
Natalie bersiap turun ke ruang keluarga, ketika sampai di bawah, Natalie dibuat bingung dengan keheningan keluarga nya. Ayah dan ibu serta nenek nya seperti orang yang kehabisan pilihan.
"Ada apa, apa ada masalah?" tanya Natalie, ibunya menoleh dan menatap sendu.
"Duduklah, Nat. Kami ingin bicara." Natalie menurut dan duduk di samping ibunya.
"Nat."
"Iya, Dad?"
"Kau tahu kan jika keluarga Palmor adalah keluarga yang jujur dalam berbisnis?" Natalie mengangguk pelan.
"Meski perusahaan kita masih tergolong kecil, tapi kita dapatkan dengan kerja keras. Namun, sekarang nasib perusahaan ada bersama keluarga Arduous dan kita tidak memiliki kemampuan atau materi yang bisa menolong." Ayah Natalie menghela nafas pasrah.
"Sebenarnya ada apa?" Natalie semakin dibuat bingung.
"Nat, kami memutuskan untuk meninggalkan ini semua termasuk perusahaan. Jika terus berdiri di dekat mereka, cepat atau lambat kita hanya akan di jadikan bidak catur," jelas ibunya.
Natalie terdiam menatap keluarganya. Apa artinya dia akan menjadi wanita biasa seperti yang lain? Tidak, bukan itu yang dia takutkan. Dia tidak masalah tentang itu. Tapi perusahaan? itu satu-satunya peninggalan kakek. Bagaimana mungkin dibiarkan begitu saja!
"Kami tau pikiranmu, tapi keluarga Arduous sudah menyimpang. Mereka sudah banyak menipu investor lain dan itu masih terhubung dengan perusahaan Palmor. Secara tidak langsung kita sudah membantu untuk menutupi."
Natalie mengepal, menyesal pernah mengenal keluarga itu. Sekarang keluarganya juga harus terkena imbasnya. Tapi, tetap saja ini bukan kesalahan mereka! Dia tidak mau perusahaan keluarga harus jatuh sepenuhnya kepada Keluarga Arduous.
Ada satu orang yang bisa! Wanita itu, wanita yang belum dia ketahui namanya hingga sekarang. Wanita itu sudah berjanji akan membantunya lepas. Syarat sudah ada di tangannya, tinggal memberikan pada wanita itu dan selesai.
Dia tidak akan peduli lagi dengan kehancuran putri mereka. Jika bersedia, Natalie akan memohon agar menghancurkan seluruh keluarganya sekalian.
Semua hal yang di inginkan wanita itu sudah dia dapatkan. Flashdisk di tangannya sudah pasti akan membawa kehancuran untuk Roselea bahkan keluarga nya tidak akan bisa berbuat banyak, kecuali menerima kenyataan.
"Kalian percayakan padaku, aku janji akan mendapatkan kembali hak kita." Natalie yakin.
"Nat, kau bicara apa? Ini bukan mainan!" Nenek bersuara.
"Grandma, aku tidak ingin menjadi putri manja lagi. Akan ku buktikan jika aku juga bisa mendapatkan keinginan ku sendiri. Jadi percayalah padaku."
Ibunya meneteskan air mata, putrinya sudah berubah. Ia memeluk putrinya "Kami percaya."
.......
__ADS_1
...--- o0o ---...
.......
Mansion Ramona
Di ruang makan, semua orang sudah berkumpul untuk sarapan, termasuk tuan muda kecil mereka yang tidak pernah absen bangun pagi. Cukup membuat Alex kesal karena tidak bisa bermesraan dengan sang istri begitu bangun.
Baru sekecil itu sudah pandai membuat Alex kesal, bagaimana jika besar? Mungkin akan menempel dengan ibunya sepanjang hari, awas saja jika iya!
Sekarang saja Jourell tidak mau pindah dari pangkuan Bella, diangkat sedikit saja akan memasang wajah ingin menangis. Mendengkus kesal, Alex makan dengan wajah masam.
Yang lain seperti biasa hanya akan mengabaikan tingkah bayi besar yang sedang cemburu dengan anak nya sendiri. Masa bodohlah, pikir mereka.
"Kau akan ke kantor lagi?" Clarissa melihat tampilan rapi Bella.
"Iya, Mom."
