
Alex memerhatikan wanita yang sedang menyusui Jourell disampingnya dengan wajah ditekuk. Bella yang acuh hanya sibuk dengan ponselnya tanpa menyadari ekspresi Alex. Sesekali dia memperbaiki posisi dadanya agar Jourell merasa nyaman.
Bella sibuk dengan berbagai informasi yang diberikan Ken dan Sandra mengenai Keluarga Kim yang benar-benar tertutup rapat. Bukan hanya mereka berdua, antek-antek nya yang lain pun tidak luput sebagai pencari informasi.
Satu hal yang membuatnya terkejut, rupanya keluarga Kim sudah tidak menetap di Korea melainkan di New York, tepatnya di Kota Manhattan. Sejak kapan?
Tidak heran jika dia bertemu dengan Paman Hyun dan Bibi Hyuran disini. Terkadang Bella merasa aneh dengan panggilan Paman dan Bibi, pasalnya mereka benar-benar terlihat masih muda dan lebih cocok menjadi saudara.
Alex mendengus karena Bella benar-benar mengabaikannya. Ini masih pagi tapi Jourell sudah bangun untuk mengklaim istrinya! Bella melirik saat menyadari Alex tidak bergerak sejak tadi. Pria itu sedang menatap kesal padanya. What the ....
"Kau tidak bekerja?"
"Cih! Aku sudah seperti ini hampir tiga puluh menit dan kau baru bertanya sekarang," ketusnya kemudian turun menuju Kamar mandi.
Bella menghela nafas, sepertinya pria ini merajuk lagi. Dia baru ingat jika suaminya ini hanya mau pergi jika Bella yang mengurusnya.
"Sayang ...."
Brakk
Bella memejamkan mata saat Alex membanting pintu kamar mandi cukup keras. Sejak kelahiran Jourell, Alex berubah menjadi lebih manja dan kadang kekanakan. Alasannya simple, tidak ingin jika Bella mengabaikannya dan sibuk dengan Jourell saja. Sudah dua minggu ini terjadi dan mungkin akan selalu begitu.
Menghela nafas, Bella melepas perlahan ******* Jourell agar tidak terbangun. Menaruh guling di masing-masing sisi Jourell untuk berjaga-jaga. Bella mengambil setelan kerja Alex dan meletakkan pelan di ranjang. Bella langsung berdiri dan menunggu di depan pintu kamar mandi.
Jika tidak seperti itu, dijamin pria itu akan memakai baju pilihannya sendiri tanpa melirik Bella. Bukankah suamiku luar biasa?
Ceklek
Bella langsung memeluk perut pria yang hanya keluar dengan handuk melilit dipinggangnya itu.
"Kau marah?"
Sudah tau masih bertanya!
"Tidak."
"Tidak?"
"Hm."
"Oke." Bella melepas pelukannya dan berjalan kearah ranjang.
Alex langsung kesal, begitu saja? tidak ada adegan lain?
__ADS_1
Diam-diam Bella tersenyum, tak apalah membalikkan keadaan sesekali.
"Bebee,' rengeknya.
See? Bella berbalik dengan wajah polos tanpa dosanya. "Ya?"
"Kau menyebalkan!" Alex langsung melengos. Bella akhirnya tertawa membuat wajah Alex semakin masam.
"Kemari atau aku akan marah," ancam Bella.
Siapa sebenarnya yang marah disini!
"Kau keterlaluan." Tapi tetap mendekat.
Bella terkekeh dan memberi banyak ciuman di wajah Alex. "Aku mencintaimu." Pria itu langsung tersenyum.
Memang harus diberi banyak cinta agar tak merasa tersaingi!
Bella membantu Alex mengenakan pakaiannya. Pria itu hanya diam memandangi wajah cantik istrinya yang lebih mirip gadis remaja dibanding wanita beranak satu. Jika tidak mengenal Bella, mungkin benar-benar akan mengira dia gadis 18 tahun yang masih duduk di bangku sekolah.
"Bebe, kenapa wajahmu sangat cantik? Orang mungkin mengira kau adikku."
Bella menatap Alex dengan wajah datar dan polos.
.......
...--- o0o ---...
.......
Disebuah ruang makan, suara dentingan sendok terdengar, tidak ada suara yang menandakan semua orang tengah hikmat.
"Kau akan pergi lagi?" Tanya seorang pria yang sudah berumur, terdapat rambut putih diantar rambut hitamnya.
"Seperti biasa." Singkat wanita cantik yang berada diujung meja
Keadaan kembali hening, semua orang tau betapa acuhnya wanita itu. Bahkan hampir tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Seorang pria tampan disampingnya hanya tersenyum tipis sambil terus melanjutkan makannya. Sifatnya tidak berbeda jauh dengan wanita cantik itu.
"Aku sudah selesai." Wanita cantik itu menyeka mulutnya dengan tisu. Pria disampingnya juga begitu.
"Kalian akan pergi bersama?" Wanita lain yang lebih tua membuka suara.
__ADS_1
"Ya, aku juga ingin melihat putriku sebentar sebelum bekerja." Pria tampan itu menjawab.
"Kami pergi." Wanita itu berjalan keluar dengan pria itu yang merangkulnya.
"Aku juga pergi. Aku ada pasien," ucap Pria tampan lainnya.
"Baik. Hati-hati."
Sebelum benar-benar pergi, pria tampan itu kembali berbicara. "Hyuna sudah melahirkan bayi pertamanya. Dia laki-laki tampan, namanya Jourell." Lalu berlalu meninggalkan meja makan.
Dua pasangan tua itu tersenyum mendengarnya. Mereka sudah punya cicit, sangat cepat?
.
.
.
Bella memperhatikan hamparan salju di sepanjang jalan kota. Sekarang pertengahan maret, tentu saja sudah memasuki musim dingin.
New York bukan kota terdingin di Amerika, sehingga bisa melakukan banyak kegiatan diluar. Meski begitu tetap harus menggunakan pakaian hangat dan boot tentunya.
"Kita akan kemana dulu, Nona?"
"Aku melihat toko kue didepan sana saat perjalanan pulang waktu itu. Sepertinya enak, aku ingin mencobanya."
Bella yang sudah kembali seperti awal setelah melahirkan akhirnya kembali merasakan bosan. Dia ingin kembali berjalan-jalan seperti yang dilakukannya dulu.
Bukan berarti dia sebebas itu, tentu semua tidak akan bisa tanpa izin suaminya. Seinth yang merupakan pengawal Bella juga sudah mendapat pekerjaan tambahan dari Alex yaitu menjadi sopir kemanapun istrinya pergi.
Jourell juga duduk tenang dipangkuan Bella. Anak itu tidak cerewet seperti bayi pada umumnya. Itu membuat Bella menebak jika sifatnya mungkin akan seperti ayahnya kelak.
"Sudah sampai. Biar saya yang membelikan, Nona. Udara cukup dingin," ucap Seinth.
"Aku saja, Seinth. Aku ingin makan ditempat saja."
"Tapi, Nona ...Tempat ini ..." Seinth sedikit ragu, tempat ini jelas bukan selera orang-orang atas.
"Seinth, kau lupa di Korea aku bahkan makan dipinggir jalan. Tempat ini bahkan tertutup, apa yang kau takuti?"
Seinth terdiam. Bukan itu masalahnya. Bagaimana jika Alex tahu kalau anak dan istrinya makan ditempat seperti ini?
"Sudahlah, ayo masuk!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...