Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 131 | Pergantian Tahun


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Menjalani biduk rumah tangga berarti kita harus punya cara untuk bahagia bersama dalam suka maupun duka. Terkadang terasa lelah, tapi tak boleh menyerah. Hubungan percintaan yang didasari oleh keikhlasan hati, kesetiaan, dan kasih sayang akan melahirkan kebahagiaan dalam sebuah hubungan.


Latar belakang seseorang bukan pula menjadi dasar sebuah hubungan, kekurangan dan kelebihan ada untuk saling melengkapi. Lima tahun sudah keduanya menjalani sebuah pernikahan, suka duka tak luput menghampiri untuk menguji kekuatan cinta mereka.


Tapi semua bergantung pada diri mereka sendiri, bagaimana mereka menghadapinya dengan bijak tanpa harus menyakiti satu sama lain.


"MOMMY!"


Teriakan menggema di dalam mansion besar keluarga Ramona. Seorang anak laki-laki terus berlarian mencari tempat berlindung.


"Kak Joy, tunggu Chloe."


Seorang gadis kecil tak menyerah untuk terus mengerjarnya. Kakak tampan Joy sudah lama menjadi idolanya, meski tak jarang sang ibu terus memperingati agar berhenti mengganggu anak dari nona bosnya. Semua hanya seperti angin lalu. Nyatanya, Chloe Oliver, anak perempuan dari Kris dan Anna itu enggan untuk menyerah.


Bukan pertama kalinya Chloe kemari. Semenjak mengenal Jourell, gadis kecil itu sering merengek pada ayahnya agar mengantarkannya ke mansion Ramona. Hampir setiap pagi, gadis itu sudah datang untuk berangkat dari ke sekolah bersama.


"Jangan berlari, nanti terjatuh."


Joy segera bersembunyi dan memeluk dari belakang wanita yang tengah berkacak pinggang itu. Wanita dua puluh enam tahun itu masih tetap cantik dan muda, karisma dan pesonanya tak pernah hilang sama sekali.


"Dia terus menggangguku, Mom," adu Jourell pada ibunya.


"No, Aunty. Chloe hanya ingin merapikan rambutnya saja."


"Rambutku sudah rapi, kau hanya akan merusaknya," seru Jourell tidak suka.


Gadis kecil itu menunduk sedih. "Maaf."


"Joy! Tidak boleh seperti itu," tegur Bella. Dia meraih Chloe dalam gendongannya.


"Chloe jangan sedih ya. Kak Joy memang seperti itu, dia tidak suka disentuh," ucap Bella lembut. Chloe mengangguk patuh.


Bella hanya bisa menerima saat menyadari jika sifat putranya tidak berbeda jauh dengan suaminya. Anak itu tidak suka disentuh oleh orang lain kecuali keluarganya, terlebih lagi jika itu seorang perempuan.


Cara bicaranya juga terkadang terdengar dingin dan ketus, benar-benar terlihat seperti duplikat Alex yang arogan dan semaunya. Bella tidak menyangkalnya, yang terpenting, Jourell sudah dilimpahi oleh kasih sayang disekitarnya.


"Kau carilah pria lain, Chloe. Anak sombong itu tidak cocok untukmu," celetuk Alex yang baru keluar dari kamar.


"Cih! Memangnya Daddy tidak? Mommy yang cantik dan manis juga tidak cocok untuk, Dad," balas Jourell tidak ingin kalah.


"Woah ... untungnya kau anakku, jika bukan—"

__ADS_1


"Al!" potong Bella cepat. Jangan ada drama pagi ini, dia sedang malas berdebat.


Jourell menaikkan dagunya sombong, merasa mendapatkan pembelaan dari ibunya. Alex berdecak.


Pria itu ingin memberi kecupan pada istrinya, tapi anak menyebalkannya langsung melompat kedalam pelukannya. Jourell sama posesifnya dengan sang ayah, dia seperti cemburu melihat ayahnya terus mencium ibunya.


