Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 65 | Siapa Aku?


__ADS_3

"Halo Aunty Vivi dan Aunty Liza." Bella menegur keduanya yang sangat fokus dengan wajah dingin mereka tanpa memperdulikan sekitarnya.


"Nona!"


Bella menggeleng sambil bersedekap heran. Pantas saja para karyawan takut pada mereka, saat diam saja sudah seperti ancaman.


"Kami pikir ada Baby Jo." Vivi dan Liza lesu.


"Mickey sudah memboking lebih dulu."


"Mickey?" Siapa lagi itu pikir mereka.


"Mike." Santai Bella, berjalan masuk keruangannya sendiri.


Vivi dan Liza saling menatap kemudian menggeleng. nona nya ini suka sekali mengubah nama orang.


"Dimana tiga orang kaku lainnya?" Bella penasaran karena tidak melihat antek-antek nya yang lain.


"Mereka bertiga rapat bersama dengan beberapa divisi, Nona. Mungkin sebentar lagi kembali."


"Baiklah. Lanjutkan pekerjaan kalian."


"Baik, Nona." Baru akan duduk, Bella kembali melontarkan pertanyaan, kecuali Liza yang langsung duduk karena merasa pertanyaan bukan untuknya.


"Sudah lama aku tidak mendengar kabar tentang hubunganmu dengan Bean." Vivi mengkerut. Tentu saja, mereka kan hanya pura-pura!


"Nona, saat itu kan Nona hanya mengidam. Sekarang kan sudah tidak, jadi ...."


"Jadi, kalian berpura-pura begitu." Bella menatap tajam, Vivi langsung menggeleng refleks.


"Lalu?"


"Maksudnya mereka bekerja sama untuk mengelabui Nona." Bukan Vivi yang menjawab, melainkan wanita cantik yang tersenyum tanpa bersalah itu.


Vivi seketika ingin merobek habis mulut Liza yang asal bicara.


"Itu tidak benar, Nona. Kau jangan asal bicara!" Mempelototi Liza.


"Aku tidak! Kau sendiri yang bilang, yang lain juga dengar."


"Liza! Aku baru tahu kau banyak bicara," geram Vivi.


Bella diam-diam mengulum senyum didekat pintu. "Soo-Jin sudah akan menikah tahun depan. Kau sudah punya calon di depan mata, apalagi yang kau tunggu."


"Nona, tentu saja kamu berbeda. Dia gadis yang pandai merayu dengan wajah sok manisnya, sedangkan aku tidak akan cocok dengan karakter itu!"


"Nona yang kaku saja bisa bersikap manis pada Tuan Marcel, masa kau tidak bisa," celetuk Liza lagi.


Kali ini bukan hanya Vivi lagi yang ikut melotot, Bella pun ikut memasang wajah garang. Liza langsung memukul mulutnya pelan, ini sudah menjadi kebiasaannya yang begitu jujur.


"Hehe, hanya bercanda, Nona." Menyengir pada Bella.

__ADS_1


.


.


Monica, Sandra dan Ken yang sudah selesai rapat berjalan pergi untuk kembali ke lantai atas tempat ruangan mereka berada. Tapi, saat melewati beberapa bagian divisi, mereka tak sengaja mendengar sedikit kebisingan dari divisi pemasaran.


"Biar aku saja," ucap Sandra meminta Monica dan Ken pergi lebih dulu.g


Rupanya semua orang sedang mengerumuni satu objek sehingga tidak ada yang menyadari kehadiran Sandra yang sudah memasang wajah dingin.


"Ada apa ini?"


Semua orang langsung hening, tidak ada yang berani menoleh setelah mendengar suara yang begitu mereka kenal.


"Oh, San. Lihat siapa ini." Mike mengangkat Jourell agar Sandra melihatnya.


Wajah dingin Sandra berangsur menghilang, Mike tersenyum dalam hati. Selain Bella, Jourell ternyata juga punya keahlian menjinakkan para antek-antek ibunya.


Sandra mendekat dan langsung meraih Baby Jo dari tangan Mike dan mendekapnya. "Bagaimana bisa dia ada padamu?"


"Menurutmu bagaimana? Kau pikir aku bisa membawanya pergi jika induknya tidak ada," decaknya.


"Nona disini? Berarti Seinth juga."


"Ck! Apa bagusnya pria itu. Aku lebih tampan." Mike mencibir.


"Anda terlalu percaya diri, Tuan!" sentak Sandra, lalu berbalik pergi dengan Jourell.


