Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 105 | Cinta memang Menakutkan


__ADS_3

"Aku benar-benar bosan. Setiap kali mendatangi Cafe milikmu, hanya kekosongan yang kudapat." Leo menegak habis wine nya.


Setelah sekian lama, akhirnya seorang Leo muncul kembali di permukaan. Hampir saja dia terlupakan jika tidak muncul di adegan ini. Semua sahabatnya sudah memiliki pasangan dan sibuk dengan urusan masing-masing. Sedangkan dia terlupakan dan menjadi bosan sendirian. Sungguh kejam ....


"Kau pikir aku tidak. Bella menghukum Sandra dan aku tidak bisa melihatnya atau mendekatinya untuk saat ini." Ah ... ternyata Mike juga belum punya. Dia masih sibuk untuk pendekatan yang belum tahu seperti apa akhirnya nanti. Kita doakan saja.


"Jika aku tidak menghamilinya, mungkin akan berakhir seperti kalian." Kris menggeleng kasihan.


Tiga pria tampan ini berkumpul di Hyuna Restaurant dimana Kris selalu menemani calon istrinya. Tidak ada kata janjian diantara mereka, karena keberadaan ketiganya hanyalah mendadak dan tidak terencana.


"Apa aku perlu menghamilinya juga?" Mike berpikir untuk mencoba apa yang terjadi pada Kris.


"Setelah itu, mayatmu tidak akan bisa ditemukan. " Kris dan Leo tertawa. Coba saja jika berani. Anna dan Sandra jelas berbeda dari segi kekuatan fisik. Sebelum menyentuhnya, Sandra pasti sudah menghancurkan wajah Mike terlebih dulu.


Mike langsung mengangguk sedih. "Aku sudah berjuang hampir dua tahun. Sedangkan Bean hanya perlu satu tahun, itupun sudah termasuk menikah!" Mike gusar. Tidak tahu lagi harus bagaimana.


"Berjuang apanya. Memangnya bisa jika hanya melihat dari jauh dan berbicara tentang pekerjaan. Cih! Klasik," ledak Leo. Usaha Mike jelas belum seberapa dari Bean. Asisten itu lebih terang-terangan daripada Manajer ini yang tidak berani bicara.


"Kau bicara seenakmu saja. Kau pikir mudah mendekatinya! Matanya saja bisa menusuk mataku." Mike berang. Untungnya mereka berada di ruangan VIP pelanggan sehingga tidak menggangu para pelanggan yang lain.


"Sandra membenci laki-laki. Jika kau tak benar-benar menunjukkan ketulusanmu, maka lupakan saja." Anna muncul membawa beberapa hidangan untuk makan siang.


Mereka bertiga saling tatap. Anna juga bagian dari mereka, kan? Wanita ini pasti tahu banyak mengenai antek-antek itu termasuk Sandra.

__ADS_1


"Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak akan memberitahu apapun." Jelas sekali apa yang dipikirkan ketiga pria ini. Tapi dia Anna, tidak akan semudah itu diajak bernegosiasi.


"Yang penting aku sudah memberitahu sedikit, kan." Anna memakan kentang goreng didepannya.


"Aku jadi penasaran bagaimana kalian bertemu Bella. Melihat temperamen kalian yang seperti ini," celetuk Leo.


Anna tersenyum miris. "Paman dan Bibiku menjualku pada rentenir yang memiliki banyak istri untuk melunasi hutang," ungkapnya tiba-tiba. Dia tidak masalah menceritakan hal ini, toh ini tentang dirinya bukan orang lain. Ketiganya terdiam. Ini cukup serius.


"Mereka membawaku ke hotel. Saat itu aku masih gadis polos yang mudah dibodohi tanpa tahu apa tujuan mereka membawaku. Tapi saat mendengar mereka menyerahkanku pada pria tua untuk dijadikan istrinya yang kesekian, aku lari." Anna mengingat kembali kejadian lama.


"Mereka mengejarku. Sampai ... aku tidak sengaja menabrak seorang gadis yang sedang terburu-buru. Itu nona, dia melindungiku dan membayar semua hutang mereka bahkan memberikan uang lebih untuk membawaku bersamanya."


"Kami bertemu nona bukan tanpa alasan. Sikap kami seperti ini juga bukan tanpa alasan. Aku adalah yang terlahir bergabung setelah Liza. Awalnya aku begitu takut pada antek-antek yang lain. Tapi semakin lama, aku tahu nasib mereka di masa lalu tak kalah menyedihkannya. Cukup membuatku belajar banyak." Anna tersenyum lalu menyesap minumannya. Dia sudah banyak bicara.


Leo dan Mike ingin menangis melihat keduanya. Mereka masih tidak memiliki pasangan, tapi harus menyaksikan pandangan menyesakkan ini di depan mata. Dulu mereka suka seorang playboy, tapi tidak lagi karena ingin serius.


Namun ternyata, yang serius sangat sulit untuk dicari. Ada banyak wanita cantik, tapi kebanyakan hanya ingin bermain-main dan menghamburkan uang. Yang benar saja ... belum menikah sudah terperas banyak!


"Jadi aku harus bagaimana ... seperti apa masa lalu Sandra hingga begitu membenci laki-laki. Akh ... pusing kepalaku."


...--- o0o ---...


Alex dan Bella sampai di mansion sore harinya. Ketika masuk, semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga beserta Jourell yang bergerak aktif.

__ADS_1


"Sudah pulang, Sayang." Clarissa datang dari dapur, tersenyum pada mereka.


"Yes. Apa itu?" Bella mendekati Clarissa yang membawa nampan berisi kue-kue manis. Bella berbinar senang melihat makanan manis itu dan segera duduk di tengah-tengah kedua mertuanya. Alex menggeleng pelan, dia langsung naik untuk membersihkan diri bersama Jourell.


"Kalian tidak mau?" Bella menyodorkan satu cup kue itu pada kedua adik iparnya yang sibuk bermain ponsel sambil berbaring.


"No. Aku tidak ingin gemuk." Elora menolak.


"Terlalu manis." Sofia acuh.


Bella mendelik. "Aku makan coklat dan kue manis lainnya, tapi aku baik-baik saja. Justru semakin cantik," acuhnya sambil terus menggigit kuenya.


Semua perhatian langsung terarah pada wanita itu. "Pasti Kak Al yang bilang begitu," timpal Sofia jengah.


"Bahkan jika Kak Bells gendut sekalipun, Kak Al tetap akan bilang Istriku yang paling cantik," ledek Elora.


Bella langsung cemberut. Clarissa dan Alfred tertawa mendengar tingkat kebucinan Alex yang sudah berada di level tertinggi. "Bella memang cantik. Tidak peduli seperti apa dia," bela Clarissa mengelus rambut menantunya. Bella tersenyum menang.


Sofia dan Elora memutar bola matanya malas. Sudahlah. Toh memang benar jika kakak iparnya cantik. Apalagi jika ditambah mulut manis Alex, kadar kecantikan Bella akan berada di level puncak. Bahkan model terkenal dan tercantik sekalipun akan dikatakan jelek olehnya.


Cinta memang menakutkan ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2