Seperti biasa, apa pun yang wanita itu kenakan akan selalu cocok dan menawan untuk menantunya, entah itu formal atau non formal. Intinya Bella selalu tahu apa yang cocok untuknya.
"Kak Bells bekerja?" Elora yang memang belum mengetahui apapun sedikit terkejut. Pasalnya dia istri dari seorang trilionaire! Uang bukan masalah bukan?
"Bodoh! Dari mana saja kau! Memangnya kakak keluar belakangan ini kemana?" pekik Sofia.
"Aku kan tidak tahu! Memangnya kak Bells bekerja dimana?" Gadis itu masih penasaran, Bella hanya tersenyum.
Apa gadis ini akan terkejut jika tahu siapa dirinya? Sudahlah, nanti juga akan tahu.
"Sebaiknya lanjutkan makan kalian dan pergi kuliah, jangan sampai terlambat!"
"Mulai lagi," jengah mereka berdua.
Jika bukan karena nilai terbaik dan liburan gratis ke negara impian, mungkin tidak akan terlalu serius hingga menjadi gadis super rajin.
Clarissa dan Alfred diam-diam tersenyum, Bella memang banyak membawa perubahan untuk keluarga ini. Dari Alex yang dulunya dingin kini sudah menghangat layaknya manusia normal. Elora dan Sofia yang sedikit pemalas berhasil dibuat menjadi gadis penurut yang rajin.
Terima kasih kepada Tuhan yang telah mengirim wanita ini sebagai jodoh Alex dan menjadi bagian dari keluarga.
__ADS_1
.
.
.
Siang itu, Natalie sudah berhenti di depan sebuah gedung raksasa yang dikenal sebagai perusahaan terbesar kedua di dunia.
Perusahaan yang paling di segani dan dikejar-kejar oleh para pebisnis dunia setelah Ramona Company. Perusahaan Palmor mungkin hanya seujung kuku dari perusahaan di depannya, bahkan perusahaan Arduous tidak lebih mahal dari desain pakaian mereka.
Sejak awal dia sudah curiga jika identitas wanita yang bekerja sama dengannya tidak biasa. Terbukti sekarang dia mendapat kiriman alamat yang jelas-jelas adalah gedung ini. Jika benar, maka dia tidak salah bertindak.
Natalie masuk bermodal kartu dengan nama Grace Albert yang tertera cantik di setiap hurufnya. Dia sedikit bingung saat resepsionis itu sedikit bergetar begitu melihat namanya.
"Dia berada di lantai paling atas gedung ini dan jaga sikap dan kata-kata mu saat disana."
Karena kau akan memasuki zona berbahaya, lanjutnya dalam hati.
Bagi para karyawan, tentu lantai atas sudah seperti tempat sakral yang jika perlu jangan kesana. Atau kau akan bertemu para makhluk cantik yang merupakan antek-antek CEO yang bisa membuat mu merinding dan takut secara bersamaan. Intinya jangan mencari masalah dan kau aman!
Natalie sendiri sudah menyadari maksud resepsionis itu. Memangnya siapa yang tidak kenal orang-orang nomor dua di perusahaan ini? Sampai seseorang mengatakan 'minta maaflah lebih dulu sebelum melakukan kesalahan!'
Itu artinya wanita yang bernama Grace ini masih orang-orangnya? Tapi apa masalah mereka pada Roselea? Dan kenapa harus meminta dia yang mencari semua keburukannya, padahal seharusnya mereka mampu melakukannya sendiri?
"Baru kali ini nona Grace mengundang orang langsung kemari. Bukankah Nona Qi juga ada hari ini," ucap salah satu karyawan yang berdiri di dekat meja resepsionis.
"Menurut mu dia akan baik-baik saja? Melihat tatapan Nona Grace saja sudah membuatku seperti tercekik." Yang lain membenarkan.
"Jangankan nona Grace, tidak sengaja bertatap dengan sekretaris Vivi saja sudah membuatku ciut."
"Ck! Itu semua tidak ada apa-apa dibandingkan denganku yang harus satu ruangan dengan nona Qi saat rapat! Aku sudah seperti di tunggu oleh malaikat maut di depan pintu." Lagi-lagi yang lain mengangguk, membenarkan.
Meresahkan sekali dirimu, Nona.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Mohon VOTE dan LIKE nya yah Cinta...
...Tengkyu bebee❤...
__ADS_1