
Seperti janji Bella kala itu, setelah satu minggu berlalu akhirnya mereka mendarat tepat di Bandara Internasional Incheon. Elora dan Sofia sudah berlari kegirangan dengan menyeret koper besar mereka.
Dibelakangnya ada Bella dan Alex yang berjalan santai bersama Jourell di gendongan Alex. Bella nampak sangat cantik dan elegan dengan kacamata hitam bertengger manis di hidungnya. Begitupun Alex yang tidak kalah tampan dengan kacamatanya juga.
Semua orang disana tidak bisa tidak terpesona oleh Keduanya. Mereka seperti melihat model yang berjalan di tengah-tengah Bandara besar ini. Apalagi dengan adanya Jourell yang mewarisi ketampanan ayahnya, berhasil membuat mereka berdecak kagum.
Alex rasanya ingin merengkuh erat istrinya jika saja tangan satunya tidak membawa koper. Dia menatap tajam semua orang termasuk kaum laki-laki yang sudah terpesona dengan istrinya yang masih sangat muda dan cantik meski sudah memiliki anak. Namun, tidak ada yang menyadari tatapan itu karena kacamata hitamnya.
"Welcome to the Korea," sambut Soo-Jin yang menunggu mereka diluar.
Wanita itu asli Korea itu gembira bukan main saat mendengar jika nona bos nya akan datang bersama dengan keluarganya termasuk Jourell yang selama ini sangat ingin dia bawa karena gemas.
"Thanks, Kak Soo-Jin. Apa ini mobil kami?" tunjuk Sofia.
"Benar. Silahkan masuk, Nona Sofia, Nona Elora." Soo-Jin membuka pintu untuk mereka berdua. Koper mereka sudah dimasukkan oleh sopir ke bagasi mobil.
"Siapa dia?" tanya Elora ketika mereka sudah berada di dalam. Dia belum pernah melihat Soo-Jin sebelumnya, tapi wanita itu bahkan tahu namanya.
"Intinya dia orang baik dan dekat dengan Kak Bells," jawab Sofia seadanya.
"Bagaimana kabarmu?" Bella meletakkan kacamata nya di atas kepala.
"Saya selalu baik, Nona." Soo-Jin memeluk Bella senang.
"Nona semakin cantik saja, padahal sudah melahirkan. Ibuku bilang, wanita akan semakin cantik setelah punya anak. Aku tidak percaya awalnya, tapi setelah melihat Nona, aku percaya!" celotehnya. Memang dasar Soo-Jin, wanita paling cerewet diantara yang lainnya.
Bella hanya tersenyum menanggapi. Berbeda dengan Alex yang sudah berdecak sejak tadi. Masih banyak orang yang menatap penasaran pada mereka, apalagi ada Soo-Jin yang merupakan Direktur dari perusahaan fashion terbesar di Korea.
__ADS_1
"Tuan, biarkan saya yang membawa Baby Jo," Soo-Jin memohon. Sebenarnya tidak perlu memohon karena Alex memang berniat memberikannya karena ingin segera memeluk istrinya yang nakal itu.
"Hm. Bawa saja." Pria itu segera memberikan Jourell pada wanita yang banyak bicara itu. Dia saja pusing mendengarnya.
"Akhirnya! Bibi bisa menggendongmu juga. Bibi ini cantik dan manis, tidak menyeramkan sama sekali ... jadi kau tidak boleh menangis jika bersamaku ya ..." ujarnya sambil berjalan memasuki mobil dan duduk disamping sopir.
Mobil yang dibawa Soo-Jin adalah jenis mobil yang bisa memuat tujuh sampai delapan orang, sehingga bisa membawa mereka semua dalam satu mobil.
Alex segera menuntun Bella masuk begitu pintu mobil dibuka. Dia sudah mulai jengah dengan orang-orang yang tidak bisa menjaga matanya pada sang istri. Ingin sekali dia memasukkan Bella ke dalam koper agar tidak ada yang melihat, tapi sayangnya tidak bisa.
Kau pikir dia barang! Dasar Tuan muda.
Sepanjang jalan, Sofia dan Elora tak hentinya berdecak kagum. Mereka terus melihat ke luar jendela, memperhatikan hiruk - piruk kota yang diisi dengan para pejalan kaki.
Bella hanya diam sejak tadi, dia juga ikut memperhatikan suasana kota kelahirannya. Mengingat kembali kenangan masa kecilnya yang sangat bahagia sebelum akhirnya digantikan dengan kejadian pahit yang merenggut semua kebahagiaannya.
"Aku sudah tidak sabar untuk jalan-jalan." Sofia antusias.
"Kita istirahat dulu begitu sampai. Jangan cerewet," peringat Alex.
Sofia langsung diam. "Baik," patuhnya.
Suasana menjadi hening. Elora penasaran, dia menjulurkan kepalanya ke depan untuk melihat Bella karena posisi duduknya dengan Sofia memang tepat dibelakang sepasang suami istri itu.
Sofia dan Alex ikut melihat, ternyata si Nyonya sudah tertidur sejak tadi. Alex tersenyum gemas sebelum akhirnya meletakkan bantal leher agar tidur istrinya lebih nyaman.
"Kak Bells terlihat sangat cantik meski sedang tidur." Ini pertama kalinya Elora melihat Bella yang tertidur secara langsung. Sejak pertama kali datang dan melihat Bella, dia akui jika sepupu iparnya ini memang berbeda. Seperti ada aura tersendiri yang terpancar dari dirinya.
__ADS_1
"Tentu saja. Dia kan istriku," ucap Alex sombong.
Soo-Jin terkekeh melihat raut jengah Elora dan Sofia. Jourell juga ikut tertidur di pelukannya. Sepertinya anak ini akan punya kebiasaan yang sama seperti ibunya.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam dari bandara, akhirnya mobil mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah namun tidak terlalu besar.
"Rumah siapa ini? Sangat bagus." Sofia menatap sekitarnya, udara juga sangat segar disini. Tidak banyak kendaraan dan lebih mirip seperti kompleks perumahan namun bukan.
"Milik Nona. Dia tinggal disini selama berada di Korea. Sesekali menginap di hotel jika banyak pekerjaan karena jaraknya sedikit jauh dari kantor," jelas Soo-Jin. Sofia mengangguk mengerti, kecuali Elora yang belum mengetahui apapun.
"Kalian masuklah lebih dulu. Aku akan menunggu Bella," ujar Alex.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan. Saya akan memindahkan Baby Jo." Alex mengangguk.
Alex bersandar di sandaran kursi, memiringkan tubuhnya agar bisa leluasa menatap istri cantiknya. Dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera. Kemudian di potretnya wajah yang sedang terlelap itu.
Alex tersenyum senang melihat begitu banyak foto istrinya di ponselnya karena diambil diam-diam seperti sekarang. Lalu dibukanya lagi aplikasi instagram dan di uploadnya foto yang baru saja dia ambil itu dengan caption Mommy of my children♡.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Maafken aku yang baru bisa upload sekarang. Tadinya pengen Up sore, ternyata belum sempat karena ada kendala. Jadi baru bisa sekarang....
...Jangan lupa Like dan hadiahnya ya kawan-kawan....
...Tengkyu Bebeh😗...
__ADS_1