Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 87 | Drama Cuci Piring


__ADS_3

*


*


"Bebee!!" Geram Alex ditelinga Bella


Bella berbalik, tersenyum lebar hingga menampilkan deretan giginya. "Tentu saja kau lebih tampan!"


Pria itu langsung tersenyum, dia menarik pinggangnya dan memeluknya dari samping, meletakkan kepalanya di bahu Bella manja.


"Tentu saja, bahkan ayah mertua tidak ada apa-apa nya." Sombong nya


Bella menatap Kepala pelayan Jane yang menunduk, dia hanya pasrah mendengar pria ini mulai berubah lagi. Jane menahan tawa, bagaimana jadinya jika suami Nona muda nya ini bertemu dengan mertua nya nanti?


Semoga bisa berdamai dengan baik.


.


.


Sore itu, Hye turun tangan langsung untuk membuatkan Cucunya makan. Bella yang memang hobby makan, tidak bisa lagi menahan. Biasanya dia akan tahan jika ada cemilan atau hidangan kecil sebagai pengganjal, tapi karena ini bukan rumahnya, mau tidak mau harus menahan.


Tapi bukan Bella namanya jika peduli, dia mendatangi dapur dan berniat memasak sendiri agar tidak merepotkan, tapi salah satu koki malah melapor pada Hye.


Bella duduk diam seperti gadis kecil yang menunggu ibunya masak, melipat kedua tangan nya diatas meja dan bertumpu dagu. Alex hanya bisa terkekeh melihat tingkah Bella, istrinya ini selalu mengemaskan tanpa dia sadari.


"Bagaimana?"


Bella mengangguk suka "Enak sekali. Wah, Halmeoni hebat." mengacungkan jempolnya, Hye tersenyum


"Buka mulut, Aaa..." Memasukkan sumpit ke mulut Alex


"Enak?"


"Hmm..." Alex mengangguk


Bella mendelik, Dasar irit bicara!


Hye memutuskan kembali menemui suaminya yang sedang bersama Jourell, tinggal lah dua pemilik bumi di ruang makan tersebut.


"Kau sudah memberitahu Mom kita menginap." sambil terus memasukkan makanan ke mulut


"Hm" Alex hanya berdehem karena sibuk dengan ponsel nya. Apalagi jika bukan bekerja! Jangan tanya dimana Bean, pria itu sudah pergi sejak awal.


"Al!


"Hm"


Awas kau ya!

__ADS_1


Bella cemberut, dia berdiri dan membawa piring kotor ke wastafel untuk dicuci. Namun baru akan menyentuh spons, seorang pelayan wanita langsung mencegahnya.


"Biar saya saja, Nona." mengambil alih tempat Bella


"Aku masih bisa melakukannya, biar aku saja." Ingin meraih spons itu ditangan pelayan


"Jangan Nona, kembali lah ketempat Nona." Cegah nya


"Wah...Kau baru saja memerintahkan ku?" Bella berkacak pinggang


"Saya tidak berani, Nona." Pelayan wanita itu menunduk salah


"Kalau begitu menyingkir! Atau aku akan meminta Halmeoni memecat mu." Tajamnya, entah sudah berapa lama kata ancaman tidak pernah keluar dan hari ini Bella kembali mengucapkannya


Pelayan wanita itu menggeleng takut, beberapa pelayan disana juga menjadi takut. Ternyata benar ini pasti putri nya Mr. dan Mrs. Villegas, tatapan matanya sama persis ketika Nyonya Hyuran marah.


Dan cara bicara serta nada ancaman itu sama persis seperti Tuan James! Tapi membiarkan Bella mencuci bukankah juga cari mati?!!


"Tapi Nona...."


"Sttt..." menempelkan telunjuk nya di bibir pelayan, pelayan itu termundur kaget


"Jangan khawatir, tangan ku takkan lepas hanya karena mencuci beberapa piring." Sindir nya halus


Tangan anda memang takkan lepas, tapi tangan kami Nona!!


"Ada apa?" Bella menatap malas pada pria yang mungkin baru menyadari jika dia sudah tidak berada di tempat


"Bebe...."


"Kau diam saja! Urus saja ponsel mu dan jangan mengganggu." Ketus nya, mengambil kasar spons kemudian memberikan sabun cair khusus


Alex terkekeh, apa Bella marah karena merasa diabaikan? Ah...Sangat jarang istrinya ini menunjukkan kecemburuan nya. Dia menyuruh semua pelayan pergi dan meninggalkan mereka berdua.


