Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 129 | Dasar Mesum


__ADS_3

Alex melangkah gontai memasuki mansion. Pria itu tampak tak bersemangat setelah pertarungannya dengan sang istri kalah telak. Selama satu minggu ini, Bella hampir tak berbicara padanya. Selama satu minggu itu juga, putranya, Jourell sudah menjadi tempatnya berkeluh kesah.


Anggota keluarganya melihat kondisi Alex sedikit pucat menjadi sedikit khawatir. Pria ini sudah seperti suami yang ditinggalkan istri, bedanya dia masih terurus dengan baik. Mereka tentu tahu apa yang terjadi pada dua pemilik bumi itu, tapi tak berniat ikut campur. Keduanya sudah dewasa, jadi biarkan keduanya menyelesaikan permasalahannya sendiri.


Clarissa mendekat, ingin mengecek kondisi putranya. Wanita paruh baya itu semakin khawatir ketika merasakan suhu tubuh Alex sedikit lebih panas. Dia langsung meminta yang lain untuk menghubungi dokter, namun Alex jelas menolak. Dia hanya demam biasa, nanti juga akan sembuh setelah bangun tidur.


"Sungguh, tidak apa-apa?" Clarissa masih khawatir.


"Aku hanya lelah, Mom. Hanya perlu istirahat." Alex melewati mereka semua menuju kamarnya.


"Sudahlah, Sayang. Ada Bella diatas, Alex hanya kelelahan." Clarissa mengangguk.


**


Bella baru selesai memandikan Jourell, bayi gembul itu sudah terlihat segar dan tampan. Wanita itu sesekali mencium putranya sambil memakaikan pakaiannya.


Tak lama pintu kamar terbuka, Bella menoleh dan terlihatlah Alex yang tampak lesu. Tidak seperti biasanya Alex terlihat lemas begini. Seperti biasa, pria itu memberi kecupan di kening Bella dan juga putranya.


"Pa-pa-pa-pa." Joy bertepuk tangan girang, membuat Alex tersenyum.


Pria itu langsung berbaring telungkup dengan sebelah tangan melingkar pada perut kecil Jourell yang sedang duduk. Dia benar-benar lelah dan merasa tubuhnya sangat lemas. Bella terus memperhatikan tanpa bicara, dia masuk ke walk in closet, lalu keluar dengan membawa baju ganti dan semangkuk air.


Dilihatnya Joy sudah merangkak diatas tubuh Alex yang telungkup dan menepuk-nepuk pelan punggung ayahnya. Pria itu sudah tertidur dan tidak terganggu sama sekali. Bella menjadi iba, sedikit khawatir karena sempat merasakan deru nafas Alex yang terasa panas ketika mencium keningnya. Begitupun ketika dia meletakkan tangannya di kening.


Diturunkannya Jourell, kemudian di dudukkannya di karpet berbulu agar tidak terjatuh ketika mengurus Alex. Ibu satu anak itu mulai membuka, mengelap, lalu memakaikan pakaian gantinya.


"Jaga Daddymu dulu ya, Boy. Jangan nakal."


Bella turun meninggalkan dua laki-laki berbeda usia itu menuju dapur. Saat sakit, seseorang pasti tidak berselera dengan makanan. Wanita itu membuat bubur ayam khas Indonesia yang kaya rasa yang sudah dipelajarinya sejak lama. Cukup mudah dan simple, tapi enak dan cocok untuk orang yang sedang sakit dan tak berselera.


Bella kembali masuk dengan nampan berisi bubur, susu dan air putih. Dia terkejut melihat suaminya sudah bangun dan duduk setengah berbaring di ranjang dengan memangku Jourell.


Bella segera meletakkan nampannya di atas nakas, kemudian meraih putranya yang terlihat sembab. "Ada apa?" tanya Bella pada suaminya.

__ADS_1


"Dia menangis, Bebe. Mungkin karena merasa kesepian," ujarnya lemah.


Tidak heran bayi itu menangis. Ayahnya tidur, lalu ibunya juga tidak ada. Jourell merasa sendirian di kamar besar itu, terlebih lagi posisinya berada di lantai sehingga tidak melihat ayahnya di atas ranjang.


Alex menjadi terusik dengan tangisnya. Dia langsung mencoba bangun untuk mengambil putranya yang mencebikkan bibir lucu sambil menangis. Alex menjadi gemas dan menghibur Joy agar tidak kesepian. Dia sendiri tidak melihat keberadaan istri yang di rindukannya, namun tersenyum senang ketika melihat dirinya sudah bersih.


Bella mengusap-usap pelan punggung Jourell di gendongannya hingga bayi itu tertidur. Bella memindahkannya ke kamarnya sendiri, lalu kembali lagi ke kamar mereka.


"Kau demam, aku akan memanggil dokter untuk mengecek kondisimu." Alex sontak menggeleng.


"Aku baik-baik saja." Memeluk manja Bella yang duduk disampingnya, senang melihat istrinya khawatir.


"Baik apanya! Lihat dirimu, sudah seperti orang sekarat," gerutu Bella.


Alex semakin memeluk istrinya itu, bahkan dalam keadaan sakit, wanita itu masih sempat marah. Mogok bicara padanya selama seminggu, sekali bicara tidak ada manisnya, bahkan mengatakan dirinya sekarat?


Tolong kondisikan mulut anda, Nona.


"Jangan memarahiku, Bebe," melasnya.


"Bubur apa ini?" Lidahnya sedikit asing.


"Enak?" Alex mengangguk, Bella tersenyum.


"Kalau begitu habiskan." Tidak menjawab pertanyaan Alex.


Pria itu sangat menikmatinya, dia terus tersenyum menatap istrinya yang cantik itu. Sudah lama sekali tidak bermanja-manja padanya, Alex sudah sangat merindukannya.


"Maafkan aku," mohonnya di sela-sela makan. Bella menahan senyum.


"Bebee ..." Alex merengek lucu karena Bella tidak menjawab, tapi tangannya terus memasukkan makanan.


Pria itu langsung menghindar ketika Bella hendak menyuapinya lagi. "Tidak mau! Biarkan aku benar-benar sekarat," Alex merajuk.

__ADS_1


"Ya sudah, berarti Joy bisa punya ayah baru lagi," santai Bella, membuat Alex langsung kesal.


"Aku masih muda, cantik, kaya, anak masih kecil, tampan pula. Mudah saja mencari ayah sambung untuknya," celetuk Bella percaya diri, Alex semakin kesal dibuatnya.


"Katakan sekali lagi ..." Alex geram, wajahnya sudah berubah menjadi pria pemaksa serta berkuasa.


Bella langsung meletakkan mangkuknya dan memeluk suami arogannya. "Tidak ada yang cocok untukku, apalagi Joy. Kami hanya menginginkan Daddy Alex saja," ujar Bella sok manis.


"Bagus! Hanya aku yang pantas memiliki kalian, mereka tidak pantas sama sekali." Sikap arogan itu kembali lagi.


Bella hanya mencibir diam-diam melihat tingkah orang sakit ini tidak berubah seperti apapun keadaannya, tidak berani mencela atau membalas jika sudah seperti ini. Padahal, siapa yang tadi memohon untuk dimaafkan? Kenapa jadi dia yang seperti ini.


"Baiklah, Suamiku. Sekarang makan lagi."


"Tidak, aku sudah kenyang." Lupakan soal permintaan maaf, tidak ada satupun diantara mereka yang ingat.


"Kalau begitu habiskan susunya." Bella menyodorkan segelas susu.


"Tidak mau, aku tidak suka!" tolaknya. Seumur hidup, tidak pernah dia meminum susu kecuali saat masih bayi. Dia lebih suka kopi atau teh herbal.


"Ini sehat, Sayang. Sangat baik untuk kesehatan," bujuk Bella.


"Begitu?" Bella mengangguk.


Alex langsung tersenyum menyeringai. "Kalau begitu, aku akan minum susu itu saja." Menunjuk dua benda kenyal dibalik kain tipis itu, membuat Bella melotot.


"Dasar mesum!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Aku gk UP 2 hari😋...


...Pengen istirahat dulu, Say. Habis acara keluarga, bikin lelah body😆...

__ADS_1


...Aman kok. Bella Alex nya gk akan kabur, dia masih pengen uwu-uwu biar yang jomblo cuma bisa gigit jari terus mesem-mesem gk jelas....


__ADS_2