Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 139 | De Javu


__ADS_3

"Ada yang ingin anda diskusikan dengan saya, Tuan Marcel?" datar Bella.


"Bebe ..." Alex menggeram, tidak suka cara bicara istrinya.


"Maaf, Tuan. Anda salah orang," kata Bella, berdiri dari duduknya, mendekati rak dan mengambil sebuah berkas.


"Oh ya? Lalu dimana istriku?" Alex berjalan mendekati Bella yang berdiri di depan dinding kaca dengan membelakanginya.


"Saya sedang sibuk, Tuan. Saya tidak punya waktu untuk mengurusi hal lain termasuk istri anda."


"Sibuk. Apa yang kau sibukkan?"


"Mengirim Zee untuk membuat adik tirimu terkenal atau membeli saham bernilai ratusan milyar untuk Selo?"


"Atau sibuk untuk balas dendam dengan suamimu?"


Pertanyaan beruntun itu membuat Bella terdiam, bukan tidak bisa menjawab, tapi dia jadi teringat tujuan awalnya. Mendiamkan suaminya!


"Kau jahat!" Sentaknya tiba-tiba.


Eh?


"Aku tidak melihatmu di pagi hari, lalu disini kau mengabaikanku!"


Bella membeku. Bukan karena perkataan Alex, tapi nada bicaranya itu terdengar menyedihkan, seakan dialah penjahatnya disini. Wanita itu akhirnya berbalik perlahan, melihat keadaan suaminya di belakang sana.


Terkejutnya Bella ketika mendapati pria itu berdiri dengan mata berkaca-kaca. Tinggal sedikit saja, butiran air mata itu akan jatuh dari sudut matanya.


"Astaga! Kau menangis?" Bella mendekat cepat. Saat ingin menyentuhnya, Alex langsung menepisnya.


Wait! Seharusnya dia yang marah, kan?


"Hei! Seharusnya aku yang marah karena kau mabuk! Seharusnya aku yang kesal sekarang, kenapa kau yang bertingkah seperti ini, heh!" bentak Bella tanpa sadar.


Respon Alex lagi-lagi tak terduga. Pria itu langsung menunduk dengan bahu bergetar. Menangis, Bella kembali dibuat terkejut.


"Aku tidak bermaksud begitu, Bebe. Aku hanya ingin minum sedikit, tapi Leo terus mendesakku." Semakin sedih saja suara itu terdengar.


Bella melihat dengan jeli, memastikan jika ini bukan tipuan. Semua itu terlihat alami, suaminya yang arogan serta berwibawa itu benar-benar menangis! Ya, Tuhan. Apa mabuk semalam membuatnya otaknya bergeser?


"Bebee ..." panggilnya parau. "Jangan marah ya ... aku takut." Memegang tangan kanan Bella dengan kedua tangan kekarnya.


Apa katanya? Oh may ....


"Aku tidak marah," ucap Bella lembut, menarik suaminya itu duduk di sofa.


Ini tidak benar!


Pria ini memeluk perut istrinya manja saat mereka sudah duduk di sofa. Kepalanya bersembunyi di ceruk leher Bella sembari mengendus-endus leher putih nan wangi itu.

__ADS_1


"Bebe ... kau marahi Leo saja ya, jangan aku. Tidak! Kau memang harus memarahinya. Gara-gara dia kau jadi memarahiku!" katanya memelas, seperti mengadu pada ibunya ketika dijahili.


Sungguh! Bella benar-benar dibuat bungkam olehnya. Sifat pria ini benar-benar alami, beberapa kali Bella mengamati dengan mata jeli dan insting nya yang kuat, namun hasilnya tetap sama!


Tidak jadi marah jika seperti ini (Jangan kecewa ya penonton. Ini diluar naskah!).


"Bebee ..." rengeknya.


"Eh? Iya." Bella tersadar.


Alex mencebik. Bibir manyun lima sentinya persis seperti Jourell yang meraju ketika diganggu ayahnya, membuat Bella gemas. Di cubitnya pelan bibir itu, membuat Alex memerah malu, lalu kembali menyembunyikan wajahnya.


"Bebe ... kau harus menghukum Leo. Dia jahat padaku."


Syok! Sepertinya Bella harus membawa suaminya itu ke rumah sakit segera, khawatir otaknya bermasalah.


"Ok, baiklah. Aku akan menghukumnya nanti." Memilih menurut saja.


"Sekarang, Bebee ..." Menggigit leher mulus Bella.


Aaaa ... mau jadi vampire ya!


"Sakit, Sayang. Aku akan menghubunginya sekarang." Mengambil ponsel Alex dari saku jas nya.