Mike sendiri merasa masam dihatinya, sudah lama dia mencari kesempatan untuk dekat dengan wanita dingin itu. Tapi, yang namanya antek Bella, pasti tidak ada yang mudah!


Tapi saat mendengar Jung berhasil mendapatkan Soo-Jin setelah berjuang selama tiga tahun penuh. Dia tidak ingin menyerah, meskipun pria yang bernama Seinth itu akan menjadi salah satu halangannya.


Bukankah ada istilah, sebelum jalur kuning melengkung, tandanya masih ada kesempatan. Sebelum dia tertikung, maka dia akan selalu mencari kesempatan.


-


-


Tok tok tok


"Masuklah Ken," sahut Bella dari dalam.


"Ada sesuatu?" Paham maksud Ken mendatanginya.


"Saya mendapat beberapa informasi."


"Katakan."


"Keluarga Kim dulunya cukup berjaya di dunia bisnis. Mereka keluarga terpandang di Korea kala itu. Namun, dua puluh dua tahun yang lalu, tiba-tiba saja mereka mengalami kebangkrutan dan nama Keluarga Kim mulai menghilang."


"Eomma, sudah pergi saat itu. Apa penyebabnya?"

__ADS_1


"Mereka ditipu oleh menantu mereka sendiri, Nona."


"Menantu?" Bella semakin bingung.


"Kemungkinan besar itu mantan suami dari saudari nyonya Eillen."


"Tunggu, maksudmu Bibi Hyuran?"


"Benar, Nona. Hanya dia satu-satunya yang pernah menikah saat itu."


Jujur saja Bella cukup terkejut, dia pikir Hyuran belum menikah. Tapi tidak usah heran sebenernya, bukankah dia juga sudah menikah bahkan punya anak?


"Tidak ada alasan kenapa Eomma pergi?"


"Saya masih berusaha, Nona. Tapi, yang jelas dia pergi membawa Nona bersamanya."


"Ada lagi?"


"Hanya itu, Nona. Sandra juga mendapatkan sesuatu," ucap ken.


"Oh ya? Suruh dia masuk."


Ken menunduk lalu pergi memanggil Sandra, Tak lama Sandra juga masuk setelah memberikan Jourell pada Ken.


Sandra menghela nafas. "Nona, saya mendapat banyak kejanggalan. Saya tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang dulunya adalah pelayan di kediaman Kim."


"Langsung saja." Bella tidak sabar.


"Dia bilang Mrs. Hyuran pernah mengandung bersamaan dengan Mrs. Eillen. Tapi saat melahirkan, bayi yang dikandung Mrs. Eillen tidak selamat." Bella membeku. Apa maksudnya?


"Beberapa bulan kemudian, Mrs. Hyuran juga melahirkan anak perempuan dan sehat. Tak lama, Mrs. Hyuran menikah dengan salah satu rekan bisnis keluarga Kim tapi dia bilang, dia tidak pernah melihat bayinya lagi sejak kepergian Mrs. Eillen."


"Dia hanya pekerja belakang, jadi tidak bisa memberikan informasi yang akurat." Sambung Sandra lagi.


"Tapi, San. Buktinya aku baik-baik saja, lalu kenapa dia bilang putri Eomma meninggal?" ucap Bella pelan.


"Jika itu benar, lalu siapa aku?" Bella gelisah.


"Nona! Berita ini belum jelas, masih banyak kejanggalan didalamnya. Jangan memikirkan hal-hal tidak penting yang bisa menganggu kesehatan Nona." Sandra mengingatkan.


"I know, aku hanya menduga. Kembalilah, San. Aku ingin sendiri."


"Baik, Nona. Saya permisi."


Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ada banyak hal yang dirahasiakan dariku. Jika bukan anak Eomma, lalu siapa orang tuaku?


Beberapa hal mulai terlintas di kepalanya. Mulai dari ibunya yang marah saat Bella bercanda jika dia bukan anak Eillen, kejadian ketika ibunya membentaknya saat ditanya tentang kepergiannya dari rumah Kim.


Ibunya sangat sensitif seakan-akan telah melakukan kejahatan dan bersembunyi. Dan juga dimana bayi Hyuran? Perlukah dia bertanya pada wanita cantik itu sendiri. Tapi, kata-kata Hyuran dan Eillen untuk tidak perlu tahu agar tak menyakitinya seperti menjadi pantangan buat Bella. Dia ragu, tapi juga ingin tahu.


Apalagi menurut dugaan, dia juga terkait didalamnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2