Tak jarang, Joy membuat Alex kesal karena tingkahnya yang suka menghalangi moment mesranya dengan Bella.


"Kau—"


"Sudah siang, Dad. Kita harus sarapan, lalu ke sekolah dan bekerja." Jourell mengabaikan Alex yang memasang wajah kesal.


Chloe terkekeh geli, dia sudah sering melihat adegan seperti ini. Aunty nya memang wanita cantik dan baik, dia adalah salah satu penggemar Bella. Bella sendiri hanya memutar bola matanya tidak peduli.


Mau tidak mau, Alex menggendong putranya menuju ruang makan, di ikuti oleh Bella yang menggendong Chloe.


"Selamat pagi Joy tampan dan Chloe manis," sapa Sofia mencium gemas pipi lembut keduanya.


Chloe tertawa lucu, kemudian mencium balik Aunty Sofia nya.


"Aunty, berhenti menciumku. Cari pacar sana untuk dicium." Jourell mengusap pipinya dengan punggung tangan.


Alfred, Clarissa dan Elora mengulum senyum, memang putra Alex, pikir mereka.


-


-


"JOY!"


Dua anak laki-laki lainnya berteriak seraya berlari menghampiri Jourell dan Chloe yang baru saja memasuki area sekolah.


"Selamat pagi, Aunty," sapa keduanya ceria.


"Pagi juga, Eric, Ray," balas Bella tersenyum.


Erico Albert dan Raymond Arduous nama kedua anak itu. Sudah bisa menebak anak siapa mereka?


"Mom pergi dulu. Kalian jangan nakal dan jadilah anak baik, ok?"


"Ok, Aunty."

__ADS_1


"Ok, Mom."


"Beri ciuman." Bella memberikan pipinya dan langsung dicium oleh empat anak itu.


"Dah."


...--- o0o ---...


Bella mengendarai mobilnya menuju perusahaan, Seinth tidak lagi menjadi sopir ataupun pengawal. Pria itu sudah dipindahkan menjadi Direktur Keuangan di QA setelah kasus penyelewengan terjadi dua tahun yang lalu.


Alex sudah mengizinkan Bella untuk membawa mobilnya sendiri, namun harus tetap mendapat izinnya setiap kali bepergian.


Bella mendudukkan diri di kursi kebesarannya. Perusahaan terus meningkat, maka tanggung jawab menjadi lebih besar pula. Wanita itu mulai di sibukkan dengan berbagai laporan di atas meja.


"Nona."


Sandra sudah berdiri dengan membawa berkas, Bella menutup map nya, bersiap mendengar laporan Sandra.


"Grace berhasil melacak keberadaan Keluarga Victor. Selama empat tahun ini, mereka menetap di ibu kota Jerman, Berlin sebagai masyarakat biasa."


"Tuan muda Selo bekerja sebagai karyawan di perusahaan otomotif, sedangkan nona Sela sendiri bekerja sebagai karyawan di industri perfilman."


"Alamat?"


"Kami juga mendapatkannya."


Bella bernafas lega. Ya, empat tahun lalu, terjadi masalah dengan keluarga Victor. Hans berhasil di tipu oleh orang kepercayaannya sendiri, dia terpaksa harus kehilangan perusahaan yang selama ini dia usahakan.


Bella maupun Alex tidak tahu masalah ini, selama ini keluarga Victor selalu baik-baik saja. Bella tak menyangka jika hal ini akan terjadi. Begitu mendengar kejatuhan Victor Group, Bella langsung menemui keluarga angkatnya itu.


Namun, hanya bangunan kosong yang ditemukannya. Keluarga Victor sudah pergi tanpa mencari atau meminta bantuannya. Selo dan Selo juga keluar dari kampus, Bella sempat dibuat frustasi dengan keberadaan mereka.


"Aku akan menemui mereka setelah menyelesaikan semua pekerjaanku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Kayanya masih lama deh baru tamat. Gpp ya panjang, yang penting semua masalah selesai😆...


...Bagi hadiah dung😋...


 

__ADS_1


__ADS_2