Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 53 | Welcome to The World


__ADS_3

“Apa!” Pernyataan Alex sukses membuat semua orang melongo tidak percaya.


Ya. Sebulan penuh ini, antek–antek Bella bahkan sahabat mereka berdua cukup rutin berkunjung. Apalagi melihat kondisi Bella yang sangat berbeda dari biasanya. Tapi sekarang! Rupanya, biang kerok dari semua masalah ini tidak lain dan tidak bukan hanya karena sebuah adegan dramaa!


Mereka langsung menatap Sofia yang diyakini sebagai pemasok utama. Sofia yang ditatap seperti itu hanya bisa tersenyum kikuk.


“Ya tuhan. Aku pikir terjadi sesuatu padanya.” Ruth yang juga disana akhirnya bernafas lega.


“Satu bulan aku di New York hanya untuk ini!” Jung sedikit kesal karena waktunya harus terbuang hanya untuk mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu?


“Aku bahkan menunda pembukaan cabang Cafeku di Inggris.” Kris sedikit sabar tapi juga kesal.


“Cih! Apa kalian tidak punya pengertian sedikit.” Monica mencibir.


“Pengertian? Lalu apa yang kami lakukan ini?” ucap Kris sabar.


“Sudahlah, Kris. Wanita memang selalu benar.” Leo jengah sambil menompang kepala di pinggir Sofa. Mike terkekeh sambil ber–tos dengan Leo.


“Menyebalkan.”


“Sudah, hentikan!” Mereka diam begitu Eillen berbicara.


“Lalu dimana di—” ucapannya terpotong ketika suara teriakan menggema dari lantai atas.


“AL!” Semua orang langsung berdiri dan berlari cepat keatas sana. Alex sudah lari lebih awal, hanya satu dipikirannya sekarang. Panik!


Alex membulat ketika melihat Bella berdiri berpegangan pada pintu kamar. Wajah wanita itu meringis menahan sakit, dia semakin panik saat melihat cairan bening sudah merembes keluar dari balik dress hamilnya.


“Bebe!” Karena panik, Alex menjadi linglung. Dia tidak tahu harus berbuat apa.


“Akhhh ... sa ... sakitt.” Bella mencengkram lengan Alex kuat.


“Dia akan melahirkan. Cepat bawa ke rumah sakit!” Clarissa langsung berteriak menyadarkan Alex. Dengan cepat dia mengangkat Bella, tidak peduli jika akan mengotori pakaiannya.


“BEAN, CEPAT!”


Mereka semua pergi ke rumah sakit dengan mobil berbeda. Tidak peduli dengan siapa mereka menumpang atau pada siapa akhirnya mereka berangkat. Dimobil Alex tak henti-hentinya menenangkan Bella yang terus merasa sakit.


“Sakit, Al ...” Dia mengelus punggung Bella yang meringkuk itu.


“Bebe, bertahanlah, kita akan sampai.” Bella berusaha mengatur nafasnya, air matanya sudah keluar sejak tadi.


“Al ... aku mengantuk,” ucapnya lemah.


“Tidak, Bebe. Jangan menutup matamu.” Sumpah demi apapun, Alex sangat takut sekarang. Apalagi saat melihat istrinya yang semakin melemah, bulir bulir keringat sudah membasahi pelipisnya.

__ADS_1


“Al ... aku sangat mencintaimu,” lirihnya, ditengah rasa sakitnya.


“Aku juga! Itu sebabnya kau harus bertahan.” Alex tidak kuat lagi menahan gejolak didadanya. Air matanya luruh begitu saja.


Tak berapa lama kemudian mereka sampai. Yang lainnya segera menyusul masuk setelah melihat Bella dibrankar yang didorong perawat serta Alex dan Bean. Mereka tidak lagi memerdulikan image dan tatapan terkejut semua orang yang melihat mereka.


-


-


Semua orang sudah menunggu dengan cemas. Alex juga sudah masuk atas intruksi dokter yang menangani Bella agar menemaninya saat bersalin.


Didalam, Alex terus menggenggam tangan istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka, membisikkan kata – kata cinta atau sekedar penenang untuknya. Seumur hidup, baru kali ini dia merasakan takut yang sangat amat.


Dokter dan para perawat yang membantu proses persalinan hanya bisa menatap kagum keduanya. Terlebih saat melihat Alex yang sangat mencintai istrinya. Mereka semakin dibuat terkejut ketika melihat pria yang selama ini berwajah dingin kini tampak lemah dengan air mata yang mengalir sejak tadi.


Semua orang bernafas lega saat tangisan bayi akhirnya terdengar memenuhi ruangan. Alex memeluk Bella, menghadiahi dengan banyak ciuman di wajah pucat itu. Bella tersenyum saat melihat bayi yang sudah ditunggu sejak dulu kelahirannya akhirnya melihat dunia.


Bella merasa seluruh tubuhnya sakit dan matanya mulai buram. Dia tidak bisa lagi menahan dan akhirnya menutup mata. Alex langsing panik, namun dokter mengatakan jika Bella hanya kelelahan dan pingsan.


