
Tidak sampai satu jam setelah klarifikasi yang dilakukan oleh Bella, berita besar ini telah menyebar ke berbagai saluran televisi. Wajah cantik ibu satu anak itu terpampang di banyak papan iklan sebagai topik utama.
#CEO_QAInternasionalGroup
#NonaQi
#IdentitasAsliMrsRamona
#IstriTuanMarcelio
#MenantuKeluargaRamona
#PutriTunggalKeluargaVillegas
Berbagai tempat yang di pijaki para makhluk bumi menjadi gempar, terkejut dengan kenyataan yang ada. Banyak para pengusaha atau para sosialita yang menyesal karena tidak pernah mencoba menarik perhatian atau sekedar berbaur.
Wanita yang biasa tampil sederhana itu ternyata tidaklah sesederhana penampilannya.
Sudah seminggu berlalu, namun berita tak kunjung surut. Bella dan yang lainnya tak ingin ambil pusing. Biarkan itu menghilang dengan sendirinya. Setelah berkutat dengan pekerjaannya, Bella memutuskan pulang dari kantor.
Bella tersenyum saat melihat suaminya sudah menunggu di mobil. Pria itu tidak lagi membiarkannya pergi sendiri setelah kehadiran dua nyawa di dalam perutnya itu.
"Sendirian?" tanya Bella ketika melihat suaminya duduk di kursi kemudi, tidak ada keberadaan Bean seperti biasa.
"Hm ... aku berikan dia waktu berkencan dengan kekasihnya." Menatap istrinya yang duduk di sebelahnya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Bella sedikit malu.
Bisa malu juga ternyata.
Alex terkekeh, lalu tersenyum. Alex menghadapkan tubuhnya ke arah Bella, merengkuh wajahnya, lalu mengelus pipinya yang sedikit berisi.
Bella sedikit tersentak saat benda kenyal sudah mendarat manis di bibirnya. *******, menyesap dengan lembut setiap permukaan mulut dan bibirnya. Bella tidak menolak dan membalas setiap perlakuan suaminya.
Diangkatnya tubuh istrinya hingga terduduk di pangkuannya. Menahan tengkuk seraya memeluk pinggangnya nya, Alex menyalurkan segala bentuk cintanya lewat ciuman lembut yang tengah mereka lakukan.
Melepas tautan bibir, tangan Alex menyusup masuk ke dalam kemeja Bella, lalu mengelus perut yang berisi buah cinta mereka penuh kasih sayang.
"Aku mencintai kalian," ucap Alex tulus, menghirup aroma harum di leher Bella.
Wanita itu tersenyum, kemudian melingkarkan tangannya di leher Alex. Bella merengkuh rahang kokoh itu hingga mendongak menatapnya. Untuk ke sekian kalinya, Bella tidak bisa membohongi hatinya untuk tidak terpesona dengan wajah sempurna pria itu.
Suaminya selalu tampan, seolah tak ada celah untuk Bella mencari kejelekannya. "Aku juga mencintaimu. Jourell, baby twins, mereka mencintai Daddy nya yang tampan dan menyebalkan ini."
Alex terkekeh, mencium sekilas bibir istrinya. "Kalau begitu, biarkan pria menyebalkan ini menculik ibunya sampai pagi." Senyum Bella seketika menghilang, seakan tahu apa yang akan dilakukan suaminya itu.
Tanpa aba-aba, Alex menancapkan gas mobilnya dengan Bella yang masih berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Kau gila! Turunkan aku dulu." Memukul bahu Alex pelan.
"Duduk saja dengan tenang dan kita akan baik-baik saja." Mengecup pipi Bella.
Mau tidak mau, Bella hanya terdiam disana, khawatir akan membahayakan nyawa mereka jika banyak bergerak.
"Kau membawaku kemana?" Bella menatap sekeliling yang nampak asing dan sepi.
Alex tidak menjawab. Bella tak ingin ambil pusing, jadi kembali diam. Jika dia berusaha tenang, maka Alex tidak berhenti menggodanya. Sebelah tangannya terkadang bermain-main di paha nya yang terekspos.
"Al! Diamlah. Fokus saja menyetir!" Menyingkirkan tangan Alex.
"Aku sudah fokus sejak tadi, Bebe. Salahkan tanganku yang tidak bisa diam," katanya polos.
"Al ..." geram Bella gemas, tanpa sadar meremas adik kecil suaminya yang langsung mengeras.
Citt
"Bebe!" Alex mengeram, libido yang sempat dia tahan sontak bangkit dengan sempurna.
Alex menatap Bella dengan nafas menggebu. Bella langsung melepaskan tangannya cepat, merutuki dirinya sendiri yang kadang lepas kendali sembarangan.
"Tanggung jawab!" desis Alex tajam.
"Al— aku— aku tidak sengaja. Salahkan tanganku yang bergerak sembarang." Bella yang gugup segera mengangkat tangannya ke depan wajah Alex.
