Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Begitu Terluka


__ADS_3

Gresia berjalan menuju ruang tamu dimana Zahra dan Leo sedang berbincang berdua, sungguh terasa canggung dengan kedua insan itu yang nampak dingin dan acuh.


"Kenapa lagi mereka berdua? '" Batin Zahra menatap kedua saudara angkat nya yang nampak diam.


Sedangkan diluar nampak polisi sudah berjaga didepan rumah Gresia gar wartawan itu tidak membuatkan keributan dan mengganggu lingkungan sekitar, Willi masuk bersama dengan Bagas yang baru datang.


"Bagas? " Sapa Gresia menyampiri Bagas yang langsung memeluk nya


"Apa kau baik baik saja Gresia, maaf untuk kesalahan ku siang tadi. " Ucap Bagas meras bersalah.


"Tak masalah aku juga salah tidak menghubungi mu dan menjelaskan semuanya. " Ucap Gresia.


"Diluar sudah nampak sepi karena Willi membawa beberapa polisi untuk berjaga didepan, aku harap semua akan baik baik saja. " Seru Bagas mengelus pipi Gresia.


Nampak Leo begitu menahan amarahnya didepan semua orang dan juga Gresia, dia nampak acuh walaupun perasaannya tidak bisa dibohongi bahwa dia begitu sakit menatapnya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pak Andre? " Ucap Willi.


"Om Andre ada dikamar nya, sekarang dia tidak ingin diganggu oleh siapapun. " Ucap Zarah lirih.


"Pasti dia begitu terkejut. " Sahut Bagas memecahkan keheningan diantara mereka.


"Bagaimana keadaan Aurora Willi? " Ucap Gresia pada Willi yang duduk sembari menatap foto keluarga Gresia yang begitu besar.


"Ah Aurora dia baik baik saja, walaupun tadi aku dapat kabar dari Chika polwan yang menjaga sel Aurora bahwa ada eksiden sedikit, tapi semua kembali baik. " Ucap Willi menatap Gresia.


"Emmz kau pasti tahu jika di penjara kita tidak hanya sendiri, ada penghuni lain dan jika kita melakukan kesalahan atau mengganggu mereka yaaa itu sudah menjadi hukum alam jika ada Eksiden sedikit. " Jelas Willi pada Zahra.


"Tapi Willi apa dia baik baik saja, maksud ku Aurora dia tidak terluka kan atau cedera? " Gumam Zahra panik mengingat Aurora tidak menyukai tempat yang sempit dan bertemu orang baru.


"Hanya luka dan memar di wajahnya, itu tidak menjadi masalah Zahra, selagi dia bisa menyesuaikan dirinya semua akan baik. " Ucap Willi.

__ADS_1


"Gresia apa kita perlu membuat sel pribadi untuk nya, kau tahu jika Aurora tidak bisa berada di tempat sempit dan bertemu orang baru apa lagi mereka bukan orang baik Gresia. " Ucap Zarah menatap Gresia yang masih berpikir.


"Aku tidak tahu Zahra, tapi sebaiknya dia tetap seperti itu. Lagi pula bukan keinginan kita untuk membuat nya berada di sana, itu kesalahan nya sendiri. " Sahut Gresia menatap Zahra.


"Aku tahu dia salah Gresia, tapi kita juga harus memikirkan perasaan ayah dan bunda. Mungkin jika bunda masih ada dia akan begitu terluka melihat anak anaknya berjarak jauh. " Ucap Zahra mendekati Gresia yang duduk bersama Bagas.


"Biarkan dia begitu Zahra, esok jika ayah sudah bisa menerima semua ini kita akan bicara semua itu secara kekeluargaan bagimana baiknya semua masalah itu kita selesai. " Gumam Gresia.


Hening hanya helaan nafas yang terdengar diruangan itu tiada suara yang terdengar, mereka sibuk dengan semua pemikiran mereka sendiri. Leo nampak menatap Gresia yang sedang bersandar di dada Bagas.


"Apa ini caramu membuatku menyadari Gresia bahwa aku hanya akan menjadi saudara mu, apa aku harus membuat hatiku mati akan cinta ku padamu? " Batin Leo sendu.


Mata mereka saling berbagu menyiratkan perasaan dari keduanya, entah kenpa Gresia engan mengalihkan pandangannya dari Leo. Dia bingung hatinya milik siapa dia belum begitu bisa menerima semua yang sudah terjadi.


"Maaf Leo aku mencintaimu mu tapi aku juga mencintai Bagas dan aku sudah memilih nya sebagai pendamping ku, aku berdoa kamu bisa menemukan cinta mu yang sesungguhnya. " Batin Gresia mengalihkan pandangannya menatap Bagas yang nampak tersenyum manis padanya.

__ADS_1


__ADS_2