**


Leo yang tengah berencana pergi kencan romantis ala dirinya bersama sang pujaan menghentikan langkahnya kala sebuah nama tertera di layar ponselnya.


"Halo, ada apa?"


"Kemari!" Ternyata si nona bos tanpa basa-basi.


"Untuk apa? Aku sedang sibuk Bells, aku mau—"


"Sekarang atau kucabut saham dari perusahaanmu!" ancam Bella.


Leo terperangah. "Hei! Mana bisa begitu. Kau mau—"


"Terserah, waktumu 15 menit." potong Bella lagi.


Tut. Arghh ... suami istri sama saja!


"Ada apa, Le?" tanya seorang wanita di sampingnya.


"Kita ke suatu tempat dulu, setelah itu kita lanjutkan kencan kita." Wanita itu hanya mengangguk meski heran.


Dan disinilah mereka sekarang, duduk berhadapan dengan dua penguasa bisnis itu. Leo menelan salivanya kasar kala mata Bella terus menyorot tajam padanya.


Namun, dia sedikit terganggu dengan satu orang yang terus memeluk istrinya manja layaknya anak kecil itu. Wajah pria itu dibuat-buat sedih hingga sang istri iba, padahal terselip ejekan didalamnya.

__ADS_1


Sang wanita yang ikut bersama Leo tak kalah takut. Mata tajam Bella sesekali menyoroti dirinya juga. Jika tahu Leo akan kemari, dia pasti akan menolak untuk ikut.


"Kau apakan anak orang, Leo? Mengapa Renata ada bersamamu?" tanya Bella dingin.


"Dia playboy, Bebe. Dia punya banyak wanita," sahut Alex, membuat Bella melotot kesal pada Leo.


Renata terkejut, sontak dia menatap Leo tajam. Leo menggeleng cepat. "Tidak benar! Aku hanya punya satu dan itu Renata!" Menjelaskan pada dua wanita ini.


"Al, kau jangan asal bicara—"


"KEN!" teriak Bella tiba-tiba, lagi-lagi memotong perkataan Leo.


Yang di panggil muncul dari pintu yang memang terbuka. Ken membawa sebuah mangkuk putih berisi buah strawberry berkuah air lemon yang baru diperas dan meletakkannya di depan Leo.


Leo ingin berkata lagi mengenai buah itu, namun Bella kembali menyela. "Aku tidak peduli dengan kisah cintamu, Le. Tapi, jika kau menyakiti Renata, maka kau berurusan denganku," datar Bella tajam. Renata terharu dan menatap Bella penuh cinta.


Renata adalah sahabat kesayangan Sofia yang sudah dianggapnya adik. Bella tak akan suka jika wanita itu kesulitan dan diam-diam membantu usaha toko mereka, apalagi jika sampai wanita itu disakiti karena cinta yang tidak tulus.


"Aku berjanji Bells, hanya dia satu-satunya." Leo mengangkat satu tangannya. Berjanji.


Bella mengangguk. "Sekarang habiskan itu." Menunjuk mangkuk buah.


"What? Kau gila!" Tanpa sadar membentak Bella.


"Beraninya kau membentak istriku!" teriak Alex marah, membuat semua orang terkejut termasuk Bella. Leo langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Kelepasan.


Mike yang kebetulan lewat untuk menemui Sandra ikut terkejut dan diam-diam mengintip.


"Ma— maaf, aku kan tidak sengaja." Leo canggung.


"Ini hukuman untukmu karena membuat suamiku mabuk semalam. Tidak usah membantah, habiskan saja atau ..."


"Baik baik! Tidak usah mengancam." Menelan salivanya kasar, membayangkan apa yang akan terjadi pada perutnya nanti.


Renata meringis, pasti sangat masam. Strawberry itu jelas masih muda, belum lagi perasan buah lemon yang membuat perutnya sembelit lebih dulu bahkan sebelum mencoba.


Bella hanya ingin membuat pria yang berubah layaknya anak kecil itu puas. Dia berpikir, hukuman apa yang cukup aman dan tidak berbahaya dan membuat Alex berhenti merengek. Jadi, dia teringat dengan kejadian lama saat mengidam (Ada di Episode 35 | Kesialan Mike).


Mike sendiri merasa de javu dengan kejadian di depannya ini. Namun, tetap saja dia tertawa diam-diam melihat kesialan Leo.


Rasakan!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Mulai sekarang, eh kemarin....


...aku bakal UP kalau LIKE sama KOMEN nya udah banyak!...


...Jadi up tergantung sama jari kalian ya guys😆 ...

__ADS_1


...Semangat pagi💪 Jangan lupa hadiahnya. See you next episode👋...


__ADS_2