“Thanks, Bebe,” lirihnya, mencium lagi istrinya yang sudah tidak sadarkan diri serta bayi yang ada digendongannya saat ini. Lalu memberikannya kepada perawat untuk dibersihkan.


**


“Ya tuhan! Dia sangat tampan.” Sofia memekik gemas melihat bayi mungil yang diyakini adalah laki – laki.


“Aku tidak melihat Bella diwajah ini,” celetuk Kris.


“Benar. Semuanya mirip Alex.” Mike tertawa dan langsung dipelototi oleh Sandra. Berisik sekali, pikirnya. Lihatlah bayi ini sedang tertidur dengan damai.


“Menurutmu, Bella akan mengamuk saat bangun dan melihat bayinya namun tidak ada dirinya?”


“Aku yang mengandungnya dan aku juga yang melahirkannya. Bagaimana bisa tidak ada aku!” Jung menirukan cara bicara Bella sambil berkacak pinggang. Hal itu mengundang tawa mereka lagi.


Sedangkan Alex hanya diam, terus memperhatikan istrinya yang masih belum sadar. Tangannya menggenggam dan mengelus tangan mulus itu.


“Bersihkan dirimu dulu, Al.” Clarissa menepuk pelan bahu putranya yang kini sudah berstatus menjadi seorang ayah.


“Nanti saja, Mom.” Enggan meninggalkan Bella sampai wanita ini sadar dan membuka matanya.


“Kau ini. Kau tidak malu jika Bella sadar dan melihatmu seperti ini!”


“Benar, Al. Pergilah, biar kami yang menjaga Bella.” Eillen mendekat setelah Alfred mengambil alih cucunya.


“Baiklah. Aku titip dia Mom.” Alex mencium kening Bella penuh perasaan. Eiilen tersenyum, dia bersyukur putrinya mendapatkan suami yang sangat tulus mencintainya.

__ADS_1


Alex keluar diikuti Bean yang sudah datang membawa semua perlengkapan selama berada di rumah sakit.


“Jangan berisik. Kalian bisa membangunkannya.” Alfred menegur lima orang pria yang sangat berisik sejak tadi, siapa lagi jika bukan Jung, Kris, Mike, Leo dan Ken!


“Apa dia sudah memiliki nama?” Monica penasaran, pasalnya sejak tadi tidak ada yang menyebut soal nama. Benar juga, pikir mereka. Terlalu sibuk hingga lupa dengan yang paling penting.


“Nanti kita tanyakan Alex saja.” Mereka mengangguk.


“Apa kau sudah memberitahu Soo–Jin dan Ana jika nona sudah melahirkan?” Monica menatap Vivi.


“Ah iya. Akan ku kabari sekarang.”


“Biar aku yang memberitahu Soo–Jin.” Jung langsung mengambil ponselnya dan langsung mendapat tatapan mengejek dari para pria didekatnya.


“Cih! Alasan.”


“Sebaiknya anda jujur, Tuan Jung. Atau nona akan marah padamu.” Ken dengan santainya berbicara didepan semua orang. Jung rasanya ingin menelan Ken bulat – bulat. Apa tidak bisa menutup mulutnya itu!


“Wahh ... kau menyembunyikan apa?” Kris menatap Jung curiga.


“Nanti kau juga tahu!” ketus Jung.


“Hei!”


“Stt ...” Sandra mengangkat tangannya saat melihat mata bayi tampan itu mulai terbuka. Mereka langsung fokus melihatnya. Clarissa dan Eillen saling menatap saat ruangan tiba - tiba sunyi, mereka ikut mendekat.


Mulut mereka terbuka saat mata bulat kecil itu juga terbuka. Mereka pikir semua wajah itu mirip Alex, rupanya masih ada satu hal yang belum mereka lihat. Matanya sama persis seperti milik Bella. Coklat bening yang menyejukkan siapa saja yang melihatnya.


“Ada apa?” Alex menatap bingung kerumunan orang itu.


“Al, lihatlah! Matanya sangat mirip dengan Bella.” Clarissa antusias.


Alex mendekat, dia tersenyum melihatnya. Istrinya ini selalu meninggalkan kesan yang sangat berarti baginya. Mata yang penuh kekuatan, mata yang sudah melihat banyak tantangan hidup, mata yang menuntunnya untuk melihat kemana arah cahaya berjalan.


Sekarang tuhan memberikan mata itu pada putra kecilnya, agar kelak dia bisa berjalan dengan benar dan hidup dengan banyak kebahagiaan seperti ibunya.


“Jourell ...” katanya tiba – tiba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Akhirnya lahir jugaaa🎉...


...Maaf ye kalau pas mau lahiran atau bersalin tadi ada yang aneh. Aku sebenarnya bingung, secara kan aku belum pernah ngalamin yah, jadi maklum aja lah😂...


...Kalo misal tadi ada kesalahan penulisan atau typo, jangan ragu untuk memberi kritik. Karena itu bisa membantu aku supaya bisa mengetik lebih baik lagi. Okee👍...

__ADS_1


...Terimakasih yang udah LIKE DAN KOMEN nya. Makin Lope lope sama kalian😍...


...Tengkyu semuanyaa ... muahh😗...


__ADS_2