
Tak
Suara pukulan benda yang berbenturan terdengar tenang. Bola putih itu menggelinding mulus mengikuti jalur yang ada dan ....
"Yeah!" Bola masuk ke lubang, tepat sasaran.
James melepas topi nya setelah meletakkan tongkat golf nya ke tempatnya, lalu menegak habis minumannya. Cuaca hari ini cukup panas juga, cukup membuat semua orang berkeringat.
"Kemampuanmu lumayan juga." Alfred cukup kagum dengan keahlian James.
"Sebenarnya aku tidak begitu tertarik, tapi lumayan menyenangkan juga," ucap Steph.
"Ini yang dilakukan orang tua kebanyakan." James terkekeh.
"Kita memang sudah tua," ujar Jong menanggapi. Mereka tertawa lagi.
"Hei ... Al. Sejak tadi hanya memantau ponsel. Jangan menunggu wanita yang sedang bersenang-senang, mereka tidak akan mengingat kita kecuali kehabisan uang," tegur James.
"Aku hanya mengawasi," datarnya tidak peduli. Salah satu tangannya sedang menahan Jourell dipangkuannya.
"Dia memang tergila-gila pada Bella, percuma saja kau menegurnya," ejek Alfred.
"Para orang tua tidak perlu ikut campur dengan urusan anak muda," jawab Alex masih dengan wajah datar.
"Ck!" Ketiganya berdecak. Memang menantu sekaligus anak yang berbakti. Abaikan saja dia.
Satu panggilan masuk dari Bean langsung diangkat oleh Alex. "Hm?"
"..."
"Awasi saja dia." Alex mematikan panggilan setelah mendengar pengaduan Bean tentang istrinya yang berbuat aneh lagi.
Hanya Alex yang menganggapnya aneh!
"Permisi, Tuan muda." Kepala pelayan Jane datang membawa sebotol asi yang sudah di masukkan ke dalam botol susu khusus bayi. Bella memang sudah memberitahu agar tidak lupa memberi susu pada Jourell, khawatir jika putra kecil nya akan kehausan.
__ADS_1
"Woah ... sepertinya mereka akan lama." Steph sudah berpengalaman dengan ini ketika Sam dan Kyle masih bayi. Jika istrinya sudah menyiapkan botol susu saat akan pergi, maka jangan ditanya lagi kapan dia akan pulang!
Alex mendelik. "Istriku tidak seperti itu, dia masih ingat denganku dan Baby Jo!" kesalnya.
Terlalu percaya diri, pikir mereka. Tidak tahu saja seperti apa wanita jika sudah berkumpul.
...--- o0o ---...
Dan memang benar ... terkadang yang sudah berpengalaman memang jarang meleset. Para spesies bernama wanita yang sempat membuat heboh tadi rupanya sedang makan dengan nyaman di salah satu ruang private.
Bean sudah pulang karena tidak ingin ikut campur dalam urusan wanita yang menurutnya membosankan. Tapi jangan salahkan mereka jika pria itu malah dijadikan tempat angkutan barang. Karena kebetulan dia akan pulang, maka antarkan saja sekalian milik mereka semua.
Bean hanya bisa mendengus, lalu meminta salah satu pengawal yang menjaga untuk membantu menenteng semua paperbag. Para wanita itu rupanya masih berbaik hati memesan makan siang di rumah untuk Bean dan beberapa pengawal yang mengikuti mereka diam-diam.
Mengikuti diam-diam? Tidak perlu melakukannya jika pakaian mereka mencolok begitu! Sekali lihat saja, semua orang juga sudah tahu siapa mereka. Heh!
Jangan lupa, suami mereka adalah makhluk Tuhan yang sudah menjadi budak cinta!
"Bukannya kita kemari untuk memesan makan siang untuk para Paman di Mansion? Kenapa jadi menikmatinya sendiri." Elora heran.
Lebih tepatnya mereka lupa.
"Kau sudah menyiapkan asi untuk Jourell kan, Bells?" tanya Hyuran. Bella mengangguk. Lupa suami tak apalah sesekali, tapi jangan sampai lupa anak yang bahkan masih butuh menyusu.
Jika Alex tahu, pasti akan cemburu buta lagi. Mengatakan jika Bella pilih kasih! Tapi untungnya tidak, hehe.
.
.
.
Saat matahari mulai tenggelam, saat itulah suara dendruman mobil terdengar memasuki pekarangan. Akhirnya para wanita itu kembali setelah melupakan suami mereka seharian.
Alex sudah menatap kesal sang istri karena merasa kalah tanding dengan para orang tua. Rupanya istrinya benar-benar tidak ingat padanya selama diluar, harga dirinya sedikit terluka. Seharian bersama Jourell seperti suami yang di telantarkan. Bella masih belum menyadari itu. Dia mendekat dan meraih Baby Jo yang terlihat senang dengan kedatangannya. Alex semakin kesal, lagi-lagi dia diabaikan. Cih!
__ADS_1
"Kami langsung pulang saja, Ran, James, Tuan Jong dan Nyonya Hye." Pamit mereka semua.
"Thanks untuk hari ini. Hati-hati."
**
Di mobil Bella hanya sibuk mengajak bicara Jourell. Wanita itu masih belum menyadari jika suaminya tidak pernah bicara barang sekalipun selama mereka bertemu. Ini bukan lagi lupa sesekali, tapi lupa berkepanjangan!
"Mommy ... ini Mommy aku ...."
"Aku Baby Jo ... anak pintarnya Mommy Qiqi ...."
Jourell terus tertawa senang setiap kali Bella berbicara sambil mencium perut kecilnya. "Ughh ... tampan nya anak Mommy ... mirip siapa ya?" Bella seperti berpikir.
Alex berdecih dalam hati. Sejak tadi hanya mengatakan anak Mommy, sekarang ingat mirip siapa? "Tentu saja mirip denganku! Memangnya dia hanya anakmu," ketusnya.
Bella langsung menoleh, lalu menyengir dengan rasa bersalah. "Maaf, Sayang." Alex masih saja masam sambil fokus menyetir.
Bodoh kau Bells! rutuknya dalam hati.
"Kau hanya peduli pada Jourell. Kau bahkan lupa padaku," ujarnya masam.
"Hei ... siapa yang lupa. Aku hanya tidak ingat," kilah Bella.
Ck! Sama saja.
"Mau makan dulu?" bujuk ibu satu anak itu.
"Sudah kenyang," datarnya ketus.
"Kalau begitu, kita jalan - jalan saja." bujuknya lagi.
"Memangnya tadi kau sedang apa?" ketusnya lagi.
Oke, Bells. Pria itu benar-benar merajuk sekarang!
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...