
"Gresia... "Panggil Zahra tekejut saat melihat Leo sedang memeluk Gresia.
"Ah maaf aku tidak bermaksud... "Ucap Zahra membalikan tubuh nya.
Gresia kemudian mendorong Leo agar menjauh darinya dia begitu malu kepergok Zahra sedang bermesraan dengan Leo, entah apa yang gadis itu akan pikirkan tentang nya.
"Maaf Zahra kau tidak seharusnya melihat hal seperti tadi, aku minta maaf.. "Seru Gresia.
"Tidak apa Gresia, ayo kita berangkat sekarang. Aku rasa sudah waktunya... "Ajak Zahra pada kedua orang yang nampak cangung itu.
"Emz iya sebaiknya kita berangkat, ayo naik mobil ku saja dari pada kalian naik mobil sendiri. "Tawar Leo pada kedua gadis dimasa lalunya.
"Iyaa Gresia kak Leo benar, lagi pula lebih enak jika kita bersama saja dari hanya berdua. "Timbal Zahra.
"Iyaa aku ikut kalian saja.. "Balas Gresia.
Mereka bertiga kemudian masuk kedalam mobil sport milik Leo dan segera berangkat menuju gedung yang sudah tertera di dalam kartu undangan mereka,Zahra memilih untuk duduk dibelangkan menatap jalan yang masih terlihat ramai dijam 19.00 ini.
__ADS_1
Hening tiada suara yang terdengar didalam mobil itu hanya terdengar suara musik yang diputar didalam mobil itu,mereka semua nampak asik dengan pikiran mereka sendiri.
"Zahra... "Panggil Leo menatap gadis bercadar itu dari kaca dalam mobil.
"Emzz iya kak? "Seru Zahra terkejut saat Leo memanggil nya.
"Kamu merasa panas atau minder melihat orang lain mengenakan pakaian seperti Gresia, sedang kan kamu mengunakan pakaian tertutup?"Ucap Leo.
"Iya Zahra kamu hebat bisa bertahan dengan perkataan mereka yang menatap mu aneh dan takut.. "Timpal Gresia.
"Masalah minder atau tidak aku tidak terlalu memikirkan semua itu, lagi pula kita kan hidup dengan diri kita sendiri baik atau buruk yaa tetap diri kita.."Timpal gadis berusia 24 tahun itu dengan tawa yang merdu.
"Iyaa.. Setiap perempuan cantik dengan caranya sendiri,Zahra walaupun dengan ku kau juga tidak akan memperlihatkan wajah mu? "Ucap Leo.
ucapan itu seketika membuat Gresia merasa Leo sedang memaksa Zahra untuk membuka cadar nya, hingga membuat gadia itu memukul lengan kekar Leo dengan keras.
"Awwww...apa sih.. "Pekik Leo saat tangan mungil Gresia memukulnya.
__ADS_1
"Ih kau ini kenapa sih, kau dengan Zahra tidak memiliki hubungan apa pun. Bagaimana mungkin dia akan membuka cadar nya dan memperlihatkan wajah cantiknya pada laki laki playboy seperti diri mu.. "Seru Gresia.
"Aku kan kakaknya dan kita juga besar bersama apa salah nya bertanya begitu, lagian aku tidak menyukai Zahra aku hanya menyukai mu. "Seru Leo mengoda Gresia.
"Dasar tidak tahu malu.. Sudah lah Zahra tidak usah kau dengarkan perkataan yang tidak baik ini ok. "Timbal Gresia tersenyum pada Zahra.
Dalam perjalanan itu mereka nampak bertukar candaan satu sama lain dengan gelak tawa yang dulu pernah terjadi, mereka nampak bahagia dapat berkumpul kembali bersama.
"Gresia, bagaimana keadaan Aurora? "Tanya Leo disela candaan mereka.
"Aurora harus mengurus perusahaan ayah di Bandung, ada apa kau merindukan nya? "Tanya Gresia menatap Leo.
"Tentu saja dia kan juga saudara kita, memangnya dia tidak datang menjenguk om Andre? "Timbal Leo.
"Entah lah aku tidak tahu jalan pikiran anak itu, lagi pula aku tidak pernah berhubungan dengan nya sejak dia pergi ke Bandung. Ayah juga sering menghubungi dirinya tapi tiada balasan. "Sahut Gresia.
Leo merasa ada yang aneh saat melihat Aurora saat berkumpul bersaama dengan keluarga jauh mereka, entah apa yang sedang Leo pikirkan dia merasa jika gadia itu nampak biasa saja bukannya bersedih akan pergi nya dua orang yang sangat berarti dihidup nya itu.
__ADS_1