gumam Alettha gemas.

__ADS_1


Bayi itu mulai terlihat menangis dengan perlakuan gemas Alettha kemudian Alettha segera memberikan Asi pada bayi mungil itu hal itu membuat dirinya kembali terpejam menikmati Asi Alettha.


"Tumbuh jadi anak pintar sayang, semoga kamu akan membawa bayak kebahagiaan untuk ayah dan bunda. " Gumam Alettha.


"Pasti itu sayang anak kita akan menjadi orang besar kelak saad dewasa, dia juga harus pandai menjaga bunda nya. " Ucap Andre.


"Jika Leo berada bersama kita mungkin dia juga akan sangat bahagia, bersama adik adik kecilnya. " Gumam Alettha sendu.


"Sudah lah tak masalah, esok kita akan mengunjungi dirinya di Jerman ok. " Balas Andre sembari mengecup kening Istrinya.


Alettha dan Andre menikmati peran mereka sebagai orang tua baru mereka jauh lebih bahagia saad bersama Ayumna, namun dia juga tetap sayang pada anak anaknya yang lain.


Andre pun sudah tahu tentang Zahra yan sudah pergi bersama Boby dia juga sudah tahu bahwa kakak Alettha yaitu Arsya sudah berhubungan baik dengan istrinya.


Kini mereka berkumpul di rumah sakit untuk melihat bayi yang baru saja dilahirkan oleh Alettha, kebahagiaan yang tidak pernah dibayangkan Alettha menjadi sebuah kenyataan.


Berkumpul bersama keluarga besarnya, walaupun mertua nya tatap tidak bisa menerima dirinya namun hal itu tidak membuat Alettha berkecil hati.


Dia bahagia dengan kembali berkumpul dengan keluarga lamanya, semua orang tertawa bahagia dengan pertemuan dia keluarga yang tidak pernah berjumpa.

__ADS_1


__ADS_2