Dia memeluk istri cemberut nya itu dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu Bella. Sesekali memberi ciuman sekilas pada tengkuk dan lehernya.


"Lepas! Kau ingin ku cuci juga." Ancam nya lagi


"Kenapa kau menjadi galak lagi." Masih memeluk


"Al!..."


"Maaf, Bebe. Bean tiba-tiba saja mengirim laporan, jadi aku melihatnya."


Ck! Mau menyalahkan Bean lagi?!


"Aku akan memberinya pelajaran nanti, lihat saja! Sudah tahu aku bersamamu, masih saja mengirimi pekerjaan. Aku akan....."


"Jangan katakan apa pun lagi!" potong nya setelah memutar tubuh menghadap Alex

__ADS_1


Alex tersenyum menang dalam hati, dia tahu kelemahan Bella. Meski istrinya orang yang tegas dan sedikit keras, tapi takkan tega melihat kesulitan orang lain.


"Jadi tidak marah lagi?" Bujuk Alex


Mana bisa aku marah jika kau mulai mengorbankan orang lain!


"Tidak, sekarang pergilah duduk dan jangan mengganggu." Alex menggeleng


"Aku akan membantu." mengambil alih spons di tangan Bella


"Kau yakin?" Remehnya, melihat Alex seperti jijik menyentuh benda berbusa itu


Alex menatap geli benda di tangannya, jika hanya memasak, dia masih bisa karena pernah tinggal sendiri di Apartement sewaktu kuliah. Tapi mencuci? Dia bahkan menyeret Leo atau Mike ke Apartment hanya untuk mencuci!


Entah kenapa dia merasa ada yang bergerak di pembuluh darahnya ketika melihat benda itu. Semakin di tatap, benda itu semakin mengerikan. Akhirnya Alex menyerah dan melempar kembali spons nya.


"Tidak" Jawabnya bergidik, Bella tertawa, badan saja yang besar tapi nyali hanya secuil, Alex mendengus


"Karena aku tidak bisa, kita kembali saja. Biarkan pelayan yang mengurusnya." Menarik tangan istrinya, Bella berhenti tertawa


"Alasan! Kau tidak bisa tapi aku bisa!" Sunggut Bella


"Ini" Bella meraih kain lap dan memberikannya pada Alex, Pria itu menatap bingung


"Aku yang mencuci dan kau yang mengeringkan." Senyum Bella


"Bebee...." Rengek nya,


Bella tertawa lagi, kapan lagi bisa mengerjai pria arogan ini. Memangnya hanya Alex yang bisa menghukumnya, dia juga bisa!!


"Mau atau tidak?"


Melihat wajah istrinya yang mulai kesal, Alex mau tidak mau mengangguk dengan sedikit memelas. Hanya Bella yang bisa membuat seorang Alex mendapat julukan pria takut istri.


Diluar pintu, beberapa pasang mata menyaksikan pertikaian kecil mereka. Pria tampan dengan Jas dokter tak hentinya yang terkikik geli, seorang Marcelio Alexander Ramona dengan mudah diperintah oleh keponakan cantik nya?!!


Jika biasanya pria itu yang suka memerintah, maka keadaan berbalik sekarang. Dua orang disamping nya juga ikut tersenyum.


Hyun baru kembali sore ini, tak lama disusul Hyuran dan James yang juga baru datang. Kepala pelayan Jane seperti biasa sudah menyambut ketiga nya di depan pintu.


Namun yang membuat mereka terkejut adalah kedatangan Tuan Marcel dan Nona Muda. Kepala pelayan Jane memberitahukan semua informasi, mulai dari Hye dan Jong yang menceritakan semua kebenaran.


Ketiga cukup terkejut, rupanya Bella sudah mengetahui nya dan datang untuk konfirmasi. Tapi mereka senang karena ternyata Bella tidak membenci, justru ingin memperbaiki hubungan masa lalu.


"Apa-apaan pria itu! Bagaimana mungkin membiarkan putriku mencuci! Dan lihat, dasar pengecut. Melihat spons saja sudah seperti melihat kotoran!" Gerutu James kesal


Hyun dan Hyuran menatap jengah, mulai lagi pikir mereka.


Dasar sombong!

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...VOTE dong gess😋...


__ADS_2