Bukan kecupan atau sekedar ciuman biasa. Alex seakan memakan habis telapak tangannya. Menjilat sesekali ******* semua bagian tangannya hingga naik terus ke bahunya, lalu menyapu habis leher jenjang Bella.
"Al." Bella mendes*h, meremas rambut suami mesumnya itu yang sudah turun ke bagian dada setelah menyentak kemeja nya hingga semua kancing nya terlepas.
Alex menurunkan jok yang di duduki nya agar berada di posisi setengah berbaring dengan Bella diatasnya.
Bella menggeleng, melakukan di mobil memang hal biasa, tapi bagi Bella itu tak biasa. "Jangan gila, Al!"
"Kau yang memulai."
"Aku tidak sengaja! Kau seperti tidak tahu aku saja!" Justru itulah yang dimanfaatkan Alex. Tindakan impulsif Bella yang tidak tahu tempat.
"Al!" pekik Bella ketika Alex kembali melahap benda penghasil susu milik Jourell itu.
Persetan, pikir Alex!
-
-
-
__ADS_1
Bella langsung tertidur setelah pergulatan gila yang dilakukan di mobil untuk pertama kali sepanjang hidup nya. Tingkat kemesuman Alex semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
Saat terbangun, dia mendapati dirinya berada di atas ranjang. Menatap sekeliling, Bella terpukau dengan keindahan kamar yang disajikan. Setiap sudut kamar dihiasi oleh lilin-lilin kecil dengan dinding kaca yang langsung mengarah ke laut.
Bella bergerak kearah pintu. Begitu keluar, kaki polos tanpa alas itu langsung bersentuhan dengan pasir putih yang terasa lembut. Cahaya bulan memantul di atas permukaan laut yang membuatnya tampak sangat memukau.
Tiba-tiba, sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang. Menenggelamkan kepalanya di ceruk leher sang istri, Alex memberi ciuman-ciuman kecil disana.
"Suka?" bisiknya.
"Sangat," jawab Bella berbinar. Dia berbalik, lalu mengalungkan tangannya di leher suaminya. "Thank you."
"Aku suamimu, Bebe. Jangan berterima kasih. Sudah seharusnya aku membahagiakan mu."
Bella mengangguk, matanya berkaca-kaca. Alex yang melihat segera mencium kedua mata istrinya.
"Jangan ada air mata, Bebe. Aku ingin kau selalu tersenyum bahagia bersamaku."
"Ini air mata kebahagiaan, Al! Kau jangan menyebalkan." Memukul pelan dada suaminya, pria itu terkekeh.
"Aku tak pernah merasa sesempurna ini sebelum tuhan memberikan mu untukku, Al. Dulu, aku hanya wanita biasa di depan semua orang. Mereka sering kali menilai orang lain seenaknya tanpa mau melihat usaha dan kerja keras yang orang lain lakukan ...."
".... Lalu aku bertemu denganmu. Kau tunjukkan aku cinta tanpa memandang apapun. Tak peduli siapa aku, darimana aku, yang kau berikan hanya cinta, cinta dan cinta. Meski terkadang kau memperlakukan aku seperti tahanan, tapi mungkin seperti inilah yang namanya penjara cinta Mr. Milionaire."
Alex tersenyum, mengakui semua perkataan istrinya. Rasa cintanya yang besar bukanlah main-main. Semua tingkah hingga sikap over posesif nya merupakan salah satu bukti bahwa dia begitu mencintai ibu dari anak-anaknya ini. Tak perlu banyak berkata manis, tapi buktikan dengan perlakuan.
"Jika orang lain melihatmu sebagai wanita biasa, maka aku akan selalu menganggapmu sebagai wanita sempurna. Sebab, aku merasakan semua kebaikanmu dimana orang lain tidak akan pernah bisa merasakannya."
"Jika segalanya diukur dengan uang, mungkin tidaklah cukup waktu bagiku bekerja untuk membalas kesetiaanmu menemaniku hingga saat ini. Aku mencintaimu. Thanks my wife, thanks for everything."
Di malam yang dipenuhi ribuan bintang, sapuan ombak yang tenang serta semilir angin menjadi saksi betapa saling mencintainya dua insan yang kini saling memadu kasih.
Tak peduli berapa banyak yang mencibir di luar sana, tak peduli berapa banyak rintangan yang harus di hadapi. Berjuanglah bersama, maka kau akan mencapai puncak bersama pula. Tetap setia dan percaya pada pasanganmu, karena itulah pondasi utama dalam sebuah hubungan.
...~ The End ~...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya selesai 🤧 Terima kasih kepada semua pembaca yang selalu setia membaca karya receh aku kurang lebih 6 bulan ini. Jangan risau dulu ya Say, aku bakal bikin extra part nya tapi tidak banyak.
Untuk kisah Jourell Wycliff Ramona di masa mendatang, aku akan mencoba membuat sekuelnya jika memang aku mampu mengembangkan naskahnya, tapi tidak sekarang!
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H🙏
*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ*
_Taqabbalallahu minna wa minkum_
__ADS_1
"Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian."