Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 142 | Keluar Dari Rumahku!


__ADS_3

"Tapi, dokter ... bagaimana bisa saya hamil kembar, sedangkan di keluarga kami tidak ada riwayat keturunan kembar?"


"Faktor keturunan tidak selalu menjadi alasan kehamilan kembar, Mrs," ucap dokter mulai menjelaskan.


Secara umum, kehamilan kembar terjadi pada satu dari 250 kehamilan dan tidak terpengaruh oleh faktor keturunan. Sewaktu mengalami ovulasi, bisa terjadi lebih dari satu sel telur matang yang terlepas dari indungnya di saat bersamaan. Artinya, kehamilan kembar tanpa adanya riwayat kembar di keluarga juga sering terjadi.


Bella akhirnya puas. Dia mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit.


Ketika memasuki mansion, Bella dan Alex langsung mencari Jourell yang akan menjadi kakak itu.


"Joy!" seru Bella girang ketika membuka pintu kamar putranya.


"Mom?" Bocah laki-laki itu sempat tersentak kaget karena ulah ibunya.


Bella segera mendekat dan memberi banyak ciuman di wajah tampan kecil itu. Joy tidak bergerak, hanya menatap ayahnya yang berdiri di belakang Bella. Alex juga tersenyum.


"Coba tebak," kata Bella seraya duduk di samping Jourell di atas ranjang.


"Hm ... Daddy sudah tidak gila," jawabnya polos.


Entah apa yang dipikirkannya sehingga berkata ayahnya gila. Bella tertawa, Jourell mau-mau saja menjawabnya padahal belum mengerti. Jadilah jawabannya sedikit keren.


Keren? Jika Alex tahu pikiran istrinya, Author sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi (─.─||).


"Pikir mu aku gila!" Alex tidak terima.


"Daddy, kan memang tidak normal sejak kemarin." jawab Jourell lagi, membuat Bella cekikikan.


Anak ini!


"Oh! Aku melihat ini saat pulang tadi. Tunggu sebentar. " Joy berlari ke meja belajar, lalu kembali lagi membawa sebuah kotak berukuran sedang.


"Joy teringat Daddy, jadi membelinya." Menyerahkan kotak itu pada Alex.


"Apa itu?" Bella jadi penasaran, Alex mengangkat bahu.


Pria dewasa itu memilih duduk di samping istrinya, lalu membuka penutup kotaknya.


Kue coklat?


"Daddy selalu memakannya setiap malam, kan? Chloe bilang rasanya sangat enak, jadi aku membelikannya untuk Daddy."

__ADS_1


Meski sering cekcok sesama laki-laki, anak itu masih peduli dan sayang pada ayahnya yang menyebalkan. Alex yang tadinya kesal langsung tersenyum, begitupun Bella yang menatap putranya penuh cinta.


Alex mengangkat Jourell dan mendudukkannya di pangkuannya. Diciumnya puncak kepala bocah itu.


"Thanks, Son."


"내 아들이 최고야 (Putraku yang terbaik)." Bella bertompang dagu di bahu suaminya.


Jourell langsung memerah malu. "Mom, Dad! Ini memalukan." Memeluk leher Alex dan menyembunyikannya wajahnya disana.


"Ck! ... bisa malu juga kau ya?" Alex mencibir, membuat bocah itu mendelik kesal.


"Menyebalkan!"


Lupa sudah tujuan awal mereka menemui Jourell. Ketiganya sudah berbaring di ranjang dengan Joy di tengah mereka. Bercerita dan bercanda bersama, sesekali mendengar keseharian Joy saat di sekolah. Dan diakhiri dengan mereka yang tertidur bersama karena kelelahan dengan saling memeluk.


-


-


Malamnya, Alex mengundang orang-orang terdekat mereka untuk makan malam bersama di mansion mereka. Tentu saja untuk merayakan sekaligus memberi tahukan kabar bahagia ini.


Tidak butuh waktu lama, mansion di penuhi dengan kedatangan mereka secara bergilir. Bella secara khusus membuat banyak hidangan dengan resep yang dipakai di Hyuna Restaurant.


"Wah ... kalian tidak bermaksud meninggalkan negara ini, kan?" Mike mencomot salah satu hidangan.


"Benar, Bella pernah melakukan ini di Inggris saat dia akan pindah ke Korea," ungkap Kris disebelah Mike.


"Kalian terlalu banyak bicara, makan saja sampai kenyang!" Ruth jengah.


"Terlalu banyak bicara bisa membuat cepat mati loh, Paman." ucap Chloe polos.


Mereka tersedak bersamaan, kecuali Joy yang spontan menunduk.


"Ka— kau bilang apa?" Leo tergagap.


"Terlalu banyak bicara bisa membuat orang cepat mati," katanya lagi. Alex tersenyum tipis, sudah bisa menebak darimana kata-kata itu berasal.


Ini kutukan! Darimana ceritanya banyak bicara bisa membunuh orang!


"Chloe, darimana kau mengetahui hal seperti itu?" tanya Bella lembut.

__ADS_1


"Dari kakak tampan, Aunty." Jawabannya membuat semua orang saling menatap.


Lagi-lagi, Ray dan Eric hanya bisa menepuk keningnya heran. Mulut gadis itu bocor sekali, tidak heran jika Joy sering kesal padanya.


"Joyy!" Bella memijat pangkal hidungnya pusing.


"Aku tidak pernah memintanya berkata begitu, Mom. Dia saja yang meniru perkataanku." Joy membela diri.


"Sudahlah, mereka masih kecil, biarkan saja. Sekarang, lanjutkan makan kalian." Clarissa menengahi.


**


"Jadi ... apa yang membuat kami semua di undang kesini?"


Kini, semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam selesai. Semuanya sudah duduk di tempat masing-masing, menunggu penjelasan dari tuan rumah itu sendiri.


"Kami ingin memberi kabar bahagia untuk kalian semua." Bella antusias.


"Bahagia versi dirimu atau Alex?" tanya Mike bodoh.


"Memangnya bahagia ada berapa versi bodoh!" Leo memukul kepala Mike.


"Sakit bodoh!" umpat Mike kesal.


"DIAM BODOH!" Kris ikut menyahuti, tidak tahan dengan umpatan dua orang ini.


"KAU YANG BODOH!" balas mereka berdua.


Bukk


Tiga bantal sofa mendarat mulus di masing-masing wajah mereka. Bella menatap nyalang pada ketiganya yang tidak tahu tempat. Tidak lihat ada empat bocah yang masih tumbuh dan belajar disini? Terlebih Kris adalah salah satunya, padahal sudah memiliki anak perempuan!


"KELUAR DARI RUMAHKU!" teriak Bella marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hihi, aku up cepat loh. Tapi segini dulu ya (~ ̄³ ̄)~...


Bagi hadiahnya Yaaa


Like dan Komen nya jangan lupa

__ADS_1


Vote juga kalo punya tiket


Maacih❤️


__ADS_2