
*
*
Bella menghadap keluar gedung, memijat pangkal hidung dengan salah satu tangan menopang tubuhnya di dinding kaca.
Memikirkan permasalahan yang belakangan ini cukup merepotkankan nya.
Dia memperhatikan pemandangan kota New York dari tempatnya berdiri, ada banyak gedung tinggi pencakar langit serta hiruk-piruk khas kota New York sebagai negara maju.
Dia belum menceritakan apa pun soal ibu kandungnya pada Alex dan juga akhir-akhir ini, Bella tidak pernah lagi menghubungi Hyurin. Entahlah, dia tidak ingin memikirkannya dulu.
Grace sendiri tidak berani menegurnya, jadi hanya berdiri sampai Bella berbalik dan menyadari keberadaan mereka dengan sendirinya. Natalie masih memperhatikan lekat wanita yang berdiri terdiam di depan dinding kaca itu.
Jantungnya terus berdetak cepat, pikiran nya mulai berkenalan kemana-mana. Melihat sikap Grace yang seperti menghormati Bella, matanya memberanikan diri melihat ke arah meja yang pastinya terdapat papan nama dari sang CEO.
Matanya membelalak, terkejut dengan semua kenyataan yang dilihat nya hari ini. Nama Qiara Arabelle terpampang jelas sebagai CEO yang artinya dia adalah pemilik dari perusahaan terbesar yang hampir menyamai Ramona.
Sang ratu bisnis yang bergerak di belakang layar namun berhasil menguasai dunia bisnis dalam usia muda! Dipercaya memiliki kecantikan dan kemampuan tinggi di atas rata-rata.
"Kau beruntung bisa berdiri langsung dihadapannya dan bersedia menolong keluarga mu." Lirih nya tajam
Ada banyak orang diluar sana yang berharap bisa bertemu dengannya, menjilat dan menjadikan nya rekan dalam berbisnis. Sayang nya, pemimpin QA tidak jauh berbeda dengan Ramona, sangat sulit ditemui atau bahkan tidak bisa sama sekali.
Percaya atau tidak. Satu persen saham milik QA dan Ramona sudah bisa membuat seseorang meraih keuntungan hingga ratusan miliyar. Bahkan satu butik mereka bisa membeli sebuah perusahaan! tak terbayang berapa keuntungan yang bisa didapat jika bisa menjadi rekan bisnis mereka.
Dirasa cukup tenang, Bella berbalik untuk kembali ke kursi kebesarannya. Namun matanya langsung menangkap dua sosok cantik yang menatapnya.
"Grace" Tegurnya setelah duduk
__ADS_1
"Duduklah dulu, memang nya tidak lelah berdiri terus." Mereka berdua duduk
Bella melihat Grace, Wanita itu mengerti arti tatapan Bella segera buka suara. "Ini Natalie Palmor"
Yang disebut namanya hanya meremas ujung bajunya setelah melihat raut wajah Bella berubah sedikit dingin. Melihat aura wanita yang duduk di kursi kebesarannya itu, benar-benar terlihat layaknya pemimpin.
Bella mengulas senyum tipis, menyilangkan kaki dan mengaitkan jari jemari nya di bawah dagu. Menawan dan berkarisma. Itulah yang kedua nya lihat sekarang.
"Lalu, Apa yang kau lakukan disini?" Tanya nya datar pada Natalie. Natalie berusaha tenang, dia seperti tidak mengenal Bella lagi. Sekarang orang itu benar-benar terlihat berbeda.
"Aku...."
"Aku membawa apa yang menjadi kesepakatan." Menunduk, tidak berani menatap iris mata coklat itu.
"Kesepakatan? Kurasa aku tak pernah membuat kesepakatan apa pun."
"Ya, tapi aku melakukannya dengan Nona Grace." Takut Bella berubah pikiran
"Maaf, Nona. Anda tahu jika saya tidak memberi secara cuma-cuma. Apalagi itu dibeli dengan uang milik Nona, saya tidak rela." Jelasnya sedikit tidak suka
Bella terkekeh "Oke, baiklah. Kalau begitu apa?"
Natalie langsung berdiri dan mendekat, Bella mengangkat kedua alisnya melihat sebuah Flashdisk yang diletakkan Natalie di depannya.
Grace ikut mendekat dan meraih Flashdisk itu kemudian menyambungkan nya ke laptop. Berisi foto dan beberapa video yang cukup memalukan.
"Menjijikkan!" Bella langsung menutup kasar laptop Grace, jangan sampai Alex tahu dia sudah melihat milik pria lain tanpa sengaja.
"Siapa itu?" Katanya tidak suka, semua gambar ataupun video berisi seorang wanita yang sedang melakukan hubungan se*s dengan banyak pria yang berbeda.
__ADS_1
"Itu Roselea Arduous! Tidak heran jika pertunangan nya dengan Tuan Heiden batal, pria itu sebenarnya sudah tahu." Jelas Grace, Natalie cukup terkejut karena Grace sepertinya cukup tahu banyak tentang mereka
"Oke, kau urus itu. Ada lagi?" Natalie menggeleng
"Pergilah dan berikan pada Ken. Hanya Ken atau Seinth terserah, beri tahu mereka jangan ikut melihat!" Wanti Bella, Grace menahan senyum, Bos nya ini sudah menikah tapi masih bisa memiliki wajah malu?
"Baik, Nona." Tinggal lah Natalie dan Bella disana
Bella mengambil sesuatu di laci nya, sebuah Map yang di janjian Grace pada Natalie. Wanita itu menerimanya dengan senang, akhirnya dia dan keluarganya bebas.
"Thank you and sorry" Lirih nya
"Sorry? untuk apa. Apa kau pernah berbuat jahat padaku?" Berdiri dan duduk kembali di Sofa tunggal
"Duduklah, Nat"
"Nona Qi-"
"Bella, panggil aku Bella"
"Tapi kau-"
"Kita pernah menjadi teman kampus meski aku tak mengenalmu." Natalie terharu, wanita sebaik ini tidak pantas di jahati
"Bella" Bella tersenyum kemudian mengangguk
"Dan apa kau tidak menyesal telah mengkhianati sahabat mu?" Tanya nya lagi
Natalie menggeleng "Dia tidak bisa dikatakan sahabat!!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...