
*
*
"Eomma Hyurin bertanya kenapa kau tidak mengangkat telepon nya"
Alex sedang memeluk istrinya dari samping sambil memperhatikan Jourell yang menyusu dengan kuat. Bella terdiam, bukan tidak mau, hanya saja dia masih kecewa.
Dia juga sedikit canggung jika harus menemui Hyuran sekarang, bisa saja dia bersikap biasa, tapi siapa yang bisa saat melihat ibu kandung mu sendiri di depan mata tapi kau memanggil nya bibi?
Bella tidak sekuat itu, dia juga seorang wanita yang bisa lemah hati dan perasaan.
"Kau ingat wanita yang ku katakan sangat mirip denganku?"
"Hm...saudara ibumu kan."
"Yes. Dia ibu kandungku." Lirih nya
Alex terkejut, kepalanya terangkat ke atas. Wanita tangguh yang menjadi istrinya ini tanpa sadar sudah mengeluarkan air mata.
"Bebe" Alex menarik pinggang nya dan membawa kepalanya ke dada bidangnya
Bella mengambil ponselnya dan menunjukkan video yang di berikan Kyle hari itu. Percakapan kedua memang sangat jelas, sehingga Alex sendiri langsung memahami situasinya.
Sebenarnya dia sudah curiga sejak awal dan meminta Bean menemukan semua kejanggalan nya. Dia juga sudah tahu jika kemungkinan besar Bella bukan putrinya karena anaknya sendiri sudah meninggal sejak awal.
Dia tidak berniat bercerita karena tak ingin melukai Bella, tapi yang namanya rahasia, suatu saat akan tercium juga akhirnya. Seperti sekarang.
"Kau membenci nya?" Mengusap punggung wanita itu, Bella menggeleng
"Rasa sayang ku ternyata lebih besar dari kecewaku. Aku hanya butuh waktu." memperbaiki posisi Jourell yang masih menghisap ujung dada nya
"Mau ku temani?"
"What?" Bella mendongak, satu kecupan mendarat di bibir lembutnya. Bella tersenyum malu
__ADS_1
"Menyebalkan" Gumam nya menunduk malu
Akh...padahal sudah hampir satu tahun mereka bersama, tapi tetap saja dia masih suka malu saat berhadapan dengan Alex.
Alex terkekeh, diangkat nya wajah yang menunduk malu itu dan dicium nya seluruh wajah seraya memberi gigitan kecil pada kedua pipi nya yang berisi.
"Al!" Bella mendorong wajah Alex
"Sttt, aku hanya ingin mencium Baby lagi." Dia Menunduk dan memberi ciuman pada pipi harum Jourell, Bella tidak tahu jika itu hanya alasan.
Wajah Alex yang dekat dengan dada sang istri menjadikan Jourell sebagai alasan agar bisa mencuri ciuman di benda kenyal itu, sedikit memberi tanda.
Bella memekik dan menutup mulutnya agar tidak berisik.
Pria ini!! Tidak tahu malu!
Untung lah Jourell sudah tertidur sehingga tidak melihat kelakuan mesum ayahnya. Alex tersenyum menang, lagi-lagi mencuri satu ciuman di bibir wanita itu.
"Dasar mesum!" Bisik nya kesal
"Tidak ada! Memangnya siapa yang mau melawan anda, Tuan Muda." Cibir nya
Alex membusungkan dada bangga, Bella semakin mencibir.
Cih! Dasar pria Arogan
🍁🍁🍁
Sebuah mobil mewah berhenti di depan pagar besar yang diketahui adalah halaman Mansion. Seorang penjaga mengetuk kaca jendela mobil mereka.
"Maaf, mencari siapa?" Sopan penjaga gerbang
Setelah pulang dari perusahaan, Alex menemaninya pergi menemui keluarga Kim sekalian mengkonfirmasi kejadian sebenernya agar tidak ada lagi keraguan.
"Tuan Marcel dan istrinya ingin bertemu dengan Mrs. Hyuran." Ucap Bean
__ADS_1
"Tuan Marcel! Ah baik, tunggu sebentar, Asisten Bean"
Bella sedikit gelisah di belakang, Jourell sendiri sudah berpindah ke gendongan Alex. Bella sedikit ragu apakah tindakan nya benar saat ini.
Mobil berjalan masuk setelah gerbang dibuka, halaman dan Mansion cukup besar meski tak sebesar milik Ramona. Tempat ini sedikit bergaya Eropa dan Korea mungkin.
Bean keluar membuka pintu untuk Alex dan Bella, Bella menarik nafas tenang. Alex merangkul pinggang istrinya untuk membantu nya tenang.
Setelah menekan Bel, pintu terbuka. Ternyata seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai kepala pelayan.
"Siapa?" Suara wanita lain terdengar mendekat
Saat melihat siapa yang berdiri, mata wanita itu berkaca-kaca. Apalagi ketika melihat bayi beriris coklat yang pastinya anak dari cucu nya, Hyuna.
Nyonya besar Hye berusaha menyembunyikan suasana hatinya, dia mempersilahkan ketiganya masuk dan melayani dengan baik.
Mereka duduk dengan tenang, Hye terus memperhatikan Bella yang sangat cantik, sangat mirip dengan Hyuran. Wanita yang dulu sempat mereka tolak keberadaannya dan membiarkan Hyurin mengurusnya sesuka hati.
Bentuk bibir dan hidung lebih mirip dengan James, intinya wajah seperti ini bisa saja menjadi rebutan. Tapi syukurlah cucu nya ini berbeda sehingga pandai menjaga diri dan dewasa meski masih tergolong muda.
"Ada keperluan apa, Mr dan Mrs. Ramona ke Mansion kecil kami." Meski Bella cucunya, bukan berarti dia bisa menyebut sesuka hati, situasi sekarang berada dan Bella pasti tidak tahu apapun
"Tidak perlu sopan, Halmeoni. Aku datang sebagai cucu pertama keluarga Kim, itu pun jika anda tidak keberatan." Ucap Bella tegar
Hye langsung menatap, dia tahu? Apa Hyurin sudah mengatakan nya.
"Eomma tidak mengatakan apa pun, tapi aku tahu dia berasal dari keluarga Kim." Jawabnya seakan tahu pikiran wanita yang dipanggilnya nenek ini
Itu wajar. Batin Hye tenang, dia tersenyum lembut, meski ada sedikit kesedihan karena Bella memanggilnya nenek, padahal dulu mereka ingin menyingkirkannya.
"Aku juga tahu jika Bibi Hyuran adalah ibuku kandungku." Katanya lagi
Kali ini Hye benar-benar membeku, Bella sudah tau kebenarannya? Apa itu sebabnya dia datang kemari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1